Banner iklan disini

Pengertian Dan Makna Simbol Atribut Dewi Saraswati

Daftar Isi [Tutup]
    DEPELIAR  -- Secara etimologi Dewi Saraswati berasal dari dua kata yakni Dewi dan Saraswati. Dewi yaitu sosok wanita yang suci atau bentuk feminim dari kata Dewa yang biasa disebut sakti. Dan Saraswati dalam bahasa sanskerta yang terdiri dari kata “saras” yang berasal dari urat kata “sr” yang artinya mata air, sesuatu yang terus mengalir. Sedangkan “wati” artinya yang memiliki. Makara Saraswati sanggup diartikan sesuatu yang mempunyai sifat terus mengalir (air kehidupan dan Ilmu pengetahuan), (PHDI.2006. Online).

    Saraswati (Susila. Dkk. 2009) dijelaskna bahwa terdiri dari kata “Saras” yang artinya sesuatu yang mengalir, ucapan. Sedangkan “Wati” yang berarti memiliki. Makara Saraswati yakni sesuatu yang mempunyai sifat mengalir, sumber pengetahuan dan kebijaksanaan dengan gelar kehormatan-Nya yakni Dewi Saraswati, (Susila.dkk.2009:227).

    Kemudian Agastia (1997:6) menjelaskan bahwa Saraswati dalam bahasa sanskerta bermakna sesuatu yang mengalir, percakapan, kata-kata. Di dalam kitab suci weda dipuja sebagai dewi sungai dengan permohonan mendapat vitalitas hidup dan kesehatan. Posisinya sebagai Wach atau Dewa Kata-kata gres ditemui dalam kitab-kitab Brahmana, Ramayana, dan Mahabharata. Belakangan Saraswati dikenal sebagai “sakti” tuhan Brahma atau Dewi kata-kata atau Dewi Ilmu Pengetahuan. Nama lain dari Saraswati yakni Bharati, Brahmi, Putkari, Sarada, Wagiswari (John Dowson, 1979: 285; Davane, 1968).

    Di Bali, Dewi Saraswati disebut Hyangyangning Pangaweruh atau Dewa ning Pangaweruh yaitu tuhan yang menguasai ilmu pengetahuan yang linggastana di Aksara atau huruf. Dewi saraswati yang dipuja sebagai penguasa ilmu pengetahuan yang linggastana-Nya yakni aksara, mempunyai aneka macam keutamaan. Di dalam pustaka suci Weda terdapat beberapa puja dan kebanggaan mengenai keutamaan Beliau. Seperti contohnya dalam Reg Veda I.3.10 yang berbunyi demikian.

    “Pavaka nah Saraswati Vajebhir Vajinivari Yajnam vastu dhiyavasuh”

    Terjemahan:

    “Semoga Saraswati, yang menyucikan, yang amat kaya, yang mempunyai sumber ilmu pengetahuan, mendatangi persembahan kami”. (Agastia.1997:52)

