Banner iklan disini

MAKALAH Penjasorkes, Atletik, Bola Basket, Sepak Bola

Daftar Isi [Tutup]
    MAKALAH
    PENJASORKES

    (Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan)





    Oleh


    Nama : Yeni Rizkiyah
    No. Abs : 32
    Kelas : XI-TKJ 1





    SMK NEGERI 1 PUNGGING
    Teknik Komputer Dan Jaringan
    Tahun Ajaran 2016-2017




    KATA PENGANTAR


    Assalamu’alaikum.Wr.Wb

    Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan” ini dengan beberapa materi pembahasan sebagaimana yang telah ditentukan.

    Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu, kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Serta ucapan terima kasih kepada guru pembimbing pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan Yang terhormat Bapak Suroso, S.Pd dimana atas bimbingan beliau kami dapat menyelesaikan makalah ini.

    Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan, baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala kritik dan saran dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini menjadi lebih baik lagi.

    Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat serta referensi pembelajaran maupun inpirasi terhadap pembaca.


    Wassalamu’alaikum.Wr.Wb

    Pungging, 03 Agustus 2016


    Penyusun





    DAFTAR ISI



    KATA PENGANTAR ............................................................................................. 2
    DAFTAR ISI ............................................................................................................ 3
    BAB I : PENDAHULUAN …….................………………………………..........… 4
    1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 4
    1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 4
    1.3 Tujuan ........................................................................................................... 5
    BAB II : PEMBAHASAN.………………................…………………….....…….. 6
    2.1 Topik I : Atletik ............................................................................................ 6
    A. Pengertian Atletik ................................................................................... 6
    B. Sejarah Atletik ......................................................................................... 6
    C. Macam – macam Atletik ......................................................................... 8
    D. Nomor – nomor yang Diperlombakan .................................................... 18
    2.2 Topik II : Bola Basket ................................................................................... 19
    A. Sejarah ..................................................................................................... 19
    B. Jumlah Pemain, Lapangan, Waktu dan Ukuran Bola Basket ................. 20
    C. Peraturan Permainan Bola Basket ........................................................ 20
    D. Teknik Dasar Permainan Bola Basket .................................................. 20
    2.3 Topik III : Sepak Bola ................................................................................. 22
    A. Sejarah Sepak Bola ................................................................................ 22
    B. Pengertian Sepak Bola ........................................................................... 23
    C. Teknik Dasar Permainan Sepak Bola .................................................... 24
    BAB III : PENUTUP …..…………..........................…………….....……………. 26
    3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 26
    3.2 Saran ............................................................................................................ 26
    DAFTAR PUSTAKA ...….………………………………....…………….............. 27



    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang


    Olahraga adalah salah satu bentuk dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia yang diarahkan pada pembentukan watak dan kepribadian, disiplin dan sportivitas yang tinggi, serta peningkatan prestasi yang dapat membangkitkan rasa kebanggaan nasional. Kegiatan olahraga mencakup berbagai macam cabang seperti bola besar, bola kecil, atletik, dan lain - lain. Sebagai contoh yang biasa dibahas dalam bidang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yakni terutama dalam bidang Atletik, Bola basket, dan Sepak Bola sebagai topik pembahasan dalam makalah kami.

    Adapun latar belakang khusus pembuatan makalah ini yakni terutama untuk memenuhi tugas mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan sebagaimana ditentukan, kemudian juga dipergunakan untuk dasar pembelajaran kami dalam mata pelajaran tersebut.

    2.1 Rumusan Masalah

    Dari pemaparan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

    Ø Topik 1 : Atletik
    1) Apa pengertian atletik?
    2) Bagaimana sejarah atletik dunia?
    3) Bagaimana perkembangan atletik dari jaman ke jaman?
    4) Bagaimana perincian nomer-nomer atletik?

    Ø Topik 2 : Bola Basket
    1) Bagaimana permainan bola basket yang benar?
    2) Bagaimana sejarah bola basket dunia?
    3) Bagaimana perkembangan bola basket dari jaman ke jaman?
    4) Apa saja teknik – teknik yang digunakan dalam permainan bola basket?

    Ø Topik 3 : Sepak Bola
    1) Bagaimana sejarah sepak bola?
    2) Bagaimana cara bermain sepak bola?
    3) Bagaimana perkembangan sepak bola dari jaman ke jaman?
    4) Apa saja teknik – teknik yang digunakan dalam permainan sepak bola? 

    3.1 Tujuan

    Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
    Ø Untuk menambah pengetahuan tentang Atletik dan Permainan bola besar seperti basket dan sepak bola.
    Ø Untuk menambah wawasan tentang sejarah Atletik dan Permainan bola besar seperti basket dan sepak bola.
    Ø Untuk mengetahui cara melakukan permainan bola basket dan sepak bola dengan benar.
    Ø Untuk mengetahui macam – macam cabang olahraga atletik.



    BAB II 

    PEMBAHASAN


    2.1 TOPIK I : ATLETIK

    A. PENGERTIAN ATLETIK

    Istilah “atletik” berasal dari kata Yunani “athlon” yang berarti berlomba atau bertanding. Kita dapat menjumpai pada kata “penthalton” yang terdiri dari kata “pentha” berarti lima atau panca dan kata “athlon” berarti lomba. Arti selengkapnya adalah “panca lomba” atau perlombaan yang terdiri dari lima nomor.

    Kalau kita mengatakan perlombaan atletik, pengertiannya adalah meliputi perlombaan jalan cepat, lari, lompat, dan lempar, yang dalam bahasa Inggris digunakan istilah “track and field”. Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti perlombaan yang dilakukan di lintasan (track) dan di lapangan (field). Istilah “athletic” dalam bahasa Inggris dan “atletik” dalam bahasa jerman mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan, termasuk renang, bola basket, tenis, sepakbola, senam dan lain-lain.


    B. SEJARAH ATLETIK DUNIA

    Atletik berasal dari kata Yunani yaitu Atlon, Atlun yang berarti pertandingan atau perjuangan. Jadi atletik menurut Ensoklopedi Indonesia berarti Pertandingan dan Olah raga pada Atletik. Atletik yaitu suatu Cabang olah raga mempertandingkan Lari, Lompat, Jalan dan Lempar. Olah raga Atletik mula-mula di populerkan oleh bangsa Yunani kira-kira pada Abad ke-6 SM. Orang yang berjasa mempopulerkannya adalah Iccus dan Herodicus. Atletik yang terkenal sekarang sudah lain dari pada yang dilakukan oleh bangsa Yunani dulu. Tetapi walaupun demikian dasarnya tetap sama yaitu Berjalan, lari, lompat dan lempar. 

    Karena mempunyai berbagai unsur inilah atletik dikatakan sebagai ibu dari segala cabang Olah raga. Mengandung berbagai unsur gerakan sehari-hari.

