Mengenal Peredaran Darah Besar dan Peredaran Darah Kecil

Daftar Isi [Tutup]
    Peredaran darah merupakan sebuah proses penting dalam memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Melalui peredaran darah, tubuh mendapatkan zat-zat yang diperlukan, serta dapat membuang zat-zat yang diperlukan tubuh, agar tidak mengancam kesehatan tubuh. Peredaran darah juga membantu dalam mengatur suhu tubuh, dan mendistribusikan hormon pada organ yang membutuhkannya. 

    Peredaran darah dapat berjalan dengan baik dan secara umum di kenal ada 2 peredaran darah yaitu peredaran darah besar dan kecil, tak lepas dari bantuan jantung. Jantung berdenyut untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Normalnya denyut jantung orang dewasa sekitar 72 denyut per menit.

    Denyutan ini melemah seiring bertambahnya usia dan saat seseorang dalam keadaan tidur. Peredaran darah terdiri dari pembuluh darah, sejumlah otot yang membantu berjalannya darah, jantung serta darah itu sendiri. Darah mengalir menjauh dari jantung untuk menuju ke seluruh bagian-bagian tubuh.

    Darah mengalir dari jantung sebelah kiri menuju ke oarta, oarta akan mengalirkan darah yang engandung oksigen ke arteri dari arteri darah akan melewarti arteriol yaitu pembuluh arteri terkecil. Darah yang membawa oksigen akan melepas oksigen ke seluruh tubuh untuk membantu proses metabolisme tubuh. Peredaran darah pada manusia berputar dua kali melewati jantung, hal ini dikarenakan peredaran darah manusia adalah peredaran darah ganda, yang terdiri dari peredran darah besar dan kecil.

    Darah peredaran ke tubuh manusia dibedakan menjadi dua yakni peredaran darah kecil dan peredaran darah besar, sehingga manusia dapat terus dialirkan darah karna darah memiliki fungsi bagi tubuh manusia. 

    Pada waktu serambi jantung mengembang, darah yang berasal dari pembuluh balik akan masuk ke jantung. Jika kedua serambi menguncup, darah akan menuju ke bilik. Pada waktu kedua bilik menguncup, darah akan keluar dan jantung menuju ke pembuluh nadi yang menyalurkan darah ke seluruh tubuh dan paru- paru. 

    Darah yang menuju ke seluruh tubuh akhirnya kembali ke jantung melalui pembuluh balik. Darah dari seluruh tubuh masuk ke jantung melalui serambi kanan, kemudian ke bilik kanan. Darah dari bilik kanan menuju ke paru-paru. Setelah mengikat oksigen, darah dan paru-paru mengalir kembali ke serambi kin jantung. Darah dan serambi kiri masuk ke bilik kiri dan keluar lagi menuju ke seluruh tubuh.

    Apa itu Peredaran Darah Besar dan Peredaran Darah Kecil

    Peredaran darah pada tubuh manusia dapat disebut peredaran darah rangkap atau peredaran darah ganda. Peredaran darah rangkap dibedakan menjadi peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.


    1. Peredaran Darah Kecil/Pendek/Pulmonal

    Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan lagi lagi ke jantung. Darah yang kaya karbon dioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah selanjutnya bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang lantas akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.

    Peredaran darah kecil disebut juga peredaran darah pulmonal. Sistem peredaran darah ini dimulai ketika darah di bilik kanan jantung yang rendah oksigen dipompa oleh arteri pulmonalis menuju paru-paru.

    Di sinilah karbondioksida yang ada dalam darah dilepaskan ke saluran paru, sementara oksigen yang baru masuk ke aliran darah. Lain hanya dengan darah yang mengandung oksigen, darah tersebut akan mengalir melalui vena paru-paru ke bilik kiri jantung. Setelah itu, akan dimulai kembali sistem peredaran darah besar.

    Proses peredaran darah tergoda terhitung oleh kecepatan aliran darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kinerja otot jantung, dan pembuluh darah. Pada kapiler terkandung spingter prakapiler menyesuaikan aliran darah ke kapiler:
    Bila spingter prakapiler berkontraksi, kapiler akan tertutup dan aliran darah yang melalui kapiler selanjutnya akan berkurang.

    Bila spingter prakapiler berelaksasi maka kapiler-kapiler yang bercabang dari pembuluh darah utama membuka dan darah mengalir ke kapiler.

