Sinopsis dan Resensi Novel Sang Pemimpi

Daftar Isi [Tutup]

     


    Deskripsi Novel


    Sang Pemimpi ialahmerupakan buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Buku inimenceritakan kisah kehidupannya di Pulau belitong yang dililit kemiskinan. Tapi ada tiga remaja SMA Bukan Main yang beranganangan untuk melanjutkan sekolah sampai ke Perancis menjelajah Eropa sampai ke Afrika. Ikal, Arai dan Jimbron, mereka ialah para pemimpi-pemimpi itu.

    Judul:
    Sang Pemimpi

    isi Sinopsis:
    sinopsis sendiri

    Panjang Sinopsis:
    1790 kata

    Kualitas Buku:
    Publisher Quality

    Jumlah Halaman:
    292, X Pages

    ISBN:
    979-3062-92-4

    Penerbit:
    Bentang Pustaka

    tahun terbit:
    2007

    Tahun Hak Cipta:
    2007

    Hak Cipta Oleh:
    Bentang Pustaka

    Bahasa:
    Indonesia

    Genre:
    Pendidikan

    Diposting oleh:
    Admin Unikmahasiswa

    Sinopsis dan Resensi Sang Pemimpi (156 reviews)

    4,9

    Resensi Novel Sang Pemimpin


    Sang Pemimpi merupakan buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Buku ini menceritakan kisah kehidupannya di Pulau belitong yang dililit kemiskinan. Tapi ada tiga remaja SMA Bukan Main yang beranganangan untuk melanjutkan sekolah sampai ke Perancis menjelajah Eropa sampai ke Afrika. Ikal, Arai dan Jimbron, mereka ialahmerupakan para pemimpipemimpi itu.

    Pada bab pertama buku ini, Andrea menyebutkan bahwa dirinya yang dipanggil Ikal dan kedua sahabatnya, Arai dan Jimbron ialah tiga remaja yang bandel sehingga mereka amat dibenci oleh Pak Mustar, tokoh antagonis dalam buku ini, adalah seorang Wakil Kepala SMA Bukan Main itu sendiri. Tapi beda halnya dengan sang Kepala Sekolah, Pak Balia ialah cermin guru teladan. Pak Belia lah yang sudah memberikan mimpi-mimpi terhadap murid-muridnya khususnya terhadap Ikal, Arai dan Jimbron. “ Jelajahi kemegahan Eropa hingga ke Afrika yang eksotis. Dapatkan berliannya kultur hingga ke Perancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Satre, Louis Pasteur, Montesquieu, Voltaire. Di sanalah orang belajar science, sastra, dan seni sampai mengubah peradaban…”, itulah katakata yang acap kali disuarakan Pak Balia. Pak Balia juga orang yang tegas, hal ini ditunjukkan saat beliau mandapat Pak Mustar yang mengharapkan si kecilnya dengan NEM 41,75 untuk masuk ke SMA itu,  NEM minimal untuk diterimanya seorang siswa seharusnya mesti 42.  tanpa Pak Mustar, SMA ini tak akan ada.

    Tapi pada bab-bab selanjutnya pembaca akan memperhatikan potongan-potongan kisah yang seperti berdiri sendiri, sehingga seolah-olah Andrea cuma membikin cerpen-cerpen dalam satu buku. Tetapi senya pada tiap bab, mulai permulaan sampai akhir, mempunyai relasi yang amat erat. Menurut mozaik-mozaik dalam kehidupan. Saat buku ini, Arai ialah si kecil yang orang melayu disebut simpai keramat, adalah keturunan terakhir dari suatu klan sebab orang tua Arai telah meninggal. Arai mulai diasuh keluarga Ikal yang sebab memang masih punya kekerabatan darah yang cukup jauh. Sampai itu ia masih seusia Ikal adalah kelas 3 SD di suatu petang yang mengiriskan hati. Bagaimana tidak, umur semuda itu telah mendapatkan nasib setragis itu, apalagi ia menerimanya dengan sabar. hingga Ikal dan ayahnya tak kuat membendung tangis, bahkan Ikal yang harus menghibur Arai malahan dihibur oleh Arai.

