Pegertian Samadhi Dan Jenis Jenisnya

Daftar Isi [Tutup]
    DEPELIAR – Secara etimologi Samadhi berasal dari Bahasa Sanskerta yang artinya “Konsenterasi” atau “Tak Terganggu”. Samadhi yaitu pencerahan pikiran secara menyeluruh pada sebuah obyek, dimana yang ada pada dikala itu hanyalah obyek lantaran subyeknya telah tenggelam. (Chawdhri.2003:183)

    Para Maharsi Advaita Vedanta memaparkan ada dua jenis Samadhi yaitu bergantung pada intensitas dan sifat dari konsentrasi. Keduanya dikenal masing-masing sebagai savikalpaka dan nirvikalpaka. Dalam savikalpaka Samadhi keadaan mental (vritti) mengambil bentuk Brahman dan bersandar padanya, tetapi pada dikala yang sama berusaha mempertahankan perbedaan dari yang mengetahui, pengetahuan dan obyek pengetahuan.

    Dalam nirvikalpaka Samadhi, peresapan sama sekali tidak meninggalkan kesadaran “Aku” pikiran benar-benar menyatu dengan brahman, menjadi satu dengannya, dan kehilangan semua perbedaan antara yang mengetahui, pengetahuan dan obyek pengetahuan. Nirvikalpaka Samadhi sanggup dianalogikan dengan gula yang dilarutkan kedalam air, tidak lagi dianggap berbeda dengan air dan tidak sanggup dipisahkan dari air, demikian juga keadaan mental di dalam nirvikalpaka Samadhi, mengambil bentuk Brahman, tidak dianggap berbeda dari Brahman dan tidak sanggup dipisahkan dari Brahman. Lalu Brahman atau sang diri, berada sendiri dan sinar dengan cahayanya sendiri. (Putra.2014: 114)

    Seseorang yang telah mencapai nirvikalpaka Samadhi akan menjadi maha tahu, alasannya yaitu pikirannya mengambil bentuk Brahman. Seseorang menjadi insan baru, yang benar-benar menjelma Brahman (pemikirannya). Sama halnya seorang yang tidur nyenyak tidak mengetahui obyek apapun. Selanjutnya, sehabis berdiri dari tidurnya nyenyak ia mewujudkan karakteristik sebelumnya.

    Dalam Yoga sutra Patanjali Samadhi bermakna hilangnya cittavrtti (gelombang/fluktuasi pikiran). Dhyana, tahapan sebelumnya, didefenisikan sebagai fatwa berkesinambungan gelombang pikiran bekerjasama dengan satu objek saja. Di dalam Samadhi objek kontemplasi saja yang bersinar dan Nampak seakan-akan bebas dari bentuk apa saja.

    Penjelasan diatas dianggap sebagai Samadhi kedua yang merupakan salah satu tahapan dalam yoga dan juga merupakan alat mencapai Samadhi yang utama. Pada Samadhi utama seseorang akan bebas dari gelombang pikiran. Keadaan menyerupai ini dikenal dengan asamprajnata Samadhi. Orang yang mencapai puncak ini akan mendapat kekuatan supernatural. Pembebasan (kaivalya) diaktualisasikan melalui Samadhi.

    Pengalaman dualism antara pelaku meditasi dan objek meditasi menciptakan keadaan menjadi sabija Samadhi. Dualism ini membentuk kegelapan (ketidaktahuan) spiritual. Hilangnya kegelapan (ketidaktahuan) pada dikala Samadhi disebut nirbija. Berdasarkan kesadaran obyek kontemplasi, damdhi disebut samprajnata, sedangkan dari savitarka hingga nirvitarka dan dari savicara hingga nirvicara, citta lebur dengan obyek meditasi pada tingkat yang lebih halus, hinga ia lebur secara total dan kehilangan kesadaran dirinya. Hilangnya citta dalam samprajnata merupakan tujuan utama dari Yoga.

    Dalam Yoga Darsana (Maswinara.2006:166), samadhi diartikan pemusatan pikiran terhadap obyek dengan intensitas konsentrasi sedemikian rupa sehingga menjadi obyek itu sendiri, dimana pikiran sepenuhnya bergabung dalam penyatuan dengan obyek yang dimeditasikan. Dikatakan bahwa dalam Samadhi, seorang Yogi akan memasuki ketenangan tertinggi yang tak tersentuh oleh suara-suara yang tak henti-hentinya, yang berasal dari luar, dan pikiran kehilangan fungsinya, dimana indra-indra terserap kedalam pikiran. 

    Secara umum Samadhi diartikan sebagai penyatuan Atman dan Brahman. Samadhi yaitu tahap selesai dari delapan Astangga Yoga yaitu Yama, Nyama, Asana, Pranayama Pratyahara, Dharana, Dhyana dan Samadhi. Dikatakan bahwa seseorang yang bisa mencapai tingkatan Samadhi akan mencapai jiwa mukti dan purna mukti yaitu kebahagian di dunia dan alam abadi sesuai dengan tujuan selesai dari agama Hindu yaitu Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma.

    Catatan: Dalam mencapai tingkat Samadhi harus melalui delapan tahapan yoga. Sebab jikalau tidak matang dalam setiap tahapan yoga maka sangat sulit untuk mencapai Samadhi. Disarankan untuk latihan sungguh-sungguh terutama dalam tahap yama nyama.

    Reff:
    Putu Putra, Ngakan. 2014. Atmabodha Pengetahuan Diri Untuk Kedamaian Teringgi (Sankaracharya). Jakarta: Media Hindu.
    Suamba, Putu. 2015. Yoga Sutra Patanjali Terjemahan Sanskerta-Indonesia. Denpasar: Widya Dharma, UHI
    Maswinara, I Wayan. 1999. Sistem Filsafat Hindu (Sarva Darsana Samgraha). Surabaya: Paramita
    Kondra, I Nengah. 2015. Kamus Istilah Dalam Agama Hindu. Bandung:_