close

DOWNLOAD MAKALAH INDUSTRI GAS

Daftar Isi [Tutup]


    MAKALAH INDUSTRI GAS



                                                                 
                                                           

       Disusun Oleh :
       Hamam Robiandani  (14.6.26-201.C.0145)



    PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
    SEKOLAH TINGGI TEKNIK WIWOROTOMO
    PURWOKERTO
    2017



    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang
                Gas merupakan faktor penunjang dalam berbagai kegiatan industri maupun rumah tangga. Pada perkembangannya, industri ini menjadi salah satu industri yang sangat vital. Semua orang membutuhkan gas baik untuk keperluan agrikultur, medis, hingga keperluan-keperluan khusus. Kebutuhan akan gas ini sangat vital, oleh karena itu perlu dipenuhi dengan tepat waktu oleh perusahan gas industri yang ada.

    Terbatasnya ketersediaan bahan bakar fosil melatar belakangi teknologi ini. Banyak dari kalangan ilmuwan meneliti dan mencari solusi dari keterbatasan teknologi berbahan bakar fosil. Akhirnya, Beberapa peneliti di Jepang telah berhasil membuat sebuah sel bahan bakar yang bisa merubah metana (komponen utama gas alam) menjadi metanol (bahan bakar yang lebih bermanfaat) pada temperatur sedang. Teknologi ini sangat berguna sekali mengingat sumber daya alamnya cukup melimpah dibandingkan dengan teknologi berbahan bakar fosil.

    Pertumbuhan perekonomian nasional yang tidak terlepas dari kontribusi kegiatan industri migas serta kebutuhan akses energi yang memadai tentunya menjadikan migas menjadi sektor industri yang bersifat sangat strategis dan penting. Industri migas dikategorikan dalam dua kategori yaitu industri hilir migas yang mencakup kegiatan pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga, sedangkan industri hulu migas meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Pengelolaan industri migas secara efisien dan transparan tentunya sangat penting bagi pemerintah dalam rangka mengamankan pendapatan dan belanja negara.

    1.2 Rumusan Masalah

           a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan definisi gas ?
           b. Apa saja jenis-jenis gas ?
           c. Bagaimana aplikasi pemanfaatan gas di Indonesia ?
           d. Apa saja produk utama gas Alam ?
           e. Apa saja produk industri gas ?
           f.  Perkembangan Industri LPG di Indonesia ?

    1.3 Tujuan Penulisan

    Untuk memenuhi tugas makalah kapita selekta sistem produksi.                                 
    Untuk mengetahui definisi gas
    Untuk mengetahui aplikasi pemanfaatan gas di Indonesia
    Untuk mengetahui apa saja produk gas alam

    BAB II
    PEMBAHASAN

    2.1 Definisi Gas

                Gas adalah suatu fase benda. Seperti cairan, gas mempunyai kemampuan untuk mengalir dan dapat berubah bentuk. Namun berbeda dari cairan, gas yang tak tertahan tidak mengisi suatu volume yang telah ditentukan, sebaliknya mereka mengembang dan mengisi ruang apapun dimana mereka berada. Tenaga gerak/energi kinetis dalam suatu gas adalah bentuk zat terhebat kedua (setelah plasma). Karena penambahan energi kinetis ini, atom-atom gas dan molekul sering memantul antara satu sama lain, apalagi jika energi kinetis ini semakin bertambah. Kata "gas" kemungkinan diciptakan oleh seorang kimiawan Flandria sebagai pengejaan ulang dari pelafalannya untuk kata Yunani, chaos (kekacauan).

    2.2 Jenis Gas

            a.      Gas bumi
    Gas bumi atau gas alam bukan saja merupakan gas bakar yang paling penting, tetapi juga merupakan bahan baku utama untuk berbagai sintesis kimia. Produk dari gas bumi yang terutama misalnya berbagai hidrokarbon dan LPG. Dengan semakin naiknya nilai minyak bumi, maka proses pemulihan hasil gas makin ditingkatkan.

    b.      Gas tanur kokas
    Gas tanur kokas dihasilkan dari hasil sampingan proses distilasi batubara. Biasanya gas jenis ini banyak digunakan dalam industri baja.