    Pada zaman Primitif sangat penting artinya untuk mencari nafkah dan mempertahankan hidup. Mereka hidup dengan berburu binatang liar, diperlukan ketangkasan, kecepatan dan kekuatan. Pandangan hidup pada zaman itu adalah yang kuat yang berkuasa sehingga untuk dapat tetap hidup dan mempertahankan diri mereka harus berlatih jasmani.

    1) Atletik pada zaman kuno

    Lari sebagai olahraga dalam bentuk perlombaan sudah dikenal oleh bangsa Mesir Purba pada tahun 1500 SM, sedangkan bangsa Asyria Purba dan Babylonia Purba di Mesopotamia pada tahun 100 SM. Pada tahun 776 SM bangsa Yunani Purba sudah mengadakan pesta olahraga secara teratur dalam waktu yang telah ditentukan. Pesta olahraga tersebut mula-mula tidak dimaksudkan sebagai olahraga, tetapi sebagai upacara peringatan, yaitu memperingati orang-orang yang telah meninggal setelah masa 4 tahun. Orang Yunani mempunyai kepercayaan bahwa roh-roh yang telah meninggal, selalu mengembara kemana-mana ketempat kediamannya, dimana ia pernah hidup. 

    Roh-roh itu akan merasa gembira apabila melihat hal-hal yang menyenangkan hatinya ketika ia masih hidup. Oleh karena itu tiap 4 tahun sekali bangsa Yunani mengadakan pesta untuk menghormati leluhur dan dewa-dewanya.

    Dalam pesta tersebut diadakan permainan-permainan gerak badan yang oleh bangsa Yunani disebut Gymnastiek karena dilakukan dalam keadaan gymnos yang artinya telanjang. Dari Gymnastiek itulah terjadinya suatu pertandingan (athlon) yang sering disebut juga dengan Agonistik (kepandaian bergumul). Permainan yang terkenal dalam pesta tersebut diantaranya permainan yang disebut Pentathlon yaitu pertandingan lari,melompat,melempar lembing dan bergumul yang disatukan dalam suatu pertandingan olahraga. Pentathlon atau Panca lomba ini merupakan pertandingan yang utama didalam perlombaan nasional di Negeri Yunani waktu itu.

    Menurut para ahli sejarah , atletik sudah dilakukan di Negeri Yunani pada abad ke-6 sebelum nabi Isa AS lahir. Pendapat ini berdasarkan lukisan yang terdapat pada jambang-jambang zaman itu dan dari tulisan ahli filsafat yang bernama Xenophenes. 

    Perkembangan atletik pada waktu itu sangat erat hubungannya dengan perlombaan di Yunani yang mengalami Zaman keemasan kira-kira tahun 500-400 SM. Mulai dari itu munculnya dua orang bangsa Yunani yang bernama Iccus dan Herodicus yang disebut-sebut sebagai peletak dasar dari latihan yang mengkhususkan satu bagian atau satu nomor saja, seperti latihan untuk lari cepat, melempar dan melompat.

    Sampai abad ke-12 sesudah Masehi atletik belum banyak diketahui oleh masyarakat. Beberapa kejadian atau peristiwa yang diketahui adalah sebagai berikut :
    Ø Tahun 1154, Tanah-tanah yang terbuka di kota London dipergunakan oleh penduduknya untuk atletik.
    Ø Tahun 1330, Raja Inggris Edward III melarang rakyatnya melakukan atletik.
    Ø Tahun 1414, Raja Inggris mengizinkan lagi bagi rakyatnya untuk melakukan atletik.
    Ø Tahun 1917, Perkumpulan atletik yang pertama didirikan di negeri Inggris oleh Captain Mason. Perkumpulan ini bernama Necton Guild.
    Ø Tahun 1834, Syarat minimum untuk mengikuti pertandingan ditetapkan oleh suatu badan seperti : 440 yards – 60 detik ; 1 mil – 5 menit.
    Ø Tahun 1855, Buku atletik mengenai lari cepat , diterbitkan untuk pertama kalinya. Tanah-tanah yang terbuka di kota London dipergunakan oleh penduduknya untuk atletik.
    Tahun 1860 di San Fransisco didirikan suatu perkumpulan atletik yang bernama Olympiade Club, yang disebut sebagai perkumpulan yang pertama di Amerika. 

    Di Inggris kejuaraan atletik untuk pertama kalinya dilangsungkan pada tahun 1866. Sesudah itu atletik mulai tersebar keseluruh dunia. Kejuaraan atletik di Amerika Serikat di selenggarakan oleh New York Athletic Club dalam tahun 1868. Pada perlombaan ini atlet-atlet untuk pertama kalinya memperkenalkan Spikes (sepatu 14 berpaku) kepada dunia atletik di negeri Belanda, atletik telah diperlombakan pada tahun 1878 dan tahun 1901 didirikan suatu perkumpulan atletik seluruh Negara Belanda.

    C. MACAM – MACAM ATLETIK

    Antara lain adalah, jalan cepat, marathon, sprint, lari jarak jauh, lompat jauh, lombat gala, dan lain-lain.


    1) Lari Gawang

    Ø Pengertian Lari Gawang

    Lari gawang adalah salah satu nomor lari yang terdapat dalam cabang olahraga atletik. Secara bahasa lari gawang juga dapat diartikan sebagai lari cepat yang menempuh suatu jarak tertentu dengan melompati gawang sebagai rintangannya yang tingginya telah diatur dalam peraturan perlombaan. Gerakan lari gawang sedapat mungkin harus dilakukan seperti pada gerakan lari cepat. Nomor lari gawang terdiri atas lari gawang 100 m putra, dengan ketinggian gawang 3 kaki (1,067 m), 400 m putra dengan ketinggian gawang 0,914 m, sedangkan untuk lari gawang putri 100 m dengan ketinggian gawang 0,840 m, dan 400 m dengan ketinggian gawang 0,762 m.

    Ø Teknik Dasar Lari Gawang

    Untuk dapat melakukan lari gawang dengan baik dan benar, maka kita hasrus mengetahui terlebih dahulu teknik dasar dalam melakukan lari gawang, kita simak penjelasannya sebagai berikut.

