Pengertian Umum Konstitusi Serta Pengertian Berdasarkan Para Ahli


Pengertian Konstitusi Secara Umum dimana pengertian konstitusi secara umum yaitu suatu naskah atau dokumen yang didalamnya memuat keseluruhan peraturan-peraturan dasar perihal penyelenggaraan ketatanegaraan dalam suatu negara. Sebelum membahas pengertian konstitusi berdasarkan definisi para andal mari kita lihat pembagian pengertian konstitusi yaitu pengertian konstitusi dalam arti luas dan pengertian konstitusi dalam arti sempit. 

Pengertian konstitusi dalam arti luas yaitu keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar atau aturan dasar (menurut Bolingbroke), Sedangkan pengertian konstitusi dalam arti sempit yaitu piagam dasar atau UUD, yaitu suatu dokumen lengkap mengenai peraturan-peraturan dasar negara (menurut Lord Bryce).

Pengertian konstitusi secara etimologi yang berasal dari bahasa latin "constitutio, constituere" yang artinya membentuk. Istilah konstitusi pada zaman dahulu yang dipakai oleh kaisar romawi untuk perintah-perintah yang diketahui constitution principum. sedangkan di italia istilah konstitusi menyampaikan undang-undang dasar atau "Diritto Constitutionale" dan dalam bahasa belanda disebut Grondwet. Dalam kelengkapan konstitusi yang menggambarkan ketatanegaraan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan untuk membentuk, mengatur atau memerintah negara.


Pengertian konstitusi tidak sanggup dirumuskan secara niscaya alasannya setiap andal merumuskan pengertiannya berdasarkan cara pandangnya masing-masing. Pengertian konstitusi berdasarkan definisi berdasarkan para andal yaitu sebagai berikut...

Choirul Anwar : Pengertian konstitusi berdasarkan definisi Choirul anwar yang menyampaikan bahwa pengertian konstitusi yaitu mendasar law perihal pemerintahan suatu negara dan nilai-nilai fundamentalnya. 

Bolingbroke : Pengertian konstitusi berdasarkan definisi Bolong broke yang menyampaikan bahwa konstitusi yaitu kumpulan hukum, lembaga, dan kebiasaan yang berasal dari prinsip-prinsip tertentu yang menyusun sistem umum dan masyarakat sepakat untuk diperintah berdasarkan sistem itu. 
 
Paul B. Barthollomew : Konstitusi berdasarkan definisi Paul B. Barthollomew yang menyampaikan bahwa konstitusi yaitu seperangkat hukum-hukum mendasar dan prinsip-prinsip yang mengatur bagaimana sebuah pemerintah politis dijalankan. 
 
K.C. Wheare F.B.E. : Istilah konstitusi pada umumnya dipergunakan untuk menunjuk pada seluruh peraturan mengenai ketatanegaraan suatu negara yang secara keseluruhan akan menggambarkan sistem ketatanegaraan. 

Prof. Miriam Budiarjo : Menurut Prof. Miriam Budiarjo dalam pendapatnya perihal pengertian konstitusi yang menyampaikan bahwa pengertian konstitusi yaitu keseluruhan peraturan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara-cara bagaimana suatu pemerintah diselenggarakan dalam suatu masyarakat. 
 
Sri Soemantri : Menurut pendapat sri soemantri bahwa pengertian konstitusi yaitu suatu naskah yang memuat suatu bangunan negara dan sendi-sendi sistem pemerintahan negara. 
 
Herman Finer : Pengertian konstitusi berdasarkan Herman finer dalam buku Theory and Pratice of Modern Government, menamakan Undang-Undang Dasar sebagai "riwayat hidup suatu hubungan kekuasaan". 
 
E.C.S. Wade : Menurut E.C.S, bahwa pengertian konstitusi yaitu suatu naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan memilih pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut. 
 
Prof. G.J. Wolholf : Konstitusi yaitu undang-undang yang tertinggi dalam negara, yang memuat dasar-dasar seluruh sistem aturan dalam negara itu.


Pengertian konstitusi berbeda dengan Undang-Undang dasar. Hal tersebut sanggup dikaji dari pendapat L.J. Apeldoorn dan Herman heller. Menurut L.J.Apeldoornm, konstitusi tidaklah sama dengan UUD. Undang-undang dasar yaitu aturan yang tertulis sedangkan konstitusi memuat aturan dasar yang tertulis yang juga meliputi aturan dasar yang tidak tertulis.


Demikianlah artikel singkat tentang Pengertian Konstitusi Menurut Definisi Para Ahli pada bidangnya, Semoga sanggup bermanfaat bagi kita semua.

Pengertian Dasar Negara Dan Fungsi Dasar Negara


Secara Umum Pengertian Dasar Negara yaitu perilaku hidup, pandangan hidup, atau sesuatu yang tidak sanggup dibuktikan kebenaran dan kesalahannya. Pada hakikatnya, dasar negara merupakan filsafat negara (political philosophy) yang berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber aturan atau sumber tata tertip aturan dalam negara. 