    Pada vena sekiranya otot berkontraksi maka vena akan terperas dan kelepak yang terkandung terhadap jaringan akan bertindak sebagai katup satu arah yang menjaga agar darah mengalir hanya menuju ke jantung.

    Peredaran darah kecil atau peredaran darah pendek adalah peredaran darah yang dimulai dari bilik kanan jantung menuju ke paru-paru dan akhirnya kembali ke serambi kiri jantung. sistem peredaran darah kecil perjalanannya berawal dari bilik kanan jantung, bilik kanan akan mengeluarkan darah melewati arteri pulmonal yang memiliki cabang bernama arteriol, pembulih arteriol ini merupakan penghubung antara arteri pulmonan denga pembuluh kapiler pada paru-paru.

    Darah mengalir melewati pembuluh ini menuju jantung, sesampainya di jantung, jantung akan mengeluarkan karbondoksida dalam bentuk udara dan menghirup kembali udara yang mengandung oksigen. Oksigen yang dihirup oleh paru-paru akan dibawa ke vena pulmonal untuk di alirka ke serambi kiri dan akan menuju bikik kiri dengan melewati katup bikuspid, untuk menjalani kembali sistem peredaran darah besar.


    2. Peredaran Darah Besar/Panjang/Sistemik

    Peredaran darah besar merupakan peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik kiri jantung lalu diedarkan ke semua jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbon dioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang banyak mengandung karbon dioksida melalui vena dibawa menuju serambi kanan jantung.

    Sistem peredaran darah besar disebut juga peredaran darah sistemik. Sistem peredaran darah besar dimulai ketika bilik kiri jantung memompa darah yang mengandung oksigen dan nutrisi melalui aorta (arteri utama) ke seluruh tubuh.

    Ketika darah telah rendah oksigen atau hanya tersisa karbondioksida, maka darah akan terkumpul di pembuluh darah dan kembali ke bilik kanan jantung.

    Peredaran darah besar atau peredaran darah panjang adalah peredaran darah yang dimulai dari bilik kiri jantung menuju ke seluruh tubuh, kemudian kembali lagi ke serambi kanan jantung. sistem peredaran darah besar berawal dari jantung bagian bilik kiri yang mengeluarkan darah yang mengandung oksigen untuk diberikan pada oarta. Oarta akan mengalirkan darah ke arteri bagian atas dan arteri bagian bawah. 

    Pada proses ini jantung akan memompa lebih kuat untuk memberi tekanan lebih pada darah, tekanan ini di bantu oleh denyutan otot arteri yang terjadi di sepanjang perjalanan darah pada saluran ini. Setelah darah melakukan tugasnya mendistribusikan oksigen pada organ-organ di dalam tubuh dengan baik, darah akan memasuki arteriol untuk menuju pembuluh kapiler.

    Kesimpulan : Peredaran Darah

    Peredaran darah kecil : jantung (bilik kanan) => pembuluh nadi paru-paru => paru-paru => pembuluh balik paru-paru => jantung (serambi kiri ) 

    Peredaran darah besar : jantung (bilik kiri) aorta => pembuluh nadi => pembuluh kapiler => pembuluh balik => jantung (serambi kanan)


    Mengatasi Peredaran Darah yang Buruk

    Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi peredaran darah yang buruk. Namun, hal ini bergantung pada kondisi yang mendasarinya. Berikut cara yang dapat dilakukan:
    Jika kaki Anda bengkak atau sakit, gunakan kaos kaki kompresi yang dapat meringankan rasa sakitnya sekaligus melancarkan sirkulasi darah Anda.

    Ketika Anda terkena diabetes, maka kontrol gula darah Anda dengan mengonsumsi obat-obatan antidiabetes dan menjaga pola hidup sehat, yang meliputi olahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat yang rendah gula.

    JIka Anda memiliki varises, lakukanlah prosedur laser atau bedah vena endoskopi.

    Obat-obatan, seperti obat pengencer darah, mungkin akan diperlukan jika Anda mengalami masalah penggumpalan darah. Sebaiknya konsultasikan masalah ini kepada dokter sebelum mengonsumsinya.

    Anda juga bisa melakukan program khusus yang dianjurkan oleh dokter untuk meningkatkan peredaran darah.