    § Lari Gawang 100 Meter Putri dan 110 Meter Putra

    Berikut ini teknik dasar untuk melakukan lari gawang 100 meter untuk putri dan 110 meter untuk putra.

    a. Lari gawang dimulai dari start, yaitu menggunakan start jongkok.
    b. Berlari dengan cepat ke arah gawang, dengan posisi badan sedikit miring ke depan saat melompat dan kaki yang memimpin diluruskan.
    c. Posisi tangan pada sisi tubuh yang berlawanan dengan kaki yang memimpin, mengayun ke depan dan mengimbangi gerakan tubuh.
    d. Setelah melintasi gawang, menggerakkan kaki yang memimpin ke bawah, kembalilintasan, ke depan, dan ke arah gawang berikutnya.
    e. Kaki yang mengikuti dilangkahkan ke depan ke arah gawang berikutnya.
    f. Melakukan sprint dengan kuat dan cepat di antara gawang satu dengan gawang selanjutnya.
    g. Posisi bahu dan pinggul dijaga untuk tetap paralel dengan gawang, sedangkan posisi tubuh sedikit naikturun ketika melintasi gawang.
    h. Gerakan diakhiri pendaratan dimana posisi kaki diluruskan, sedangkan kaki belakang diangkat tinggi.


    2) Lompat Jangkit

    Ø Pengertian Lompat Jangkit
    Lompat Jangkit adalah suatu bentuk gerakan lompat yang merupakan rangkaian urutan gerak yang dilakukan dengan berjingkat, melangkah, dan melompat untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya. Lompat jangkit biasanya disebut lompat tiga (triple jump) karena lompat jangkit terdiri dari tiga urutan gerak yaitu gerak berjingkat, gerak melangkah, dan gerakan melompat itu sendiri. Tiga macam gerakan tersebut dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan dalam satu rangkaian.

    Ø Teknik Dasar Lompat Jangkit

    Teknik dasar merupakan gerak dasar yang harus dikuasai dalam belajar gerak, demikian juga kita harus belajar teknik dasar lompat jangkit agar dapat melakukan gerakan lompat jangkit dengan benar dan menghasilkan lompatan yang maksimal. Adapun teknik dasar lompat jangkit ada 4 macam yaitu:

    § Awalan (approach run)
    Cara melakukan awalan sama dengan lompat jauh yaitu dengan cara berlari pada lintasan secepat mungkin tanpa mengurangi ataupun merubah langkah.

    § Tolakan (take of)
    Tolakan pada lompat jangkit dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu:

    a. Tolakan pada waktu berjingkat
    Tolakan pada waktu berjingkat yaitu kaki penolak harus mendarat dengan aktif dan siap menendang, tolakan ke depan dan ke atas, jingkat dilakukan panjang dan datar.
    b. Tolakan pada waktu melangkah
    Tolakan ini dilakukan dengan cepat, ayunan paha, kaki bebas ke posisi horizontal. Saat gerak langkah posisi bertolak dipertahankan untuk mempersiapkan gerakan lompat.
    c. Tolakan pada waktu melompat
    menolak dengan cepat sambil mengayunkan paha kaki bebas ke posisi horizontal. Agar lompatannya jauh saat melayang dengan teknik melangkah dan mendaratlah dengan mengangkat lengan ke depan atas.

    § Saat Melayang di Udara

    Gerakan saat melayang diudara pada lompat jangkit seperti gerakan melayang pada lompat jauh gaya menggantung namun dapat juga gerakan diudara seperti lompat jauh gaya berjalan di udara, uang terpenting dari gerakan ini adalah agar tubuh selama mungkin berada di udara agar hasil lompatan semakin jauh.


    § Sikap mendarat
    Cara mendarat pada lompat jangkit sama dengan teknik pendaratan lompat jauh yaitu mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan dan ngeper. Posisi badan saat mendarat membungkuk ke depan, kepala merunduk dan kedua tangan ke depan rileks. Yang perlu diperhatikan pada saat Gerakan dan sikap mendarat adalah menjaga keseimbangan tubuh agar tidak terjengkang ke belakang.
    3) Tolak Peluru

    Ø Pengertian Tolak Peluru

    Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik dalam nomor lempar. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Peluru ini merupakan peralatan utama dalam olahraga ini. Bentuknya bulat seperti bola dan terbuat dari besi. Tolak peluru yaitu olahraga atletik dengan menggunakan peluru. Peluru dilempar dengan cara ditolakkan ke arah sasaran. Dalam melaksanakan tolakan, kamu dapat menggunakan gaya menyamping atau membelakangi sektor lemparan. 


    Berat peluru disesuaikan dengan penggunanya, antara lain:

    § Untuk senior putra = 7,257 kg
    § Untuk senior putri = 4 kg
    § Untuk junior putra = 5 kg
    § Untuk junior putri = 3 kg


    Ø Lapangan Tolak Peluru

    Konstruksi : Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok.

    Yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen ,aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih. 

    Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.


    § Cara memegang peluru

    Supaya dalam menolak peluru dapat berhasil secara maksimal dan tidak jatuh, maka perlu memperhatikan cara-cara memegang peluru dengan benar. Adapun cara memegang peluru, sebagai berikut.

    a. Peluru diletakkan pada telapak tangan dan dipegang jari-jari tangan.
    b. Peluru diletakkan di atas jari telunjuk, tengah, dan jari manis. Sedang ibu jari dan kelingking menahan peluru di samping.
    c. Peluru diletakkan di atas jari-jari, sedang ibu jari sebagai penahan.


    § Cara meletakkan peluru
    Setelah peluru dipegang dengan benar, kemudian peluru ditempelkan pada leher di bawah rahang dan didukung dengan tangan. Peluru bagian atas menempel pada dagu dan siku tidak lebih dari 90 derajat.


    § Cara menolak

    a. Persiapan
    Berdiri kangkang, rileks selebar bahu, posisi menyamping arah tolakan. Tangan kanan memegang peluru dan letakkan pada leher di bawah rahang dan menempel bahu. Siku tangan kiri dibengkokkan di depan dada. Pandangan ke arah tolakan.
    b. Gerakan
    Gunakan kaki yang terdekat dengan sektor lemparan sebagai kaki ayun untuk persiapan menolak. Pada saat kaki ayun di depan, putar pinggang ke arah sektor lemparan dan pinggul membantu untuk mendorong ke arah depan atas, dan tubuh condong ke depan. Pandangan tertuju ke arah tolakan
    c. Akhir
    Kaki kanan digerakkan ke depan menggantikan kaki kiri sebagai tumpuan. Kaki kiri lurus ke belakang dengan rileks, lutut kaki kanan agak ditekuk. Pandangan tertuju ke arah tolakan.