    c.       Gas produser
    Gas produser dihasilkan dengan cara melewatkan udara ke bahan karbon, misalnya batubara, dan dihasilkan karbon monoksida. Reaksinya eksotermis, dan dapat dituliskan 2C + O2 → 2CO. Nitrogen dalan udara tidak bereaksi dan larut dalam gas hasil, sehingga mengakibatkan nilai kalori gas menjadi rendah. Gas jenis ini biasa digunakan untuk tenaga turbin gas yang memang tidak memerlukan bahan bakar dengan nilai kalori tinggi, namun sebelumnya tar dari gas harus diambil terlebih dahulu.

    d.      Gas air (Gas biru)
    Gas air terkadang disebut juga dengan gas biru karena jika gas ini dibakar ia akan memberikan nyala yang berwarna biru. Gas ini dihasilkan dari reaksi antara uap air dengan batubara atau kokas pijar pada suhu di atas 1000 °C. Reaksi yang terjadi adalah:

    C + H2O → CO + H2
    C + 2H2O → CO2 + 2H2

    Nilai kalori dari gas ini masih rendah, dan biasanya untuk meningkatkannya ditambahkan minyak yang diatomisasikan ke dalam gas air panas. Hasilnya adalah berupa gas air berkarburasi dan mempunyai nilai kalor yang lebih tinggi.

    2.3 Aplikasi Pemanfaatan Gas di Indonesia

                Di Indonesia, BBG telah diuji coba oleh suatu tim evaluasi teknis Proyek Percontohan Bahan Bakar Gas dengan hasil baik dan laik untuk dipakai pada kendaraan transportasi. Segala merk/type kendaraan dapat menggunakan BBG, dengan memasang peralatan tambahan yang disebut 'Conversion Kit'. Bila diperlukan, kendaraan BBG dapat kembali menggunakan Bahan Bakar Minyak hanya dengan memutar tombol penyeleksi bahan bakar (2 sistem). Saat ini, Busway, beberapa operator Taksi, dan Bajaj rekondisi di Jakarta juga sudah menggunakan BBG.

    2.4 Produk Utama Gas Alam

    a.       LNG (Liquid Natural Gas)

    Karena gas sulit dipindahkan maka untuk trasnportasi gas dicairkan menjadi LNG, dengan adanya pencairan maka terjadi pengurangan volume 1/600 kali volume asal
    b.      CNG (Compressed Natural Gas)

    Gas dikirim dalam fasa gas yang dimampatkan pada tekanan relatif tinggi (biar hemat tempat), CNG lebih ringkas mata rantainya, karena tidak perlu dicairkan dulu, dan tidak perlu diregas kembali.
    c.       NGH (Natural Gas Hydrant)

    NGH (Natural Gas Hydrant) menunjukkan bahwa natural gas tersebut dikirim dalam bentuk padat berupa hydrant.

    2.5 Produk Gas Industri

    Oksigen dalam bentuk O2 dihasilkan dari air dengan menggunakan cyanobacteria, ganggang, dan tanaman saat melakukan fotosintesa, dan digunakan untuk pernafasan sel segala jenis kehidupan.

    2.6 Produk Industri Gas

    a)      Nitrogen (N2)

    Nitrogen (N2) adalah gas yang benar‐benar serba guna. Aplikasi Nitrogen didasarkan pada pemanfaatan dua prinsip dasar, baik sendiri maupun secara bersama‐sama, memanfaatkan rendahnya reaktivitas atau dinginnya Nitrogen

    dalam bentuk cairan kriogenik. Dalam bentuk cairan (dengan temperatur ‐196°C), Nitrogen dipergunakan untuk membekukan makanan, mendaur ulang material komposit, mengawetkan material biologi, sebagai pendingin dalam pengobatan rematik, atau sebagai refrigerant untuk cryosurgery. Nitrogen disebut juga "protective gas", karena ia menggantikan Oksigen dalam udara yang dapat merusak atau bahkan berbahaya untuk banyak proses. Dalam bentuk gas, Nitrogen digunakan sebagai gas inert oleh industri kimia, petrokimia dan agro industri, dan dipergunakan untuk pompa ban.