    Arai  merupakan si kecil yang mempunyai karisma apalagi di matanya, mungkin itu sebagai kompensasi sebab nasibnya. Malahan juga mempunyai hati yang lembut, menyenangi membantu tanpa banyak bicara, sering kali memberi kejutan, masukannya senantiasa nyeleneh, ia  ialah artis sehari-hari tetapi dia tidak seperti itu tampan namun ia mempunyai otak yang cerdas dan senantiasa berkeinginan tahu. Arai juga sering kali membantu Ikal dan senantiasa membesarkan hatinya. Pernah dahulu Ikal menggunakan contoh rambut belah tengahnya Koes Plus dengan amat konyol dan ditertawakan oleh abanga-bangnya, namun Arai konsisten membelanya. Arai pernah memarahinya karenan kekeliruan Ikal sendiri. “Kita takkan pernah mendahului nasib!”, “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati…”, itulah kata-kata yang diungkapkannya  terhadap Ikal ketika Ikal stop untuk khayal dan bercitacita sehingga nilainya merosot jauh.

    Nasib Jimbron nyaris sama dengan Arai, bahkan lebih memprihatinkan. Saat Ikal, siapa saja yang memperhatikan Jimbron akan merasa berkeinginan melindunginya, apalagi tahu kalau sekiranya dia gagap dalam berdialog. Tetapi yang paling tragis dari kisah Jimbron ialah saat dia masih kecil. ketika itu, sebagian waktu sesudah ibunya meninggal, Jimbron di bonceng ayahnya memakai sepeda. Di tengah jalan ayahnya tibatiba terkena serangan jantung. Jimbron yang masih amat kecil itu bingung mencari pertolongan dan alhasil diboncengnya sendiri ayahnya yang sekarat itu ke puskesmas terdekat. Namun ketika sesudah tiba di Puskesmas, ayahnya meninggal. Mulai ketika itulah Jimbron gagap dalam berdialog

    Novel yang disampaikan dengan bahasa yang menawan ini sanggup menyihir pembaca sehingga pembaca bias turutikut serta menikmati kebahagiaan, motivasi keputusasaan dan duka. Tetapi  buku ini mempunyai lelucon-lelucon yang tak umum, cerdas dan pasti akan membikin pembaca ngakak. Dengan membaca buku ini Anda akan mengenal bahwa Andrea Hirata mempunyai pribadi yang cerdas dalam mengolah kata-kata dan mempunyai wawasan yang amat luas.

    Novel Sang Pemimpi mengisahkan tentang suatu kehidupan tiga orang anak Melayu Belitong yakni Ikal, Arai, dan Jimbron yang sarat dengan tantangan, pengorbanan dan lika-liku kehidupan yang memesona sampai-sampai kita bakal percaya bakal adanya tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan dominasi Allah. Ikal, Arai, dan Jimbron berusaha demi menuntut ilmu di SMA Negeri Bukan Main yang jauh dari kampungnya. Mereka bermukim di di antara los di pasar kumuh Magai Pulau Belitong bekerja sebagai kuli ngambat guna tetap hidup seraya belajar.

    Ada Pak Balia yang baik dan bijaksana, beliau seorang Kepala Sekolah sekaligus melatih kesusastraan di SMA Negeri Bukan Main, dalam novel ini pun ada Pak Mustar yang paling antagonis dan ditakuti siswa, beliau pulang menjadi galak sebab anak pria kesayangannya tidak diterima di SMA yang dirintisnya ini. Sebab NEM anaknya ini tidak cukup 0,25 dari batas minimal. Bayangkan 0,25 kriterianya 42, NEM anaknya melulu 41,75. Ikal, Arai, dan Jimbron pernah dihukum oleh Pak Mustar sebab telah menyaksikan film di bioskop dan ketentuan ini larangan untuk siswa SMA Negeri Bukan Main. Pada apel Senin pagi mereka barisnya dipisahkan, dan mendapat hukuman berakting di lapangan sekolah serta mencuci WC.