    § Gaya Tolakan

    Dalam tolak peluru ada 2 gaya tolakan yang dapat dilakukan, yaitu :
    a. Gaya ortodok/menyamping
    Gaya ortodok adalah suatu gerakan menolak pada cabang tolak peluru dan posisi tubuh menyampingi sector tolakan, gerakan ini juga disebut gaya menyamping. Cara melakukan tolakan :
    1. Posisi tubuh berdiri ditengah lapangan tolak dan menyampingi sector lemparan.
    2. Tangan kanan keatas sambil membawa peluru.
    3. Tangan ditekuk dan peluru diletakkan dileher tepatnya berada dibawah telinga.
    4. Kaki kanan dibuka selebar bahu.
    5. Condongkan badan kedepan.
    6. Ayunkan kaki kiri.
    7. Kaki kanan lompat dan geser kekiri.
    8. Lakukan tolakan dengan cara mendorong peluru (bukan lempar peluru).
    9. Kaki kanan melangkah kedepan sebagai gerak lanjutan.


    b. Gaya o’bryan

    Gaya o’bryan adalah suatu gerakan menolak pada cabang tolak peluru dan posisi tubuh membelakangi sector tolakan, gaya ini sering disebut sebagai gaya membelakangi. Cara melakukan tolakan :
    1. Posisi tubuh berdiri ditengah lapangan tolak peluru dan membelakangi sector lemparan.
    2. Tangan kanan keatas sambil membawa peluru.
    3. Tangan ditekuk dan peluru diletakkan dileher tepatnya berada dibawah telinga.
    4. Kaki kanan melangkah kedepan diikuti dengan condongan badan kedepan.
    5. Ayun kaki kiri.
    6. Kaki kanan digeser kebelakang.
    7. Kemudian putar tubuh dan lakukan tolakan.
    8. Kaki kanan melangkah kedepan sebagai gerak lanjutan.


    Ø Teknik Setelah Gerakan Akhir Menolak

    Teknik setelah gerakan akhir menolak, yaitu:
    o Setelah peluru lepas dari tangan, secepatnya kaki belakang diturunkan atau mendarat menempati tempat kaki depan/kaki tumpu dengan lutut agak dibengkokkan.
    o Selanjutnya kaki tumpu diangkat ke belakang lururs dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.
    o Badan condong ke samping kiri depan, dagu diangkat, pandangan ke arah jatuhnya peluru.
    o Tangan kanan dibengkokkan berada di depan sedikit agak ke bawah badan, tangan atau lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.


    Ø Kegagalan Tolakan Peluru
    § Menyentuh balok batas sebelah atas
    § Menyentuh tanah di luar lingkaran
    § Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah
    § Dipanggil selama 3 menit belum menolak
    § Peluru ditaruh di belakang kepala
    § Peluru jatuh di luar sektor lingkaran
    § Menginjak garis lingkaran lapangan
    § Keluar lewat depan garis lingkaran
    § Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang
    § Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan

    4) Lempar Lembing

    Ø Pengertian Lempar lembing
    Merupakan salah satu cabang olahraga atletik nomor lempar. Lembing adalah alat yang digunakan dalam olahraga ini. Alat ini berbentuk seperti tombak dengan sudut tajam di salah satu ujungnya. Pada dasarnya lempar lembing berarti melempar lembing dari tangan dengan sekuat tenaga untuk memperoleh jarak lemparan sejauh mungkin.

    Ø Teknik Dasar Lempar Lembing
    Dalam lempar lembing terdapat beberapa teknik dasar yang harus diketahui. Teknik dasar tersebut meliputi cara memegang, membawa, dan melempar lembing.

    § Memegang Lembing
    Cara memegang lembing yang biasa dilakukan para pelempar, yaitu cara Amerika dan cara Finlandia.

    a. Cara Amerika
    Pegang lembing di bagian belakang lilitan lembing dengan jari telunjuk melingkar di belakang lilitan dan ibu jari menekannya di bagian permukaan yang lain. Sementara itu, jari-jari lain turut melingkar di badan lembing dengan longgar.
    b. Cara Finlandia
    Pegang lembing pada bagian belakang lilitan dengan jari tengah dan ibu jari, sementara telunjuk berada sepanjang batang lembing dan agak serong ke arah yang wajar. Jari-jari lainnya turut melingkar di badan lembing dengan longgar. 


    § Membawa Lembing
    Ada tiga cara membawa lembing yang biasa digunakan pelempar saat melakukan awalan, di antaranya sebagai berikut.

    a. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke atas.
    b. Lembing dibawa di belakang badan sepanjang alur lengan dengan mata lembing menghadap ke arah depan serong ke atas.
    c. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke arah bawah.

    § Melempar Lembing
    Melempar lembing terbagi menjadi beberapa tahap yaitu awalan, lemparan, dan akhiran.
    a. Awalan

    Awalan berlari sambil membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, sikut menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap atas. Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Bagian terakhir awalan terdiri atas langkah silang (cross step). Pada bagian akhir dapat dilakukan langkah dengan beberapa cara berikut.

    1. Dengan jingkat (hop step)
    2. Dengan langkah silang di depan (cross step)
    3. Dengan langkah silang di belakang (rear cross step)


    Proses peralihan (cross step) dilakukan saat kaki diturunkan. Kedua bahu diputar perlahan ke arah kanan (bukan kidal), lengan kanan mulai bergerak dan diluruskan ke arah belakang dengan tubuh bagian atas condong ke belakang. Pandangan selalu melihat lurus ke depan


    b. Lemparan 

    Pada gerak melemparkan lembing, tarik bahu kanan dan lengan melakukan gerakan melempar melalui poros bahu dengan kuat ke depan-atas. Badan bergerak melewati kaki depan, lalu melepaskan lembing.


    c. Akhiran 
    Gerak akhir lemparan dilakukan dengan melangkahkan kaki ke depan untuk menyeimbangkan gerak agar tidak terjatuh dan tidak melebihi garis batas lemparan.


    Ø Bentuk Latihan Lempar Lembing 
    Berikut ini adalah bentuk-bentuk latihan yang dapat digunakan untuk melatih lempar lembing. Mintalah pengawasan dari guru Anda saat berlatih.

    § Melempar dari berdiri menghadap ke depan
    1. Pelempar berdiri menghadap ke depan dengan kaki terpisah selebar bahu.
    2. Lembing ditarik dan dipegang di atas kepala, menunjuk ke tanah dengan sudut runcing.
    3. Lembing dilemparkan untuk menancap di tanah 3–4 meter ke depan.

    § Melempar berdiri menghadap ke samping

    1. Pelempar berdiri dengan kaki 60–90 cm terpisah dengan kaki menunjuk lurus ke depan.
    2. Berat badan ada di belakang, pada kaki kanan.
    3. Kepala menghadap ke depan, sedangkan pinggang dan bahu menghadap ke samping.
    4. Lembing ditarik di mana mata lembing dekat dengan mata pelempar sebelah kanan.
    5. Telapak tangan kanan menghadap ke atas dan di atas garis bahu.
    6. Memulai gerakan dengan mengangkat sedikit kaki dari tanah, dan berat badan ada pada kaki kanan yang dibengkokkan sedikit.
    7. Dorong kaki kanan dengan kuat, berporos pada telapak kaki dan meletakkan kaki kiri di tanah dengan tumit lebih dulu.
    8. Pinggang akan memutar ke depan membentuk punggung melengkung, dengan bahu, lengan, dan tangan mengikuti.
    9. Selama melakukan seluruh gerakan melempar, siku harus dipertahankan selalu dekat dengan lembing. 