Agar lebih memahami pengertian filsafat negara, Pertama-tama mari kita membahas pengertian filsafat. Secara etimologis, filsafat berasal dari kata philos yang berarti sahabat, cinta, dan sophia yang berarti kebijaksanaan, kebenaran, belajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian filsafat yaitu pengetahuan dan penyelidikan, dengan nalar kebijaksanaan mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumannya.

Dasar Negara merupakan landasan kehidupan suatu negara karna setiap negara niscaya mempunyai landasan negara dalam melakukan dan menjalankan kehidupan suatu negara dimana dasar negara berperan dalam mengatus penyelenggaraan suatu negara.

 Negara yang tidak mempunyai dasar negara yaitu suatu negara yang dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara tidak mempunyai aliran yang berarti bahwa negara tersebut tidak mempunyai arah dan tujuan yang jelas, mau dibawah kemana negara ini karna dasar negara meliputi tujuan negara, impian negara, dan norma negara. Negara indonesia sendiri mempunyai dasar negara yaitu pancasila. Pancasila sebagai dasar negara yaitu ideologi negara indonesia yang menjadi pandangan dan metode seluruh bangsa indonesia dalam mencapai cita-cita. Cita-cita negara indonesia yaitu masyarakat yang adil dan makmur.


Fungsi Dasar Negara

Pada umumnya, dasar negara dipergunakan oleh bangsa atau negara pendukungnya dan mempunyai fungsi sebagai berikut...

Dasar bangun dan tegaknya negara : Pemikiran yang mendalam perihal dasar negara lazim muncul dikala suatu bangsa hendak mendirikan sebuah negara. Sehingga, dasar negara berfungsi sebagai dasar berdirinya suatu negara. Sesudah negara berdiri, dasar negara sanggup menjadi landasan bagi pengelolaan negara yang bersangkutan 
 
Dasar kegiatan penyelenggaraan negara : Negara didirikan untuk mewujudkan impian dan tujuan nasional suatu bangsa di bawah pimpinan para penyelenggara negara. Agar para penyelenggara negara benar-benar sanggup mewujudkan tujuan nasional, mereka harus mendasarkan semua kegiatan pemerintahan pada dasar negara 
 
Dasar partisipasi warga negara : Semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk mempertahankan negara dan partisipasi dalam upaya bersama mencapai tujuan bangsa. Dalam memakai hak dan menunaikan kewajibannya itu, seluruh warga negara harus berpedoman kepada dasar negara. 
 
Dasar Pergaulan antara warga negara : Dasar negara tidak hanya menjadi dasar perhubungan antar warga negara dan negara, melainkan dengan juga dasar bagi kekerabatan antarwarga negara.
Dasar dan sumber aturan nasional : Seluruh acara penyelenggaraan negara dan warga negara dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara harus didasarkan pada aturan yang berlaku. Dengan demikian, semua peraturan perundang-undangan yang dibuat untuk penyelenggaraan negara harus didasarkan pada dasar negara.


Demikianlah artikel singkat Pengertian Dasar Negara dan Fungsi Dasar Negara. Sekian dan terima kasih.

Pentingnya Ideologi Bagi Suatu Negara


Pentingnya ideologi dilihat dari fungsi dan peranannya. Makna dan arti ideologi bagi suatu negara/bangsa yakni sesuatu mempunyai fungsi sebagai pandangan hidup dan sebagai petunjuk arah semua dalam kehidupan hidup serta penghidupan bangsa di banyak sekali aspek-aspek atau bidang dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. mengenai pengertian ideologi itu sendiri ?...Secara umum, Pengertian Ideologi yakni kumpulan suatu gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan dengan menyeluruh dan sistematis, menyangkut seluruh bidang kehidupan manusia.

Pentingnya Ideologi Bagi Suatu Negara

Ideologi suatu negara sangat penting alasannya yakni sangat bermakna dalam bagi suatu negara. Pentingnya ideologi bagi suatu negara sanggup disimpulkan dalam beberapa point-point antara lain sebagai berikut...

Negara bisa membangkitkan kesadaran mengenai kemerdekaan, memperlihatkan orientasi mengenai dunia beserta isinya, serta memperlihatkan motivasi usaha untuk mencapai apa yang dicita-citakan.
Dengan ideologi nasionalnya suatu bangsa dan negara sanggup berdiri kukuh dan tidak gampang terombang ambing oleh dampak ideologi lain serta dalam menghadapi persoalan-persoalan yang ada.
Ideologi memperlihatkan arah dan tujuan yang terang menuju kehidupan yang di cita-citakan.
Ideologi sanggup mempersatukan orang dari seluruh pandangan hidup atau banyak sekali ideologi
Ideologi mempersatukan orang dari seluruh agama
Ideologi mempunyai arti yang penting alasannya yakni bisa mengatasi konflik atau ketegangan sosial


Indonesia menganut ideologi Pancasila, alasannya yakni pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai petunjuk arah bagi seluruh rakyat indonesia dalam membentuk sikap, moral, watak, perilaku, tata nilai, susila alasannya yakni Pancasila yakni way of life. Dengan demikian, pancasila selalu terpancar dalam segala tingkah laris dan perbuatan setiap rakyat indonesia.