    b)      Argon

    Argon (Ar) bersifat dua setengah kali lebih mudah larut dalam air dibandingkan Nitrogen dan memiliki kelarutan mirip Oksigen. Argon tidak ber arna berwarna dan tidak berbau, baik dalam bentuk gas maupun cairan. Argon digunakan dalam bola lampu listrik dan juga digunakan sebagai gas pelindung inert untuk arc welding dan cutting. Argon dipandang sebagai gas yang lebih inert dibandingkan dengan Nitrogen. sebagai gas pelindung untuk produksi Titanium dan unsur reaktif lainnya, dan sebagai atmosfer pelindung untuk menumbuhkan
    silikon dan kristal Germanium.

    c)      Asetilen (C2H2)

    Asetilen (C2H2) adalah gas yang tidak berwarna, mudah terbakar, dengan bau mirip bawang putih. Asetilen adalah gas sintetis yang diproduksi dari reaksi Kalsium Karbid dengan air, dan disimpan dalam silinder yang berisi cairan Aseton. Asetilen banyak digunakan untuk pemotongan besi, pengelasan dan juga untuk mempercepat matangnya buah‐buahan.

    d)     Karbon Dioksida

    Karbon Dioksida adalah gas atmosferik yang terdiri dari dua atom Oksigen atom oksigen dan satu atom Karbon. Campuran kimia yang amat dikenal luas, sering disebut dengan rumus kimianya CO2. Karbon Dioksida adalah bagian

    dari atmosfer bumi, merupakan gas yang kita keluarkan pada saat bernafas dan digunakan oleh tanaman untuk fotosintesis. Ini adalah gas yang ditambahkan ke air untuk membuat air soda. PT Aneka Gas Industri memasok Karbon Dioksida dalam bentuk cairan maupun gas, dan juga dalam bentuk padatnya yang umumnya dikenal dengan nama dry ice (es kering).

    e)      Hidrogen

    Hidrogen (H2) pada suhu dan tekanan standar adalah gas diatomic yang tidak berwarna, tidak berbau, non‐metalik, dan mudah terbakar. Hidrogen adalah unsur yang paling ringan dan unsur yang paling banyak terdapat di alam. Hidrogen ada di air, di semua campuran organik dan di semua organisme hidup. Hidrogen mampu bereaksi secara kimiawi dengan hampir semua unsur lainnya. Hidrogen digunakan dalam hidrogenasi lemak dan minyak, dan juga digunakan dalam produksi Amonia, dan digunakan pada industri petrokimia (Hydro cracking), sebagai gas pengungkit, dan juga sebagai bahan bakar alternatif dan baru‐baru ini sebagai fuel cells.

    f)        Dry Ice
    Dry Ice (es kering) adalah Karbon Dioksida beku. Dry Ice amat berguna untuk pembekuan dan menjaga pembekuan karena temperaturnya yang sangat dingin yaitu: ‐78.5C atau ‐109.3F. Dry Ice banyak digunakan karena pembuatannya cukup sederhana dan mudah ditangani dengan menggunakan sarung tangan insulasi. Dry Ice berubah langsung dari bentuk solid menjadi gas  sublimasi dalam kondisi atmosfer normal tanpa melalui tahapan cairan basah. Karenanya dinamakan es kering.

    g)      Nitrous Oksida (N2O)
    Nitrous Oksida (N2O) adalah gas yang tidak berwarna, tidak terbakar, dengan bau yang sedikit manis. Gas ini dikenal juga dengan nama gas gelak karena bisa menimbulkan efek tertawa bagi orang yang menghirupnya. Nitrous Oksida digunakan dalam pembedahan dan kedokteran gigi untuk efek anestetis dan analgesik. Aneka Gas Industri memasok Nitrous Oksida dari pabrik di Surabaya.

    h)      Propane
    PT Aneka Gas Industri juga memasok propane, dengan tiga C Hidrokarbon. Propane kadang‐kadang didapat dari produk petroleum selama pemrosesan minyak atau gas alam. Propan adalah produk samping dari dua proses lainnya pemrosesan gas alam dan petroleum refining. Berbeda dengan gas alam, Propane lebih berat dari udara (1,5 kali lebih padat). Propane cair akan berubah menjadi uap pada tekanan atmosfer dan kelihatan memutih karena uap air yang terbentuk dari udara.