    Arti Simbol Atribut Dewi Saraswati

    Di Indonesia, Dewi Saraswati digambarkan sebagai seorang puteri yang sangat Cantik, anggun dan menarik. Beliau membawa wina/rebab, ganitri, pustaka suci, teratai, duduk diatas bebek dan disampinynya terdapat burung merak (mayura). Adapun arti dan makna simbol-simbol tersebut sanggup dijelaskan sebagai berikut:
    1. Dewi, melambangkan kekuatan yang indah, dan lemah lembut.
    2. Ganitri melambangkan bahwa ilmu pengetahuan tidak ada habisnya untuk dipelajari sepanjang zaman.
    3. Pustaka suci melambangkan sarana untuk mengabadikan ilmu-ilmu tersebut, sehingga sanggup diwariskan ke generasi-generasi berikutnya.
    4. Wina/rebab melambangkan ilmu pengetahuan yang mempengaruhi  dan memperluas rasa estetika dan keindahan.
    5. Teratai melambangkan ilmu pengetahuan itu suci. Mengapa bunga teratai, lantaran meskipun tubuhnya di dalam lumpur, ia tetap bersih. Selain itu teratai atau Padma ini akarnya di tanah, batang daunya di air dan bunganya di udara, melambangkan kemampuan hidup di tiga alam (bhur-bhuah-swah).
    6. Angsa melambangkan kekuatan di tiga dunia (bhur-bhuah-swah), lantaran ia sanggup hidup pada ketiga unsur alam (di air, darat dan udara). Demikianlah ilmu-ilmu pengetahuan menguasai ketiga alam tersebut. Selain itu bebek juga melambangkan kearifan/kebijaksanaan untuk membedakan yang baik dan mana yang buruk. Meskipun ia mencari makan di tempat-tempat yang keruh, ia sanggup membedakann mana yang boleh ia makan dan mana yang tidak. Angsa juga peka terhadap rangsangan dari luar. Demikian diperlukan bagi mereka yang berilmu.
    7. Burung merak melambangkan kewibawaan. Burung merak itu memang terlihat anggun dan berwibawa. (Ngurah Nala dan Sudharta. 2009:177)

    Mengenai makna simbol-simbol dan atribut Dewi saraswati juga dijelaskan dalam Kamus Istila Dalam Agama Hindu (Kondra.2015:121-122). Dikatakan bahwa Hari Saraswati atau Hari Dewanya Ilmu Pengetahuan juga sebut hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati. Beliau dilambangkan dengan seorang Dewi membawa wina, genitri, pustaka suci, serta duduk diatas angsa. Adapun arti simbul-simbul tersebut antara lain:
    1. Dewi yakni simbol kekuatan yang indah, cantik, menarik, lemah lembut, dan mulia sebagaimana sifat dari ilmu pengetahuan itu.
    2. Alat Musik (wina) yakni simbul seni budaya yang agung.
    3. Genitri yakni simbul dari kekekalan dan tak terbatasnya ilmu pengetahuan itu.
    4. Pustaka Suci yakni simbul dari ilmu pengetahuan suci.
    5. Teratai yakni simbul kesucian ilmu pengetahuan yang bersumber dari Sang Hyang Widhi.
    6. Angsa yakni simbul dari kebijaksanaan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk.

    Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa ilmu-ilmu kesucian dan pengetahuan tidak ada habis-habisnya. Meskipun insan bisa mengumpulkan aneka macam ilmu sebanyak-banyaknya sepanjang hidupnya, tetapi itu hanya sekelumit saja dari yang ada. Makara kemampuan insan hanya terbatas. Oleh lantaran itu, janganlah insan menyia-nyiakan kehidupanya sebagai manusia. Kumpulkan sebanyak-banyaknya ilmu-ilmu yang menjadi minatnya, tidak hanya ketika insan masih dalam masa brahmacarya, tetapi seterusnya, sampai tiba saatnya ke asalnya.

     Semua pengetahuan kesucian dan ilmu pengetahuan yakni suci, sangat menarik, lemah-lembut, indah memperluas rasa aestetika, mengasah akal/kecerdasan, mempertinggi kemampuan bertindak arif/bijaksana, mendidik, berwibawa, sanggup diteruskan ke generasi-generasi yang akan datang, tidak ada habis-habisnya sepanjang saman. Dengan demikian diharapkan, insan akan makin bisa mewujudkan kehidupan Jagadhita tersebut.


    Referensi:
    Agastia. 1997. Saraswati Simbol Penyadaran dan Pencerahan. Denpasar: Warta Hindu Dharma.
    Kondra, I Nengah. 2015. Kamus Istilah Dalam Agama Hindu. ….:…
    Ngurah Nala, I Gusti dan Sudharta, Tjokorda Rai. 2009. Sanatana Hindu Dharma. Denpasar: Widya Dharma.
    Susila, I Nyoman. Dkk. 2009. Materi Pokok Acara Agama Hindu Modul 1-9. Jakarta: Depag RI Bimas Hindu