Macam-Macam Konstitusi


Pembahasan pertama yaitu pengertian konstitusi. Pengertian Konstitusi yaitu Suatu naskah atau dokumen yang didalamnya memuat keseluruhan peraturan-peraturan yang mengatur dengan mengikat dalam penyelenggaraan ketatanegaraan dalam suatu negara. Secara etimologi, istilah konstitusi berasal dari bahasa latin "constitutio, constituere" artinya dasar susunan badan, dan dari bahasa Prancis "constituer" yang berarti membentuk. Pada zaman dahulu, istilah pada konstitusi dipergunakan untuk perintah-perintah kaisar Romawi (yakni, constitutions principum). Kemudian, di italia difungsikan untuk memperlihatkan undang-undang dasar "Diritton Constitutionale". Sedangkan Konstitusi dalam bahasa Belanda disebut dengan istilah Grondwet.


Pengertian konstitusi secara etimologi yang berasal dari bahasa latin "constitutio, constituere" yang artinya membentuk. Istilah konstitusi pada zaman dahulu yang dipakai oleh kaisar romawi untuk perintah-perintah yang diketahui constitution principum. sedangkan di italia istilah konstitusi memperlihatkan undang-undang dasar atau "Diritto Constitutionale" dan dalam bahasa belanda disebut Grondwet. Dalam kelengkapan konstitusi yang menggambarkan ketatanegaraan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan untuk membentuk, mengatur atau memerintah negara.


Konstitusi berdasarkan makna katanya berarti dasar susunan suatu tubuh politik yang dinamakan negara. Konstitusi merupakan menggambarkan keseluruhan sistem ketatanegaraan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang berfungsi untuk membentuk, mengatur atau memerintah negara. Peraturan-peraturan, ada yang sifatnya tertulis sebagai keputusan tubuh yang berwenang dan ada yang tidak tertulis berupa konvensi. Pada perkembangannya, istilah pada konstitusi mempunyai dua pengertian yaitu pengertian konstitusi arti luas dan pengertian konstitusi dalam arti sempit ibarat dibawah ini.


Fungsi Konstitusi

Konstitusi mempunyai fungsi yang berperan dalam suatu negara. Fungsi konstitusi yaitu sebagai berikut.

Konstitusi berfungsi membatasi kekuasaan pemerintah biar tidak terjadinya kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pemerintah biar hak-hak bagi warga negara terlindungi dan tersalurkan (konstitusionalisme)
Konstitusi berfungsi sebagai piagam kelahiran suatu negara (a birth certificate of new state)
Konstitusi berfungsi sebagai sumber aturan tertinggi
Konstitusi berfungsi sebagai alat yang membatasi kekuasaan
Konstitusi berfungsi sebagai identitas nasional dan lambang
Konstitusi berfungsi sebagai pelindung hak asasi insan dan kebebasan warga suatu negara.

Tujuan Konstitusi

Tujuan-tujuan adanya konstitusi secara ringkas sanggup diklasifikasikan menjadi tiga. Tujuan konstitusi yaitu sebagai berikut.

Konstitusi bertujuan untuk memperlihatkan pembatasan sekaligus pengawasan terhadap kekuasaan politik
Konstitusi bertujuan untuk melepaskan kontrol kekuasaan dari penguasaan sendiri
Konstitusi bertujuan memperlihatkan batasan-batasan ketetapan bagi para penguasa dalam menjalankan kekuasaannya.


Macam-Macam Konstitusi

Konstitusi mempunyai banyak sekali jenis atau macam-macam konstitusi baik itu macam-macam konstitusi secara umum atau macam-macam konstitusi berdasarkan para ahli. Macam-macam konstitusi yaitu sebagai berikut.

Macam-Macam Konstitusi Menurut
Konstitusi Tertulis : Pengertian Konstitusi tertulis (dokumentary constitution/ writen constitution) yaitu suatu peraturan yang dituangkan dalam suatu dokumen tertentu.
Konstitusi Tidak Tertulis : Pengertian Konstitusi tidak tertulis (non documentary constitution) yaitu suatu peraturan yang tidak diterangkan dalam suatu dokumen tertentu yang terpelihara dalam ketatanegaraan suatu negara.

Macam-Macam Pengertian Konstitusi

Pengertian Konstitusi dalam arti luas yang dikemukakan oleh Bolingbroke, bahwa pengertian konstitusi dalam arti luas yaitu keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar atau aturan dasar. Seperti halnya aturan pada umumnya dimana aturan dasar tidak selalu berupa dokumen tertulis. Hukum dasar sanggup bangkit dari unsur-unsur tertulis atau tidak tertulis atau sanggup juga merupakan gabungan dari dua unsur tersebut. 
 
Pengertian Konstitusi dalam arti sempit yang dikemukakan oleh Lord Bryce, bahwa pengertian konstitusi dalam arti sempit yaitu piagam dasar atau UUD, yaitu suatu dokumen lengkap mengenai peraturan-peraturan dasar negara. Undang-Undang Dasar 1945, Konstitusi Amerika Serikat 1787, Konstitusi Prancis 1789, dan Konstitusi Konfederasi Swiss 1848 merupakan contohnya. Jadi, Pengertian konstitusi dalam arti sempit yaitu sebagian dari aturan dasar yang merupakan satu dokumen tertulis yang lengkap.