    § Peraturan Perlombaan Lempar Lembing
    Berikut ini beberapa peraturan yang diberlakukan dalam perlombaan lempar lembing.

    a. Lembing

    Lembing terbuat dari bambu dengan bagian ujung runcing yang terbuat dari logam. Lembing terdiri atas tiga bagian, yaitu mata lembing, badan lembing, dan pegangan lembing. Ukuran lembing yang digunakan untuk putra memiliki panjang 2,6–2,7 meter dan beratnya 800 gram. Sementara itu, lembing yang digunakan oleh putri memiliki panjang 2,2–2,3 meter dan beratnya 600 gram.

    b. Lapangan Lempar Lembing
    Berikut ini penjelasan tentang lapangan lempar lembing.

    1. Lintasan awal dibatasi oleh garis 5 cm dan terpisah 4 meter. Panjang lintasan minimal 30 m dan maksimal 36,5m.
    2. Lengkung lemparan dibuat dari kayu atau logam dan dicat putih selebar 7 cm. Lengkungan ini datar dengan tanah dan merupakan busur dari lingkaran yang berjari-jari 8 meter. Garis 1,5 meter terletak melilit titik pusat gravitasi lembing.
    3. Sudut lemparan dibentuk dari dua garis yang dibuat dari titik pusat lengkung-lemparan dengan sudut 29 derajat memotong kedua ujung lengkung lemparan, dengan tebal garis sektor 5 cm.


    c. Aturan Melempar

    Setiap atlet berhak melempar sebanyak 3 kali. Lemparan dilakukan dengan menggunakan satu tangan. Atlet akan didiskualifikasi karena hal-hal berikut.
    1. Lembing tidak dipegang pada pembalutnya.
    2. Setelah dipanggil 2 menit belum melempar.
    3. Menyentuh besi batas lemparan sebelah atas.
    4. Setelah melempar keluar lewat garis sektor lempar.
    5. Lembing jatuh di luar garis sektor lempar.
    6. Ujung lembing tidak membekas pada tanah.


    5) Estafet


    Lari ini berjarak 400 m. Lari estapet adalah lomba antar tim. Inilah satu-satunya lomba beregu yang ada di cabang atletik. Ada 4 orang atlet lari terpilih di setiap timnya. Pelari tercepat di tim tersebut akan mengambil posisi terakhir.
    Kondisi kritis kadang terjadi ketika seorang pelari memberikan tongkat kepada pelari berikutnya. Kalau tongkat tersebut terjatuh, maka sepersekian detik terbuang percuma.


    6) Lompat Gala

    Walaupun cabang atletik satu ini tidak terlalu terkenal, lompat gala mempunyai tingkat kesulitan khusus. Bila teknik melompat salah, gala yang dipakai dapat saja mengenai tubuh atlet yang bisa menyebabkan luka serius. Gala yang mempunyai panjang 4-5 meter terbuat dari fiberglass -dulunya terbuat dari bambu.
    Setiap pelompat mempunyai kesempatan tiga kali untuk melewati mistar yang dinaikan 8-15 cm. Bila lompatan ketiga gagal, maka pelompat tersebut didiskualifikasi.

    7) Maraton


    Olahraga atletik ini sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat. Saking terkenalnya olahraga yang biasanya menempuh jarak 42 km, 195 meter, sehingga ada perlombaan maraton yang mampu menyedot ribuan orang untuk menontonnya.

    Misalnya lomba maraton tahunan yang diselenggarakan di Boston, Massachusetts; London, Inggris; Berlin, Jerman; and New York. Hadiah yang disediakan oleh penyelenggara pun cukup menggiurkan. Bisa jutaan rupiah atau ribuan dolar Amerika.

    8) Sprint atau Lari Jarak Dekat

    Bila diadakan dalam ruangan, jarak yang ditempuh biasanya, 50 meter, 60 meter, 100 meter, 200 meter, 400 meter. Di luar ruangan, jarak yang ditempuh biasanya, 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Sprint merupakan olah raga utama di atletik. Begitu banyak sensasi yang terjadi di olah raga ini.

    Pemecahan rekor dunia yang mencapai di bawah 10 detik, benar-benar membuat mata para penonton tidak berkedip melihat para pelari tercepat dunia berlaga di arena lintasan lari.mTubuh-tubuh atlet yang tipis dengan rambut cepak untuk mempermudah aliran udara, pakaian khusus yang bisa membuat para pelari berlari lebih cepat dan cepat lagi, membuat sprint semakin tegang dan menantang untuk dilihat.

    9) Lompat Jauh

    Olah raga satu ini sebenarnya sangat sederhana. Tapi kenyataannya tidak mudah untuk melambungkan tubuh agar bisa mencapai jarak yang sejauh-jauhnya. Atlet lompat jauh berlari dari jarak 45 meter, lalu melompat ke lintasan yang telah ditentukan. Banyak atlet yang didiskualifikasi karena melewati garis lompatan.


    10) Jalan cepat


    Adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus lurus/ lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus.


    11) Event

    Ada variasi lain selain yang ditulis dibawah, tetapi lomba dengan panjang tidak biasa (contohnya 300m) dilangsungkan lebih jarang. Balapan yang tidak lazim biasanya digelar selama musim indoor karena lintasan 200m dalam riangan. Dengan pengecualian lari mil, lomba berdasarkan jarak kerajaan jarang sekali digelar di lintasan sejak kebanyakan lintasan diubah dari seperempat mil (402,3m) ke 400m. Hampir semua catatan rekor untuk jarak kerajaan tidak dilangsungkan kembali. Bagaimanapu, IAAF dalam buku rekornya masih memasukan rekor dunia mil (dipegang oleh Hicham El Guerroj dari Maroko dan Svetlana Masterkova dariRusia untuk wanita) karena perbedaan signifikan yang mendunia.