    Selain itu, Anda juga bisa melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dengan berhenti merokok, diet, dan mengonsumsi makanan sehat. Peredaran darah yang buruk dapat dengan mudah diatasi jika dideteksi sedini mungkin.

    Gangguan yang Berhubungan dengan Darah


    a. Anemia

    Anemia adalah keadaan tubuh yang kekurangan hemoglobin. Kadar Hb normal adalah 12 –16 % dari sel darah merah. Jumlah sel darah merah normal 5 juta/mm3. Pada penderita anemia, kadar Hb kurang dari normal.

    b. Leukemia


    Leukemia adalah pertumbuhan sel-sel darah putih yang tidak normal. Jaringan yang seharusnya membentuk sel darah merah justru membentuk sel-sel darah putih. Akibatnya, jumlah sel darah putih melebihi normal sedangkan jumlah sel darah merah menurun.

    Leukemia disebut juga kanker darah. Banyaknya sel darah putih ini, menyebabkan sel darah putih menjadi “ganas’’. Sel darah putih ini dapat memakan sel-sel darah merah sehingga
    penderita dapat mengalami anemia akut.


    c. Thalasemia

    Penyakit keturunan di mana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dan sel darah merah. Akibatnya penderita mengalami anemia.


    d. AIDS (Acquired Immunodefciency Syndrome)

    Penyakit AIDS disebabkan oleh virus, yaitu HIV (Human Immunodefciency Virus) yang menyerang sel darah putih manusia. Pada pengidap penyakit AIDS, sel darah putihnya lebih cepat mati dan tidak berfungsi.


    Hal tersebut terjadi karena penyakit AIDS merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga kekebalan tubuh tidak berfungsi. Jika terkena infeksi atau suatu penyakit yang ringan sekalipun, sistem kekebalan tubuhnya tidak akan bekerja. Akhirnya penderita dapat mengalami kematian.

    Gangguan yang Berhubungan dengan Jantung dan Pembuluh Darah


    a. Penyakit Jantung

    Penyakit jantung biasanya terjadi karena terganggunya kerja jantung ketika memompa darah. Penyebabnya, antara lain kelebihan kolesterol. Kolesterol yang berlebihan akan menyumbat pembuluh nadi sehingga menghambat aliran darah.

    Penyebab lain adalah kegemukan (obesitas). Tubuh orang gemuk memiliki banyak lemak dan darahnya banyak mengandung kolesterol sehingga rawan penyumbatan pembuluh darah. Oleh sebab itu, kerja jantung menjadi lebih berat dalam memompa darah. Pada kasus gagal jantung terjadi penurunan kerja atau kontraksi jantung.

    Akibatnya, volume darah dalam jaringan tubuh kurang karena jantung tidak bisa memompa darah dalam jumlah yang semestinya. Gejala umum orang yang berpenyakit jantung adalah nyeri di bagian dada, sesak, dan cepat lelah.


    b. Tekanan Darah Rendah

    Penderita tekanan darah rendah memiliki tekanan darah yang berada di bawah batas normal. Sehingga pengembalian darah ke jantung menjadi berkurang akibat kerja jantung yang menurun.

    Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti saat kita melakukan perubahan posisi tubuh dari jongkok menjadi berdiri. Saat jongkok darah akan tertimbun di pembuluh balik pada kaki sehingga membuat pengembalian darah ke jantung menjadi lambat.

    Selain itu, gangguan ini juga bisa disebabkan oleh berkurangnya volume darah karena terjadi pendarahan atau muntaber. Gejala yang biasa dirasakan oleh penderita adalah pusing, lesu, penglihatan berkunang-kunang, dan sering pingsan.


    c. Tekanan Darah Tinggi

    Gejala penyakit ini adalah tekanan darah di atas normal. Jantung penderita bekerja lebih keras bahkan dapat memecahkan pembuluh darah. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan hal itu, namun diduga berhubungan dengan kelebihan kolesterol yang mengakibatkan menyempitnya pembuluh nadi.

    Penyebab lain adalah faktor keturunan, stres, usia, kebiasaan merokok, dan minuman yang mengandung alkohol.


    d. Varises

    Gejala varises berupa pembuluh balik yang melebar atau berkelok-kelok terutama pada kaki. Penyebabnya adalah kaki terlalu berat menahan beban misalnya karena hamil atau terlalu lama berdiri. Varises yang terjadi di daerah anus dinamakan ambeien.