Demikianlah artikel tentang Tujuan dan Fungsi serta Macam-Macam Konstitusi. Semoga sanggup bermanfaat berdasarkan banyak sekali uraiannya. Sekian dan Terima Kasih.

Pengertian Umum Demokrasi Pancasila Serta Prinsip Dan Fungsi DemokrasiPancasila


Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang konstitusional berdasarkan prosedur kedaulatan rakyat di setipa penyelenggaraan negara dan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan konstitusi yaitu Undang-Undang Dasar 1945. Sebagai demokrasi Pancasila terikat dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan implementasinya (pelaksanaannya) wajib sesuai dengan apa yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Secara Umum, Pengertian Demokrasi Pancasila adalah suatu paham demokrasi yang bersumber dari pandanan hidup atau falsafah hidup bangsa Indonesia ang digali berdasarkan kepribadian rakyat Indonesia sendiri. Dari falsafah hidup bangsa Indonesia, kemdian akan timbul dasar falsafah negara yang disebut dengan Pancasila yang terdapat, tercemin, terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.


Pengertian Demokrasi Pancasila Menurut Para Ahli

Selain pengertian secara umum demokrasi Pancasila, terdapat pula pengertian berdasarkan para andal yang mengemukakan pendapatnya untuk mendefinisikan pengertian demokrasi Pancasila. Macam-macam pengertian demokrasi Pancasila yaitu sebagai berikut..

Profesor Dardji Darmo Diharjo: Menurut Prof. Dardji Darmo Diharjo, bahwa pengertian demokrasi Pancasila yaitu paham demokrasi yang bersumber dari kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia, yang perwujudannya ibarat dalam ketentuan-ketentuan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
GBHN Tahun 1978 dan Tahun 1983: Menurut Gari Besar Haluan Negara Tahun 1978 dan Tahun 1983 yang menetapkan bahwa pembangunan politik diarahkan untuk lebih memantapkan perwujudan demokrasi Pancasila. Dalam rangka memantapkan stabiltias politik dinamis serta pelaksanaan prosedur Pancasila, maka diharapkan pemantapan kehidupan kosntitusional kehidupan demokrasi dan tegaknya hukum.
Kansil: Pengertian demokrasi Pancasila berdasarkan Kansil yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan dan perwakilan, yang merupakan sila keempat dari dasar Negara Pancasila ibarat yang tercantum dalam alinea ke 4 Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Prof. Notonegoro: Menurutnya, pengertian demokrasi Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat budi dalam permusyawaratan/perwakilan yang ber-Ketuhanan YME, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang mempersatukan Indonesia, dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ensiklopedia Indonesia: Pengertian demokrasi Pancasila bahwa Pancasila mencakup bidang-bidang politik, sosial dan ekonomi, serta yang dalam penyelesaian masalah-masalah nasional yang berusaha sejauh mungkin menempuh jalan permusyawaratan untuk mencapai mufakat.


Isi Pokok Demokrasi Pancasila

Isi pokok demokrasi Pancasila yaitu sebagai berikut...
Pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 dan penjabarannya dituangkan Batang Tubuh dan Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945
Menghargai dan melindungi HAM (Hak Asasi Manusia)
Pelaksanaan kehidupan ketatanegaraan beradsarkan dari kelembagaan
Sebagai sendi dari aturan yang dijelaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945, yaitu negara aturan yang demokrastif


Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila


Demokrasi Pancasila merupakan budaya demokrasi yang dengan karakteristik khas Indonesia yang mengandung prinsip-prinsip. Prinsip-prinsip pokok demokrasi pancasila yaitu sebagai berikut..


Perlindungan hak asasi manusia

Pengambilan keputusan berdasar musyawarah
Badan peradilan merdeka yang berarti tidak terpangaruhi akan kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lain. Misalnya Presiden, BPK, dewan perwakilan rakyat atau yang lainnya.
Terdapat partai politik dan juga organisasi sosial politik yang berfungsi untuk menyalurkan aspirasi rakyat.
Sebagai pelaksanan dalam pemilihan umum
Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Dasar (Pasal 1 Ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945)
Keseimbangan antara hak dan kewajiban
Pelaksanaan kebebasan yang bertanggun jawab secara moral kepada Tuhan YME diri sendiri, masyarakat, dan negara ataupun orang lain.
Menjunjung tinggi tujuan dan juga harapan nasional

Pemerintah berdasarkan hukum, dijelaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi:

Indonesia yaitu negara berdasarkan aturan (rechtstaat dan tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaat)
Pemerintah berdasar dari sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan tidak terbatas)
Kekuasaan yang tertinggi ada ditangan rakyat.

Fungsi Demokrasi Pancasila

Demokrasi Pancasila mempunyai banyak fungsi dalam pelaksanannya terhadap negara Indonesia. macam-macam fungsi demokrasi Pancasila yaitu sebagai berikut...