    § Event Lintasan –event lari di lintasan 400m.
    § Sprint: event yang termasuk 400m. Event yang umum adalah 60m (hanya didalam ruangan), 100m, 200m dan 400m.
    § Jarak Menengah: event dari 800m sampai 3000m, 800m, 1500m, satu mil dan 3000m.
    § Lari berintang – lomba (biasanya 300m) dimana pelarinya harus melewati rintangan seperti penghalang dan rintangan air.
    § jarak Jauh: berlari diatas 5000 m. Biasanya 5000 m dan 10000 m. yang kurang lazim ialah 1, 6, 12, 24 jam perlombaan.
    § Halang Rintang: 110 m halang rintang tinggi (100 m untuk wanita) dan 400 m halang rintang menengah (300 m di beberapa SMA).
    § Estafet: 4 x 100m estafet, 4 x 400 m estafet , 4 x 200 m estafet , 4 x 800 m estafet , dll. Beberapa event, seperti estafet medley, jarang dilangsungkan kecuali estafet karnaval besar.
    § Lari jalanan: dilangsungkan di jalanan terbuka, tapi biasanya diakhiri di lintasan. Event biasa adalah 5km, 10km, setengah marathon dan marathon.
    § lomba jalan cepat event biasa adalah 10km, 20 km dan 50 km.


    D. NOMOR – NOMOR YANG DI PERLOMBAKAN

    Dalam pertandingan - pertandingan resmi Olahraga atletik sering sekali diperlombakan. Karena atletik merupakan olah raga yang banyak dan sering di pelajari di sekolah - sekolah. Dalam olahraga atletik banyak nomor - nomor di lombakan. Cabang yang disebut induk atau ibu dari olahraga adalah atletik.

    Nomor yang diperlombakan dalam atletik ada beberapa macam, diantaranya adalah : lari, lempar, lompat, dan tolak. Nomor lari jarak pendek adalah 100, 200, 400 m, sedangkan jarak menengah yang dilombakan adalah 800 m dan 1500 m. Untuk jarak jauh adalah 300, 5000, 10000 m, dan marathon (42,195 km). Sedangkan untuk lempar adalah lempar cakram, lempar martil, untuk tolak adalah tolak peluru, dan lompat adalah lompat jauh, lompat tinggi, lompat galah, lompat jangkit.

    Dalam perlombaan lari jarak menengah, pelari menggunakan start melayang. Yang bukan merupakan faktor penting dalam berlatih lari jarak menengah adalah gaya. Lebar lintasan lempar lembing adalah 4 meter. Nomor lempar lembing disebut juga javelin throw. Yang membedakan gaya dalam lompat jauh adalah pada saat melayang di udara. Induk Organisasi Atletik Nasional adalah PASI.


    2.2 TOPIK II : BOLA BASKET

    A. SEJARAH

    Sejarah permainan bola basket ditemukan oleh seorang guru olahraga di perguruan tinggi di YMCA Springfield, Massachusetts bernama Dr. James Naismith. Awalnya naismit berusaha mencari permainan apa yang cocol untuk dilakukan saat musim dingin tiba, dan ia pun mencoba beberapa macam olahraga yang sudah ada pada masa itu. Semua olahraga ia telah coba dan menurutnya tidak ada yang pas dengan kriteria yang telah ia buat yaitu tidak membutuhkan benturan fisik yang sangat keras, menggunakan tangan unutk mengoper, menggiring dan memasukan bola, menggunakan bola yang besar, sasaran yang sempit dan masih banyak yang lainya.

    Naismith mencoba menyusun olahraga yang sesuai dengan keinginaannya dan terciptalah permainan yang bernama bola basket yang mempunyai makna bola dan basket (keranjang). Pada awal permainan naismith menggunakan bola yang berukuran besar dan satu buah keranjang.

    Perkembangan bola basket:
    Ø Tahun 1891 permainan bola basket ditemukan oleh Prof. doktor James A. Naismith
    Ø Tahun 1892 permainan bola basket pertama kali diperkenalkan di Amerika
    Ø Tahun 1894 peraturan permainan resmi bola basket dikeluarkan olah Prof. Dr. James A. Naismith dan Dr. Luther Gullick
    Ø Tahun 1895 kata basketball dimasukan ke dalam pembukuan bahasa Inggris
    Ø Tahun 1913 pertandingan kejuaraan bola basket Far Eastern pertama kali diadakan.
    Ø Tahun 1918 permainan bola basket diperkenalkan oleh tentara penduduk Amerika ke bebrapa negara Eropa
    Ø Tahun 1919 permainan bola basket adalah cabang olahraga yang termasuk dalam pertandingan Olympiade Militer di Joinville
    Ø Tahun 1932 bertempat di Jenewa Swiss kongres bola basket dilakukan pertama kali dan negara-negara yanghadir yaitu Italia, Yunani, Portugal, Argentina, Swiss, Cekoslowakia dan Rumania.
    Ø Tahun 1932 terbentuknya federasi bola basket internasional yaitu FIBA (Federation International de Basketball)
    Ø Tahun 1933 di kota Turin negara Italian pertama kali menyelenggarakan kejuaraan dunia bola basket antara mahasiswa
    Ø Tahun 1935 bola basket disetujui sebagai salah satu nomor pertandingan Olympiade dalam kongres komite internasional
    Ø Tahun 1936 Dalam Olympiade Berlin bola basket dipertandingkan pertama kali. Kompetisi Olympiade tersebut diikuti 22 negara
    Ø Tahun 1939 penemu permainan bola basket yaitu Prof. Dr. James A. Naismith meninggal dunia


    B. JUMLAH PEMAIN, LAPANGAN, WAKTU DAN UKURAN BOLA BASKET

    Ø Bentuk lapangan basket adalah persegi panya dan ukuran lapangan bola basket memiliki panjang 26 meter dan lebar 14 meter
    Ø Jumlah pemain basket adalah 5 orang
    Ø Dalam permainan basket ada 2 wasit. Wasit 1 adalah wasit utama dan wasit 2 adalah umpire
    Ø Waktu permainan bola basket adalah 4X10 menit. Diantar semua babak terdapat waktu istirahat yaitu 10 menit dan batas waktu untuk melakukan lempran ke dalam adalah 5 menit
    Ø Ukuran bola basket memiliki keliling 75 sampai 78 cm dan beratnya adalah 600 sampai 650 gram


    C. PERATURAN PERMAINAN BOLA BASKET

    Beberapa peraturan permainan bola basket yang harus dipatuhi oleh pemain dalam permainan bola basket
    Ø Melempar bola hanya boleh dilakukan dengan menggunakan satu tangan dan boleh juga menggunakan 2 tangan
    Ø Pemain tidak boleh membawa bola dalam keadaan sedang berlari
    Ø Tidak boleh melanggar peraturan pemain lain, seperti menarik kaos, memukul, menyeruduk dan menjegal pemain lawan dengan melakukan kontak fisik yang sangat keras.
    Ø Bila pemain melakukan pelanggaran 3 kali secara berurutan, maka lawan akan mendapatkan poin dari pelanggaran yang dibuat oleh pemain
    Ø Point akan didapat ketika bola sudah benar-benar masuk ke dalam keranjang
    Ø Wasit bertugas memimpin pertandingan dan memberikan peringatan kepada pemain jika terjadi pelanggaran
    Ø Tim yang mendapatkan poin di akhir permainan dan paling banyak maka akan memenangkan pertandingan


    D. TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET

    Dalam melakukan teknik dasar permainan bola basket dilakukan menggunakan kedua tangan saat sedang melakukan teknik dribbling, shooting, passing dan masih banyak lagi.

