close

15 Kata Kata Bijak Hindu Pilihan

Daftar Isi [Tutup]

    DEPELIAR – Kata Bijak terdiri dari dua kata yakni Kata dan Bijak. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kata artinya unsur bahasa yang diucapkan atau di tuliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang sanggup dipakai dalam bahasa. Sedangkan Bijak yaitu selalu memakai nalar budinya. (kbbi, kemdibud, 2018. Online)

    Dalam pedoman agama Hindu kata bijak sanggup diartikan kebaikan, tindakan yang tepat, santun, mengerti sopan santun dll. Kata bijak sering dipakai untuk mendeskripsikan seorang raja yang mempunyai kepemimpinan gemar memberi dan mulia. Misalnya, Sang Prabu yang Bijaksana. Berdasarkan potongan kata diatas, penulis sanggup menimpulkan bahwa kata bijak yaitu uangkapan kata-kata yang adil dan mulia serta sesuai wiweka.


    Adapun kata-kata bijak hindu yang penulis himpun dari banyak sekali sumber kitab suci veda yaitu sebagai berikut:

    Jangan mengajarkan pengetahua atau kesaktian kepada orang yang jahat atau congkak, ajarkanlah itu kepada orang-orang baik saja. (Niti Sastra. 4.22)

    Seorang pelajar wajib dengan tekun berusaha memperoleh kecakapan dan pengetahuan. Jika sudah berumur dua puluh tahun barulah boleh kawin. (Niti Sastra. 5.1)

    Anak yang durhaka sama denga pohon kering yang berada ditengah hutan. (Niti Sastra. 7.1)

    Kearifan kecerdikan itu, kalau dicampuri kotoran pikiran, tidakkan cemerlang keadaanya itu, menyerupai contohnya emas yang dilebur belum bersih, belum baik, alasannya yaitu lekatnya besi padanya, sehingga belum cemerlang cahayanya. (Scc. 510)

    Bagaikan api dalam rongga kayu, mengkremasi kayu itu tak tersisa, higienis seluruhnya hingga ke dahan-dahannya, batangnya dan akar-akarnya; demikian lekatnya nafsu birahi dalam hati, niscaya akan melenyabkan dharma, artha dan moksa; yang senantiasa berjalan bersama-sama; nafsu birahi dengan nafsu benci, selama nafsu birahi itu ada, sela itu pula ada kebencian. (Scc.444)

    Ia yang sanggup mengatasi naf** bira** dan amarah meraih kebahagiaan sejatih. (BG.5.23)

    (Para bijak) senantiasa menginspirasi awam untuk menunaikan kiprah kewajibanya dengan penuh dedikasi. Dengan cara inilah bangsa dan masyarakat berkembang. (Ath.19.41.1)

    Berkaryalah demi kejayaan bangsa dan sesame anak bangsa, walau mereka berbeda bahasa. Hormatilah iktikad dan impian mereka semua secara sebanding. (Ath.12.1.45)


    Intelegensi dan keyakinan yaitu sepasang dayung yang sanggup membantu para bijak mengarungi samudera kehidupan penuh tantangan… (SamaVeda.782)

    Seorang penembah sejati selalu berbicara dengan lembut dan penuh kepedulian terhadap orang lain. (SamaVeda.251)

    Bersikanlah hatimu dari rasa iri dan jauhilah kekerasan. (SamaVeda.274)

    Mereka yang hanya memikirkan laba materi, yang tidak membantu dalam hal peraihan kehidupan infinit dan kebahagian sejati, sungguh hidup dalam kegelapan. (Yajur Veda.40.9)

    Temukanlah keabadian yang sedang kamu cari di dalam dirimu sendiri. (Yajur Veda.32.11)

    Mereka (yakni orang-orang bijaksana) selamanya tetap waspada dan selalu memikirkan kesejahteraan langit dan bumi, bimbing ornag-orang yang tidak acuh (akan masalah-masalah dunia) untuk mencapai kemakmuran, persis menyerupai adanya bab yang dangkal di dalam dasar sungai (demikian juga halnya urusan-urusan dunia penuh denga bahaya), biar orang-orang bijaksana membimbing kami supaya kami sanggup mencapai tepi yang lainya dari sungai yang sangat lebar (dari urusan-urusan dunia). (Reg.7.60.7)

    Seperti hanya kusir yang cekatan memacu kuda-kudanya dengan tali-tali kendali, pikiran mengendalikan insan (dengan selalu memertahankan mereka di bawah pengaruhnya); pikiran ini tetap tinggal di dalam kalbu, ia paling cepat (dalam gerakan), cekatan, biar pikiranku itu mempunyai hasrat-hastrat luhur. (Yajur Veda. 34.6).


    Reff:


    Djapa, I Wayan.2012. Niti Sastra. Denpasar: Widya Dharma


    _. 1991. Sarasamuccaya. Jakarta: Yayasan Dharma Sarathi


    Sudharta, Tjok Rai. 2010. Mutiara Mutiara Kebijaksanaan Veda. Denpasar: Widya Dharma.


    Krishna, Anand. 2013. The Holy Vedas, Segenggam Permata Dari Veda Yang Mulia. Jaktim: Center For Vedic And Dharmic Studies.