Menjamin keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara ibarat ikut menyukseskan pemiluh, pembangunan, duduk dalam tubuh perwakilan/permusyawaratan
Menjamin berdirinya negara RI
Menjamin tetap tegaknya NKRI berdasar sistem konstitusional
Menjamin tetap tegaknya aturan yang berasal dari Pancasila
Menjamin adanya relasi yang sama, harmonis dan simbang mengenai lembaga negara
Menjamin pemerintahan yang bertanggung jawab

Asas Demokrasi Pancasila

Dalam sistem demokrasi Pancasila, terdapat dua asas antara lain sebagai berikut...
Asas Kerakyatan: Pengertian asas kerakyatan yaitu asas kesadaran untuk cinta kepada rakyat, manunggal dengan nasip dan harapan rakyat, serta mempunyai jiwa kerakyatan atau menghayati keasadaran senasib dan secita-cita dengan rakyat.
Asas Musyawarah: Pengertian asas msyawarah yaitu asas yang memperhatikan aspirasi dan kehendak seluruh rakyat yang jumlahnya banyak dan melalui lembaga permusyawaratan untuk menyatukan pendapat serta mencapai kesepatakan bersama atas kasih sayang, pengobaranan untuk kebahagian bersama.

Ciri-Ciri Demokrasi Pancasila

Prinsip yang terdapat dalam demokrasi Pancasila sediki berbeda dengan prinsip demokrasi secara universal. Ciri-ciri demokrasi Pancasila yaitu sebagai berikut..

Pemerintah berjalan sesuai dengan konstitusi
Terdapat pemilu secara berkesinambungan
Adanya penghargaan atas Hak Asasi Manusia dan pemberian untuk hak minoritas
Merupakan kompetisi dari banyak sekali pandangan gres dan cara dalam menuntaskan masalah
Ide yang terbaik akan diterima ketimbang dari bunyi terbanyak

Demikianlah isu mengenai Pengertian Demokrasi Pancasila, Ciri, Prinsip, Fungsi & Definisi Para Ahli. Semoga teman-teman sanggup mendapatkan dan bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian demokrasi Pancasila, ciri-ciri demokrasi Pancasila, prinsip-prinsip demokrasi Pancasila, fungsi demokrasi Pancasila, dan pengertian demokrasi pancasila berdasarkan pendapat para ahli. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.


Pustaka :


C. S. T. Kansil, 1986. Hukum Tata Pemerintahan Indonesia. Penerbit Ghalia Indonesia : Jakarta.

Abdulkarim A. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas XII SMA. Cet.1. Bandung: Grafindo Media Pratama.Hlm25-27

Indrayana, Denny (2007). "Indonesia dibawah Soeharto: Order Otoliter Baru". Amandemen Undang-Undang Dasar 1945: antara mitos dan pembongkaran. Mizan Pustaka. hlm. 141

Israil, Idris. 2005. Pendidikan Pembelajaran dan Penyebaran Kewarganegaraan. Malang : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.Hlm 27.

Macam-Macam Sistem Politik Banyak Sekali Negara


Selain dari sistem politik demokrasi, terdapat banyak sekali macam sistem politik yang dianut dari banyak sekali negara didunia. Setiap negara mempunyai tujuan nasional yang hendak diwujudkannya. Dalam upaya untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, setiap negara mempunyai cara-cara tertentu yang hendak ditempuhnya. Tujuan nasional dan upaya pencapaian tujuan nasional suatu negara mencerminkan pelaksanaan sistem politik dalam negara yang bersangkutan.

Secara Umum, Sistem Politik ialah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam proses pembuatan dan pengambilan kebijakan yang mengikat wacana kebaikan bersama antara masyarakat yang berada dalam suatu wilayah tertentu.


1. Pengertian Sistem Politik

Sistem politik berasal dari dua kata, yaitu sistem dan politik. Oleh alasannya itu, untuk memahami pengertian sistem politik terlebih dahulu kita harus mengetahui arti kata ”sistem” dan ”politik” menyerupai berikut.

a. Pengertian Sistem

Menurut Pamudji, sistem ialah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks atau terorganisasi, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan, atau keseluruhan yang kompleks dan utuh. Sistem sanggup pula diartikan sebagai kumpulan fakta, pendapat, kepercayaan, dan lain-lain yang disusun dalam suatu cara yang teratur.

b. Pengertian Politik

Kata politik berasal dari bahasa Yunani yaitu ”polis”. Polis ialah kota yang berstatus negara atau negara kota. Segala kegiatan yang dijalankan oleh polis untuk kelestarian dan perkembangannya. Secara umum, politik sanggup diartikan macam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik/negara yang menyangkut kemaslahatan hidup seluruh warga negara. Politik intinya menyangkut tujuan-tujuan masyarakat, bukan tujuan pribadi. Oleh alasannya itu, politik sebagian besar menyangkut kegiatan partai politik, organisasi kemasyarakatan, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi kegiatan-kegiatan yang bersifat perseorangan. Berdasarkan pengertian dua kata ”sistem” dan ”politik” tersebut, sanggup dikatakan bahwa sistem politik merupakan alokasi dari nilai-nilai yang bersifat paksaan atau dengan kewenangan dan mengikat masyarakat sebagai suatu keseluruhan.