    Ø TEKNIK PASSING (MENGOPER BOLA)

    Passing adalah gerakan mengoper atau mengumpan bola kepada teman satu tim dengan menggunakan teknik-teknik tertentu. Beberapa teknik yang bisa digunakan saat melakukan passing yaitu melempar bola dari atas kepala (over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) dan melempar bola memantul ke tanah atau lantai (bounce pass).

    Ø TEKNIK DRIBBLING (MENGGIRING BOLA)

    Dribbling adalah membawa atau menggiring bola dari satu tempat menuju tempat lain dengan memantulkan bola ke lantai. Ada beberapa cara yang harus dipelajari saat melakukan dribble yaitu mempertahankan tubuh tetap rendah, posisi Kepala tegak, kombinasi kedua tangan, melindungi bola. Selanjtnya teknik-teknik dalam melakukan dribble yaitu dribble change of pace dribble, dribble low or control dribble, dribble high or speed dribble, dribble crossover dribble, dribble behind the back dribble, dribble between the legs dribble dan dribble spin dribble.

    Ø TEKNIK SHOOTING (MEMASUKAN BOLA)

    Shooting adalah memasukan bola ke dalam keranjang pertahanan lawan agar kita mendapatkan point dengan melakukan teknik-teknik tertentu. Bebebrapa teknik yang dapat dilakukan saat memasukan bola ke dalam keranjang lawan yaitu dengan set shoot, lay up, jump shoot, fade away, hook shot dan slam dunk.


    2.3 TOPIK III : SEPAK BOLA

    A. SEJARAH SEPAK BOLA

    Sepakbola adalah hasil proses panjang peradaban yang bisa ditelusuri di banyak tempat di bumi sejak sebelum Masehi. Maka jika Inggris pada 1996 itu dengan bangga pasang slogan Euro 96 – Football Comes Homes – apakah bukan kebanggaan berlebihan? Sebab permainan bola itu sudah amat tua.Era Mesir purba, misalnya, sudah mengenal bola dengan kain linen. Ini masih tersimpan di museum Inggris. Berbagai relief dinding di museum menunjukkan, permainan bola juga sudah dikenal di peradaban Yunani purba disebut episcuro.

    Pada relief itu terlukis anak muda memegang bola bundar dan memainkannya dengan paha. Sekitar abad kedua, episcuro hijrah ke Roma dan peradaban Romawi menyebutnya harpastum.Konon Julius Caesar suka permainan itu. Tapi Horatius dan Virgilius meremehkannya. Ovidius menyebut permainan itu brutal kasar mendekati biadab, maka tak cocok buat perempuan.Sampai abad ke-9 para intelektual era Yunani-Romawi tak sudi menyebut-nyebut permainan bola. Dianggap tidak bermutu.
    Tapi politik kolonial Romawi dalam rangka meluaskan kekuasaannya membawa serta permainan itu, sebagai “barang’’ sampingan, ke Eropa luar daratan alias Inggris. Jadi, bahkan hanya dalam bingkai Eropa dan sekitarnya, bola itu ternyata budaya impor bagi Inggris. Sifat impora itu makin menonjol jika kita telusuri keberadaan bola di belahan bumi yang lain.

    Di luar Eropa, sebelum Masehi di peradaban Aztek, Amerika Latin sudah mengenal bola. Di Tiongkok permainan bola sudah dikenal sejak 206 SM, disebut Tsu Chu, dan tersimpan di dokumen militer setebal 25 bab, pada zaman Dinasti Han. Tsu berarti “menghantam bola dengan kaki’’. Chu berarti “bola yang dibuat dari kulit dan diisi’’. Juga diinformasikan, pada 50 SM sudah ada tim bola Tiongkok yang berlatih di Jepang. Permainan itu penuh variasi permainan kaki, semacam sepakbola. Yang jelas, pada abad ke-5 di Tiongkok dipastikan sudah terdapat permainan bola bundar diisi rambut. Informasi sejarah bola dari Tiongkok itu bisa ditelusuri dari tulisan Li Ju, yang tersimpan di Museum Muenchen, Jerman. Di Jepang, permainan bola sudah dikenal sejak abad ke-8. Itu disebut Kemari; konon masih eksis sampai sekarang. 

    Bola itu bundar berisi udara, dibuat dari kulit kijang. Kemari itu bersangkut-paut dengan iman dan adat. Pemainnya delapan orang, berpakaian adat, bola tak boleh jatuh ke tanah. Bola dianggap matahari. Jika ia jatuh, akan terjadi bencana kegelapan – gelap dalam arti luas.Dalam pada itu, di Eropa daratan sendiri, bola baru dikenal pada abad ke-13, pada 1254, di Florence. Ia dianggap cikal bakal sepakbola modern. Sebab permainan itu, disebut calcio, sudah mengenal dua gawang dan jumlah pemain lima orang. 

    Dalam perkembangan kemudian, jumlah pemain meningkat jadi 11 orang. Saat itu sudah dikenal strategi permainan 1-2-3-5 yang mengambil alih strategi bertahan kavaleri. Itulah yang selanjutnya menjadi sistem sepakbola “konvensional’’. Permainan bola pada abad ke-13 dari Florence itu menjalar ke berbagai negara Eropa lain. Salah satunya Inggris. Khalayak antusias. Tapi sisi lain antusiasme adalah kerusuhan. Akibatnya, Raja Edward II pada 1314 melarang calcio tersebut.

    Oleh sang raja, calcio disebut football alias bola sepak atau sepakbola. Siapa masih main bola dengan kaki, demikian sabda sang paduka, akan dipenjarakan. Larangan itu membuat sibuk para ahli pikir. Ditafsirkan, kaki itu di tempat rendah, pantas jika dilarang. Jadi yang rendah itu harus ditinggikan. Maka uthak-athuk pikir itu lalu melahirkan permainan bola sundul, dengan kepala. Ini juga bikin heboh. Paling seru terjadi pada 1321. Akibatnya, ia juga dilarang! Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi beberapa pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika.

    Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa batasan umur.


    B. PENGERTIAN SEPAK BOLA

    Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. Dalam pertandingan, olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan. Masing-masing kelompok beranggotakan sebelas pemain, dan karenanya kelompok tersebut juga dinamakan kesebelasan.

    Lama permainan sepak bola normal adalah 2×45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit (kadang-kadang 10 menit). Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti.