    Ikal dan Arai bertalian darah. Nenek Arai ialah adik kandung kakek Ikal dari pihak ibu,ketika ruang belajar 1 SD ibu Arai wafat dan ayahmya pun wafat saat Arai ruang belajar 3 sampai-sampai di dusun Melayu dinamakan Simpai Keramat. Sedangkan Jimbron bicaranya gagap sebab dulu bareng ayahnya bepergian naik sepeda tiba-tiba ayahnya kena serangan jantung dan Jimbron pontang-panting membawa ayahnya panik. Ia sangat hendak sekali sekali dengan kuda, segala macam kuda ia tahu. Ayah Ikal bekerja di PN Timah Belitong, ayahnya pendiam namun kasih sayangnya paling besar, dia bersepeda ke Magai 30 kilometer melulu untuk memungut rapot anaknya di SMA Negeri Bukan Main. Dan ibu Ikal menyiapkan baju safari ayah dengan mengobarkan setrika arang dan gesit memercikan air pandan dan bunga kenanga yang sudah direndam semalam.

    Ketika belajar di lapangan sekolah Pak Mustar berbicara : “Jelajahi kemegahan Eropa hingga ke Afrika yang eksotis. Temukan berliannya kebiasaan sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Sartre, Louis Pasteur, Montesquieu, Voltaire. Disanalah orang belajar science, sastar, dan seni sampai mengganti peradaban”. Ikal dan Arai tak berkedip saat Pak Balia menunjukkan gambar yang terlihat seorang pelukis dibelakang kanvas berdiri menjulang Menara Eiffel yang menunduk menyuruh Sungai Seine supaya membelah diri menjadi dua tepat dikaki-kakinya.

    Saat itulah mereka mengkristalkan asa agung dengan statement yang paling ambisius : Cita-cita kami ialah kami hendak sekolah ke Prancis! Ingin menginjakan kaki di altar suci almamater Sorbonne, hendak menjelajah Eropa hingga ke Afrika. Dengan perjuangan hidup harus serba terbatas dan tidak sedikit rintangan Ikal dan Arai kesudahannya diterima kuliah di Universite de Paris, Sorbonne, Prancis. Sedangkan Jimbron tetap di Belitong mengurusi kuda kepunyaan capo.

    Sinopsis Novel Sang Pemimpi


    Novel Sang Pemimpi mengisahkan tentang suatu kehidupan tiga orang anak Melayu Belitong yakni Ikal, Arai, dan Jimbron yang sarat dengan tantangan, pengorbanan dan lika-liku kehidupan yang memesona sampai-sampai kita bakal percaya bakal adanya tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan dominasi Allah. Ikal, Arai, dan Jimbron berusaha demi menuntut ilmu di SMA Negeri Bukan Main yang jauh dari kampungnya. Mereka bermukim di di antara los di pasar kumuh Magai Pulau Belitong bekerja sebagai kuli
    ngambat guna tetap hidup seraya belajar. Ada Pak Balia yang baik dan bijaksana, beliau seorang Kepala Sekolah sekaligus melatih kesusastraan di SMA Negeri Bukan Main, dalam novel ini pun ada Pak Mustar yang paling antagonis dan ditakuti siswa, beliau pulang menjadi galak sebab anak pria kesayangannya tidak diterima di SMA yang dirintisnya ini. Sebab NEM anaknya ini tidak cukup 0,25 dari batas minimal.

    Bayangkan 0,25 kriterianya 42, NEM anaknya melulu 41,75. Ikal, Arai, dan Jimbron pernah dihukum oleh Pak Mustar sebab telah menyaksikan film di bioskop dan ketentuan ini larangan untuk siswa SMA Negeri Bukan Main. Pada apel Senin pagi mereka barisnya dipisahkan, dan mendapat hukuman berakting di lapangan sekolah serta mencuci WC. Ikal dan Arai bertalian darah. Nenek Arai ialah adik kandung kakek Ikal dari pihak ibu,ketika ruang belajar 1 SD ibu Arai wafat dan ayahmya pun wafat saat Arai ruang belajar 3 sampai-sampai di dusun Melayu dinamakan Simpai Keramat. Sedangkan Jimbron bicaranya gagap sebab dulu bareng ayahnya.