Bisa ditambahkan di sini, bahwa yang disebut proses dalam ilmu politik biasanya dipersepsikan sebagai segenap faktor sosiopolitis yang mempengaruhi dan memperlihatkan corak pada negara dan pemerintah. Jadi, sanggup dikatakan bahwa yang menjadi titik berat satu sistem politik ialah dalam aspek dinamikanya. Dinamika politik disandarkan pada negara dalam keadaannya yang bergerak sebagai suatu forum yang mempengaruhi kehidupan politik. Selain itu, aspek dinamika ini pun melihat adanya efek kekuatan-kekuatan sosial politik dan ekonomiyang secara umum dikuasai dalam kehidupan politik masyarakat.


Macam-Macam Sistem Politik Di Berbagai Negara

Macam-macam sistem politik dari banyak sekali negara berdasarkan dari kebijakan negaranya masing-masing. Macam-macam sistem plitik tersebut ialah sebagai berikut...

Absolutisme : Sistem politik dimana tidak ada batasan hukum, kebiasaan, atau adab atau kekuasaan pemerintah. Istilah tersebut secara umum dipergunakan untuk sistem politik yang dijalankan oleh seorang diktator, tetapi sanggup pula dipakai pada sistem yang kelihatannya demokratis yang memberi kewenangan mutlak pada legislatif dan eksekutif. Sifat utama dari bentuk pemerintahan ini ialah dengan pemusatan kekuatan, kontrol kelompok sosial yang ketat, sehingga tidak adanya partai politik sebagai pesaing dan perwakilan rakyat menjadi oposisi.

Anarkisme : Sistem politik yang bertentangan dengan semua bentuk pemerintahan. Para anarkis percaya bahwa dengan pencapaian tertinggi umat insan ialah kebebasan individu untuk mengekspresikan dirinya, tidak hanya terbatas pada bentuk represi atau kontrol apapun.


Mereka juga percaya bahwa kesempurnaan dari umat insan tidak akan dicapai sampai semua pemerintahan dihapuskan dan setiap individu bebas sebebas-bebasnya.


Namun salah satu batasan atas kebabasan itu ialah larangan melukai lain. Batan ini menyebabkan batasan lain. Jika umat insan berusaha untuk menyakiti orang lain, semua individu lain yang berkelakuan baik mempunyai hak untuk bersatu melawannya dan kelompok yang taat asas sanggup menekan kelompok kriminal,walaupun hanya melalui kolaborasi sukarela dan bukan melalui organisasi negara.

Koalisi : Kombinasi sementara kelompok atau individu yang dibuat untuk mencapai tujuan tertentu melalui tindakan bersama. Istilah dari koalisi yang paling sering dipakai sehubungan dengan partai politik. Pemerintahan koalisi, yang sering ditemukan di negara-negara multipartai, menyerupai Italia dan prancis, sanggup dibuat dikala tidak ada satu partai tunggal yang cukup berpengaruh untuk memperoleh mayoritas dalam pemilihan umum.


Pemerintah yang terbentuk biasanya mendistribusikan pos-pos politik untuk mewakili seluruh anggota koalisi.

Persemakmuran (commonwealth) : Sistem terdiri dari rakyat satu komunitas yang terorganisasi secara politis dan bersifat independen atau semi independen, dimana pemerintah berfungsi berdasarkan persetujuan rakyat.

Komunisme : Menurut teori, komunis sanggup membuat masyarakat tanpa kelas yang kaya dan bebas, dimana semua orang menikmati status sosial dan ekonomi. Namun dalam pratiknya, rezim komunis mengambil bentuk pemerintah otoriter dan memaksa (coercive), yang tidak begitu peduli pada problem kelas buruh dan pada jadinya berupaya untuk mempertahankan kekuasaan.

Demokrasi : Sistem politik dimana rakyat suatu negara memerintah melalui bentuk pemerintahan apapun yang mereka pilih. Dalam demokrasi modern, otoritas tertinggi dilakukan oleh perwakilan yang dipilih oleh rakyat. Perwakilan sanggup dilanjutkan dengan pemilihan umum berdasarkan mekanisme aturan recall dan referendum.

Despotisme : Sistem dimana terdapat penguasa adikara yang tidak dibatasi oleh proses konstitusional atas aturan apapun. Kata ini juga mempunyai konotasi kebijakan yang kejam dan opresif.
Kediktatoran : Bentuk kediktatoran di masa modern ialah pemerintahan negara di tangan satu orang. Diktator bekerjsama ialah gelar magistrate pada masa Romawi Kuno, yang ditunjuk oleh Senat pada masa darurat, dan disahkan oleh comitia curiata.

Totalitarianisme : Sistem politik dan ideologi di mana semua acara sosial, ekonomi budaya, politik, intelektual dan spiritual tunduk pada tujuan pemimpin sebuah negara. Dalam totalitarianisme modern, rakyat dibuat sepenuhnya tergantung pada kemauan dan seruan partai politik dan pemimpinnya. Negara-negara totaliter modern dipimpin oleh seseorang pemimpin atau diktator yang mengotrol partai politik.

Fasisme : Ideologi politik modern yang beurpaya membuat kembali kehidupan sosial, ekonomi dan budaya sebuah negara berdasarkan rasa kebangsaan atau identitas etnis. Fasisme menolak inspirasi liberal menyerupai hak individu dan kebebasan, dan sering menekan untuk membantu membatalkan pemilihan umum, legislatif, dan elemen yang lain.