    2.7 Perkembangan Industri LPG Indonesia

                LPG merupakan gas hidrokarbon yang dicairkan dengan tekanan untuk memudahkan penyimpanan, pengangkutan dan penanganannya yang pada dasarnya terdiri atas Propana (C3), Butana (C4) atau campuran keduanya (Mix LPG) 2. LPG diperkenalkan oleh Pertamina pada tahun 1968. Selama ini masih banyak salah pengertian mengenai apa dan darimana sumber LPG diperoleh. Menurut arti harfiah kata, LPG merupakan singkatan dari Liquified Petroleum Gas yang artinya gas yang dicairkan pada tekanan tertentu yang diperoleh dari minyak bumi yang telah difraksionasi. Sehingga sumber utama penghasil LPG sebenarnya adalah minyak bumi, bukan gas bumi. LPG juga bisa dihasilkan dari gas bumi namun membutuhkan proses yang lebih rumit untuk mengolahnya menjadi LPG.

                Mengingat sumber utama LPG berasal dari minyak bumi mentah, maka produksi LPG terbesar dihasilkan dari lapangan minyak. Berkaitan dengan hal tersebut, maka kondisi faktual memperlihatkan bahwa pasokan dalam negeri tidak sepenuhnya bisa dipenuhi oleh pasokan dalam negeri. Untuk itu maka harus dilakukan upaya untuk meningkatkan produksi LPG domestik. Peningkatan produksiLPG tidak hanya diharapkan dari lapangan minyak mentah namun juga produksi LPG dari lapangan gas bumi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan ditetapkannya kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) kepada Kontraktor Production Sharing (KPS) lapangan gas bumi.

    Selama ini, produksi gas bumi potensial di Indonesia lebih banyak untuk pemenuhan ekspor. Dengan kebijakan 2 Pengertian LPG dalam PP No. 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi maka diharapkan terjadi peningkatan produksi LPG untuk pemenuhan kebutuhan domestik.


    2.8   Industri LPG Indonesia

             LPG dihasilkan baik dari lapangan minyak bumi maupun lapangan gas bumi. Dari lapangan minyak bumi kemudian LPG diolah di kilang minyak antara lain kilang Cilacap, Balongan, Balikpapan, Dumai dan Musi. Sedangkan lapangan gas bumi yang menghasilkan LPG di Indonesia adalah Tanjung Santan, Tanjung Jabung, Arar, Sumbagut, Mundu, Langkat, Musi Banyuasin (Plaju), Tugu Barat dan Limau Timur.

    2.9 Kondisi kerja di industri minyak dan gas di Indonesia

                Industri minyak dan gas menawarkan sejumlah pendapatan dan kondisi kerja yang terbaik di Indonesia. Sebuah survei yang dilakukan oleh majalah Warta Ekonomi  menunjukkan dua perusahaan besar di industri minyak dan gas di Indonesia masuk dalam jajaran sepuluh perusahaan dengan gaji dan kondisi kerja terbaik. Setelah bekerja selama lima tahun dengan posisi sebagai supervisor di Pertamina, seorang pekerja berkata bahwa kini ia memiliki sebuah rumah dan mobil.

    Pegawai Pertamina yang lain yang berkerja sebagai akuntan mengatakan memperoleh gaji sedikitnya Rp. 5 juta per bulan, serta tunjangan termasuk asuransi kesehatan. Berdasarkan hasil survei tersebut, 22,16 % responden mengatakan Pertamina sebagai perusahaan ideal karena besarnya gaji, karena perusahaan yang stabil (sebanyak 33,74 % responden) dan 15,57 % responden mengatakan karena menyediakan fasilitas kesejahteraan yang baik bagi pekerjanya. Berdasarkan survei yang sama kepada karyawan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), 33,12 % responden menyatakan CPI adalah perusahaan yang ideal karena perusahaan memberikan gaji yang tinggi, 32,47 % responden menyatakan karena citranya sebagai “perusahaan yang baik”, dan 11,69 % responden memuji jenjang karir yang ditawarkan oleh CPI. Tenaga kerja baru tanpa pengalaman di CPI mendapatkan gaji pokok sekitar antara Rp.7 juta hingga Rp. 11 juta per bulan, lebih tinggi dari standar upah di industri minyak dan gas di Indonesia.