    Ø Peraturan resmi sepak bola adalah:
    • Offside
    • Pelanggaran
    • Tendangan Bebas
    • Tendangan Penalti
    • Lemparan Dalam
    • Tendangan Gawang
    • Tendangan Sudut
    Selain peraturan-peraturan di atas, keputusan-keputusan Badan Asosiasi Sepak bola Internasional (IFAB) lainnya turut menambah peraturan dalam sepak bola. Peraturan-peraturan lengkapnya dapat ditemukan di situs web FIFA.


    Ø Lapangan permainan Sepak Bola dan Ukuran Bola
    - LAPANGAN
    1) Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m
    2) Garis batas: garis selebar … cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; … m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
    3) Daerah penalti: busur berukuran 18 m dari setiap pos
    4) Garis penalti: … m dari titik tengah garis gawang
    5) Garis penalti kedua: … m dari titik tengah garis gawang
    6) Zona pergantian: daerah … m (… m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
    7) Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m
    8) Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif


    -BOLA
    1) Ukuran: 68-70 cm
    2) Keliling:10 cm
    3) Berat: 410-450 gram
    4) Lambungan: 1000 cm pada pantulan pertama
    5) Bahan: karet atau karet sintetis (buatan)


    C. TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAK BOLA

    1. Menendang ( kicking )
    Menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan sepakbolayang paling dominan. Tujuan utama menendang bola adalah untuk mengumpan (passing), dan menembak kearah gawang (shooting at the goal). Dilihat dari perkenaan bagian kaki ke bola, menendang dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu Menendang dengan kaki bagian dalam, Menendang dengan kaki bagian luar, dan menendang dengan punggung kaki.

    a) Menendang dengan kaki bagian dalam
    Pada umumnya teknik ini digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya adalah sebagai berikut :
    § Badan menghadap sasaran di belakang bola.
    § Kaki tumpu berada disamping bola kurang lebih 15 cm, ujung kaki menghadap sasaran, lutut sedikit ditekuk.
    § Kaki tending ditarik kebelakang, dan ayunkan ke depan.
    § Setelah terjadi benturan dilanjutkan dengan Follow trow, ( gerakan lanjutan ).
    b) Menendang dengan kaki bagian luar
    Pada umumnya teknik menendang dengan kaki bagian luar digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya sebagai berikut :
    § Posisi badan dibelakang bola, kaki tumpu disamping belakang bola 25 cm,ujung kakimenghadap kesasaran, dan lutut sedikit ditekuk.
    § Kaki tendang berada di belakang bola, dengan ujung kaki menghadap ke dalam.
    § Kaki tendang ditarik kebelakang dan ayunkan kedepan.
    § Perkenaan bola tepat di punggung kakibagian luar, dan tepat pada tengah –tengah bola.
    § Gerakan lanjutan kaki tending diangkat serong kurang lebih 45 derajat menghadap sasaran.
    c) Menandang dengan punggung kaki
    Pada umumnya menendang dengan punggung kaki digunakan untuk menembak ke gawang atau shooting. Analisis gerakanya sebagai berikut :
    § Badan dibelakang bola sedikit condong kedepan, kaki tumpu diletakkan disamping bola dengan ujung kaki menghadap ke sasaran, kaki sedikit ditekuk.
    § Kaki tendang berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap kedepan / sasaran.
    § Kaki tendang tarik ke belakang dan ayunkan kedepan hingga mengenai bola.
    § Perkenaan kaki pada bola tepat pada punggung kaki penuh dsan tepatpada tengah – tengah bola.
    § Gerakan lanjut kaki tending diarahkan dan di angkat kearah sasaran.

    2. Menghentikan Bola ( Stopping )

    Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaanya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, yang termasuk di dalamnya adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk passing. Analisis gerakannya sebagai berikut:

    § Posisi badan segaris dengan datangnya bola.
    § Kaki tumpu mengarah pada bola dengan lutut sedikit ditekut.
    § Kaki penghenti diangkat sedikit deengan permukaan bagian dalam kaki dijulurkan kedepan segaris dengan datangnya bola.
    § Bola menyentuh kaki persis dibagian dalam/mata kaki.
    § Kaki penghenti mengikuti arah bola.
    Untuk teknik menghentikan bola masih terdapat banyak cara yang dapat dilakukan diantaranya yaitu menggunakan Punggung kaki, Paha, Dada, serta Kepala apabila memungkinkan.

    3. Menggiring Bola

    Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus – putus atau pelan, oleh karenanya bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring bola bertujuan antara lain untuk mendekati jarak kesasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan. Dibawah ini akan di jelaskan mengenai posisi tubuh saat menggiring bola dengan menggunakan kaki bagian dalam :

    § Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang bola.
    § Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak ditarik kebelakang hanya di ayunkan kedepan.
    § Diupayakan setiap melangkah, secara teratur bola disentuh/ didorong bergulir kedepan.
    § Bola bergulir harus selalu dekatdengan kaki agar bola dapat dikuasai
    § Pada waktu menggiring bolakedua lutut sedikit ditekuk untuk mempermudah penguasaan bola.
    § Pada saat kaki menyentuh bola, pendangan ke arah bola dan selanjutnya melihat situasi kelapangan.



    BAB III
    PENUTUP


    Segala sesuatu tidak akan menjadi kenyataan sebelum kita mengalami sendiri, demikian juga kreasi dan inovasi hanya akan menjadi Tulisan tidak bermakna diatas kertas sebelum direalisasikan didunia nyata, marilah kita bangun indonesia yang sehat dengan olahraga.

    A. KESIMPULAN

    Berdasarkan uraian diatas bahwa olahraga telah melakukan fungsinya. Namun demikian untuk terciptanya kemajuan di bidang olahraga, maka perlu ada peningkatan sistem penyelenggaraan yaitu selain memberikan layanan dalam bentuk UKM juga memberikan layanan dalam pertandingan. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Nasional untuk ikut menyehatkan kehidupan bangsa melalui olahraga basket yang tepat, cepat, akurat dan relatif dapat dijangkau oleh kebutuhan masyarakat dan diharapkan mampu menciptakan atlet – atlet professional khususnya pada cabang olahraga basket yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia.


    B. SARAN

    Supaya pertumbuhan dan perkembangan olahraga baik atletik, basket, maupun sepak bola berjalan dengan normal, maka sebagai olahragawan, harus memotivasi dan merangsang masyarakat umum (masyarakat/pelajar) dalam pertumbuhan dan perkembangan untuk mencintai olahraga supaya keingintahuan tentang dunia olahraga bertambah. Supaya generasi yang akan datang lebih optimal dalam bidang olahraga sehingga dalam era globalisasi ini bangsa kita tidak tertinggal perkembangannya dalam berbagai bidang terutama dalam bidang olahraga.



    DAFTAR PUSTAKA