Federalisme : Sistem politik nasional atau internasional di mana dua tingkat pemerintah mengontrol wilayah dan warga negara yang sama. Negara dengan sistem politik federal mempunyai pemerintah sentra dan pemerinta-pemerintah yang didasarkan pada unit politik yang lebih kecil, yang biasanya disebut dengan negara bagian, provinsi atau wilayah. Unit poltik yang lebih kecil ini menyerahkan beberapa kekuasaan politik mereka kepada pemerintah pusat, demi kebaikan bersama.
Monarki : Sistem dimana seseorang menentukan hak keturunan untuk memimpin sebagai kepala negara seumur hidupnya. Istilah ini juga diterapkan pada negara yang diperintah. Kekuasaan monarki bervariasi dari adikara hingag sangat terbatas. Monarki mencakup penguasa, menyerupai raja dan ratu, kaisar, dan tsar atau sultan.

Perwakilan : Sistem di mana posisi eksekutig, legislatif, dan yudikatif sanggup dipilih melalui bunyi rakyat. Dalam banyak hal, perwakilan eksklusif dipakai untuk tujuan legislatif saja. Di Indonesia dan Amerika Serikat ada pengecualian, yaitu prinsip yang sama diterapkan pula untuk posisi direktur dan yudikatif: presiden ialah perwakilan eksklusif rakyat.

Republik : Sistem yang didasarkan pada konsep bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, yang mendelegasikan kekuasaan untuk memimpin atas nama rakyat, untuk mempunyai perwakilan dan pejabat negara.

Sosialisme : Sistem yang menuntut kepemilikan negara dan kontrol sarana produksi yang menguasai hajat hidup dan pemerataan kemakmuran. Sistem ini secara spesifik dicirikan oleh nasionalisasi sumber daya alam, industri besar, kemudahan perbankan dan kredir, serta hak milik publik;nasionalisasi cabang industri yang dimonopoli melihat monopoli sebagai sesuatu yang bertentangan dengan kemakmuran rakyat.

Teokrasi : Sistem politik sebuah negara di mana Tuhan dianggap sebagai satu-satunya kedaulatan dan aturan kerajaan dipandang sebagai perintah Tuhan. Dapat juga dikembangkan bahwa teokrasi ialah sebuah negara, di mana kontrol berada di tangan para imam agama.
Pemerintahan dunia : Konsep organisasi politik global terpusat dan merupakan aturan aturan bersama yang membuat tatanan internasional dan mendorong perdamaian.


Demikianlah Artikel Singkat mengenai Macam-Macam Sistem Politik Di Berbagai Negara. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.

Pengertian Umum Nasionalisme Dan Bentuk-Bentuknya


Secara umum, Pengertian Nasionalsme yakni paham yang membuat dan mempertahankan kedaulatan suatu negara yang mempunyai tujuan dan harapan bersama untuk kepentingan nasional. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasionalisme berasal dari kata "nasional" dan "isme" yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air; mempunyai rasa pujian sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa.

Nasionalisme yakni suatu perilaku politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan harapan dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut mencicipi adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.

Demikian juga dikala kita berbicara perihal nasionalisme. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang akan terus menempel selama bangsa Indonesia masih ada. Nasionalisme bukanlah suatu pengertian yang sempit bahkan mungkin masih lebih kaya lagi pada zaman ini. Ciri-ciri nasionalisme di atas sanggup ditangkap dalam beberapa definisi nasionalisme sebagai berikut :


Nasionalisme ialah cinta pada tanah air, ras, bahasa atau sejarah budaya bersama.
Nasionalisme ialah suatu keinginan akan kemerdekaan politik, keselamatan dan prestise bangsa.
Nasionalisme ialah suatu kebaktian mistis terhadap organisme sosial yang kabur, kadang kala bahkan adikodrati yang disebut sebagai bangsa atau Volk yang kesatuannya lebih unggul daripada bagian-bagiannya.
Nasionalisme yakni kepercayaan yang mengajarkan bahwa individu hanya hidup untuk bangsa dan bangsa demi bangsa itu sendiri.

Nasionalisme tersebut berkembang terus memasuki kala 20 dengan kekuatan-kekuatan berikut :

keinginan untuk bersatu dan berhasil dalam me-nyatukan wilayah dan rakyat;
perluasan kekuasan negara kebangsaan;
pertumbuhan dan peningkatan kesa-daran kebudayaan nasional dan
konflik-konflik kekuasaan antara bangsa-bangsa yang terangsang oleh perasaan nasional.

Kini nasionalisme mengacu ke kesatuan, keseragam-an, keserasian, kemandirian dan agresivitas. (Boyd C. Shafer, 1955, hal. 168). Sebagai tanda-tanda historis nasionalisme pun bercorak ragam pula. Di Perancis, Inggris, Portugis dan Spanyol sebagian besar nasionalisme dibangun atas kekuasaan monarik-monarki yang kuat, sedangkan di Eropa Tengah dan Eropa Timur nasionalisme terutama dibuat atas dasar-dasar nonpolitis yang kemudian dibelokkan ke nation-state yang sifatnya politis juga. Namun banyak sarjana beropini bahwa nasionalisme mendapat bentuk yang paling terang untuk pertama kali pada pertengahan kedua kala ke-18 dalam wujud revolusi besar Perancis dan Amerika Utara.