    Industri minyak dan gas di Indonesia menentukan upah atau gaji pekerjanya ditingkat perusahaan. Tidak ada negosiasi di tingkat sektor mengenai upah di industri minyak dan gas Indonesia. Hal ini karena perusahaan minyak dan gas bermaksud menetapkan upah yang kompetitif dibandingkan perusahaan lain dalam rangka menarik tenaga kerja yang berkualitas. Ada kecenderungan perusahaan minyak dan gas menjaga informasi mengenai gaji dan upah sehingga mereka memiliki kendali yang lebih besar pada penentuan upah. Namun, upah untuk pekerja kontrak ditentukan pada tingkat yang rendah.

    Khususnya upah untuk pekerja produksi dan pemeliharaan ditetapkan tidak lebih tinggi pada upah minimum kabupaten atau propinsi. Menurut Ketua FS-KEP, pekerja kontrak di industri minyak dan gas Indonesia dibayar hanya sejumlah upah minimum kabupaten atau propinsi, dan tidak mendapat lembur, bonus, pensiun, jaminan sosial, jaminan kesehatan, asuransi, dan tunjangan-tunjangan lain sebagaimana yang didapatkan oleh pekerja tetap.
             
             
                                                                         
                                                                             BAB III
    PENUTUP

    3.1 Kesimpulan

                Industri LPG pada prinsipnya terbuka bagi siapa saja. Namun kemudian dengan besarnya nilai investasi yang diperlukan untuk masuk dalam pasar LPG dan beberapa kebijakan serta harga yang tidak ekonomis.mengakibatkan pelaku usaha menjadi sulit untuk masuk dalam industri LPG, baik untuk LPG subsidi maupun LPG Non subsidi. LPG merupakan industri yang saat ini masih terkonsentrasi dimana Pertamina sebagai satu-satunya pelaku usaha yang mempunyai akses hulu-hilir.
                Dengan fakta bahwa pasokan LPG domestik tidak mencukupi kebutuhan LPG selama ini (ketergantungan impor), maka Pemerintah seharusnya mengkaji lebih jauh terkait dengan kebijakan energi dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan domestik yang ada. Kalau LPG dianggap sebagai solusi energi terbaik, maka Pemerintah harus mempersiapkan seluruh infrastrukturnya dengan baik, sehingga kelangkaan dan kenaikan harga yang tinggi tidak terjadi lagi.

    3.2 Saran

                Melakukan pengawasan yang ketat terhadap pengelolaan pasar LPG, mengingat saat ini Pertamina hampir memonopoli pasar. Pengawasan dilakukan terhadap upaya pendistribusian LPG, khususnya yang bersubsidi, agar sampai ke tangan konsumen yang berhak dengan harga dan volume yang tepat. Pertamina harus diawasi untuk mampu menjamin ketersediaan pasokan LPG. Dalam hal inilah, maka perlu ditekankan perlunya penegakan hokum dengan sanksi yang tegas dan keras terhadap pelaku usaha yang melakukan pelanggaran.



    Daftar Pustaka

    www.chemeng.ui.ac.id/~wulan/Materi/lecture%20notes/gas.PDF
    www.bphmigas.go.id/p/bphmigaspages/tanya_jawab/gas.html
    http://smk3ae.wordpress.com/2009/03/15/bahan-bakar-gas-bbg/
    http://hiroadrian.wordpress.com/2008/05/26/bbg-bahan-bakar-gas-sebagai-solusi-hemat/
    http://www.akademik.unsri.ac.id/download/journal/files/gdj/PENGUJIAN%20TABUNG%2
    0BAHAN%20BAKAR%20GAS%20KENDARAAN%20BERMOTOR.pdf
    http://udarakota.bappenas.go.id/view.php?page=skdetail&id=2
    http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=9153
    http://www.chem-istry.
    org/artikel_kimia/kimia_material/cara_murah_mengkonversi_gas_menjadi_bahan_bakar/
    http://belajarkimia.com/mobil-berbahan-bakar-gas-hydrogen-bagaimana-bisa/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_bahan_bakar
    http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_gas
    http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar
    http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=8&ch=jsti&id=311
    http://id.wikipedia.org/wiki/Gas