    Kisah dalam novel ini dibuka dengan kehidupan figur ikal di Belitong pada ketika ia masih SMA. Ia bareng saudara jauhnya yaitu Ikal menjalani masa SMA yang mengasyikkan meski berat karena tuntutan ekonomi menciptakan mereka dewasa sebelum waktunya. Bagi tetap besekolah dan hidup, dua-duanya bekerja sebagai kuli di suatu pelabuhan ikan. Waktu kerja mereka pagi-pagi sekali sehingga masa-masa sekolah tidak terganggu. Kegigihan mereka pada kesudahannya terbayar ketika mereka dewasa kelak. Ikal sendiri sukses mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia, sedangkan Arai yang pada kesudahannya kuliah di Kalimantan, menjadi seorang berpengalaman biologi.

    Di samping Ikal dan Arai, ada figur sentral berbeda dalam novel Sang Pemimpi ini. Ia ialah Jimbron. Ia sendiri ialah anak yatim piatu yang diceritakan dirawat oleh seseorang yang nama Geovanny. Ia berwajah bayi dengan tubuh gembur. Pemikirannya lurus, ingin naïf dan polos. Jimbron sangat menyenangi kuda dan tahu seluk beluk fauna tangkas tersebut. Jimbron menjadi perekat hubungan Ikal dan Arai, oleh karena keluguannya, ia gampang disayangi dan mendapat simpati. Persahabatan mereka pun tentang bagaimana mengayomi Jimbron. Namun, selepas SMA, ketiga kawan ini berpisah. Mereka bertolak belakang rute dan diceraikan kota.

    Ada tidak sedikit tokoh penolong lainnya dalam kisah ini antara beda Pak Mustar, Pak Drs. Julian Ichsan Balia, Nurmalala, Lakshmi, Taikong Hamim, Bang Zaitun dan masih tidak sedikit lagi lainnya. Kesemua figur ini mengecat dinamika perjuangan Arai pun Ikal meraih mimpi. Novel ini unik dengan bahasa yang tentu rapi khas Andrea Hirata. Meski memang tak sefeonomenas Laskar Pelangi, tetapi Sang Pemimpi ini seperti suatu “penuntasan” dari apa yang dikosongkan Laskar Pelangi. Sama seperti kisah tetralogi lainnya, ketika Anda membaca buku kesatu, maka seyogyanya Anda pun menuntaskkan novel lanjutannya.

    Kelebihan Novel Sang Pemimpi


    Banyak kelebihan-kelebihan yang didapat dalam novel ini. Mulai dari segi kekayaan bahasa sampai energi alur yang mengajak pembaca masuk dalam cerita sampai menikmati setiaptiaptiap latar yang terdeskripsikan secara total. Sebab, ini tidak lepas dari kecerdasan penulis memainkan daya pikir yang dituangkan dengan bahasabahasa intelektual yang berkelas. Penulis juga menerangkan setiap latar adegan demi adegan, sehingga pembaca senantiasa menantikan dan menerka-nerka tiap hal yang akan terjadi. Baik itu, kelebihan lain ketimbang novel ini adalah kepandaian Andrea dalam mengeksplorasi karakterkarakter sehingga kesuksesan pembawaan yang menempel dalam karakter hal yang demikian kuat.

    Kelemahan Novel Sang Pemimpi


    Pada dasarnya novel ini hampir tiada kelemahan. Sebab  penulis dengan cerdas dan apik membuktikan keruntutan alur, deskripsi setting, dan eksplorasi karakter. ditinjau dari segi kebahasaan sampai sensasi yang dinikmati pembaca sepanjang cerita, novel ini diukur cukup untuk mengobati harapan pembaca yang haus akan novel yang berkualitas.

    Disebut sebagai buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi, tetapi di buku ini nyaris tak ada hubungannya dengan buku yang pertama, Laskar Pelangi. Tetapi Sang Pemimpi cuma menceritakan kata Laskar Pelangi cuma sekali disebut. Dan keponakan yang Ikal biayai ketika di Jawa juga tak disebut sama sekali dalam buku ini, pun di Novel sebelumnya sudah disebutkan dengan terang.