Menurut Profesor W. F. Wertheim, nasionalisme sanggup dipertimbangkan sebagai suatu potongan integral dari sejarah politik, terutama apabila ditekankan pada konteks gerakan-gerakan nasionalisme pada masa pergerakan nasional. Lagi pula Wertheim juga menegaskan bahwa faktor-faktor menyerupai perubahan ekonomi, perubahan sistem status, urbanisasi, reformasi agama Islam, dinamika kebudayaan, yang semuanya terjadi dalam masa kolonial telah memperlihatkan bantuan perubahan reaksi pasif dari efek Barat kepada reaksi aktif nasionalisme Indonesia. Faktor-faktor tersebut telah diuraikan secara panjang lebar dalam bab-bab buku karangannya yang berjudul : Indonesian Society in Transision: A Study of Social Change(1956).

Pertumbuhan nasionalisme Indonesia ternyata tidak sederhana menyerupai yang diduga sebelumnya. Selama ini nasionalisme Indonesia memperlihatkan identitasnya pada derajat integrasi tertentu.

Nasionalisme kini harus sanggup mengisi dan menjawab tantangan masa transisi. Tentunya nilai-nilai gres tidak akan menggoncangkan nasionalisme itu sendiri selama pendukungnya yaitu bangsa Indonesia tetap mempunyai sense of belonging, artinya mempunyai nilai-nilai gres yang disepakati bersama. Nasionalisme pada hakekatnya yakni untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama, alasannya yakni nasonalisme menentang segala bentuk penindasan terhadap pihak lain, baik itu orang per orang, kelompok-kelompok dalam masyarakat, maupun suatu bangsa. Nasionalisme tidak membeda-bedakan baik suku, agama, maupun ras.


Hal – hal yang mendorong munculnya faham nasionalisme , antara lain :

Adanya campur tangan bangsa lain contohnya penjajahan dalam wilayahnya.
Adanya keinginan dan tekad bersama untuk melepaskan diri dari belenggu kekuasaan absolut, semoga insan mendapat hak – haknya secara masuk akal sebagai warga negara.
Adanya ikatan rasa senasib dan seperjuangan.
Bertempat tinggal dalam suatu wilayah.

Sejarah munculnya faham nasionalisme di dunia, juga tidak lepas dari efek perang kemerdekaan Amerika Serikat terhadap Revolusi Perancis dan meletusnya revolusi industri di Inggris. Melalui revolusi perancis, paham nasionlisme meyebar luas ke seluruh dunia.

Rasa nasionalisme identik dengan rasa solidaritas terhadap petaka dan kekurang-beruntungan saudara setanah air, sebangsa, dan senegara. Nasionalisme mengandung makna persatuan dan kesatuan yang beberapa dari makna tersebut didefinisikan sebagai suatu paham yang membuat dan mempertahaknakn kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Bentuk-Bentuk Nasionalisme

Nasionalisme terdiri dari aneka macam macam bentuk yang ada didunia. Macam-macam bentuk nasionalisme yakni sebagai berikut..
Nasionalisme kewarganegaraan (nasionalisme sipil), adalah nasionalisme yang terjadi dimana negara memperoleh kebenaran politik dari partisipasi aktif rakyatnya. Keanggotaan suatu bangsa bersifat sukarela. Bentuk nasionalisme dibangun pertama-tama oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi materi tulisannya. Di antara tulisannya yang populer yakni buku yang berjudul Du Contract Social (kontrak sosial). 
 
Nasionalisme etnis atau etnonasionalisme, yakni nasionalisme yang terjadi dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Keanggotan suatu bangsa bersifat secara turun temurun. Seperti joko merupakan orang dari jawa alasannya yakni orang renta dan nenek moyangnya berasal dari suku Jawa. Joko memakai bahasa Jawa alasannya yakni bahasa itu digunakan oleh orang tuanya dan orang-orang sebelumnya. 
 
Nasionalisme romantik, yakni bentuk nasionalisme etnis di mana negara memperoleh kebenaran politik sebagai suatu yang alamiah (organik) dan merupakan ekspresi dari bangsa atau ras. Nasionalisme romantik menitikberatkan pada budaya etnis yang sesuai dengan idealisme romantik. Contohnya yakni kisah rakyat (folklore) "Grimm Bersaudara" yang diambil dari goresan pena Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman. 
 
Nasionalisme budaya, yakni nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan tidak bersifat turun temurun contohnya warna kulit atau ras atau bahasa. Contohnya yakni rakyat cina yang menganggap negara menurut budaya bersama. Unsur ras telah 
dikesampingkan sehingga golongan minoritas telah dianggap sebagai rakyat Cina kesediaan Dinasti Qing untuk memakai susila istiadat Cina juga mengambarkan keutuhan budaya Cina. 
 
Nasionalisme kenegaraan, merupakan variasi nasionalisme kewarganegaraan, yang sering dikombinasikan dengan nasionalisme etnis. Dalam nasionalisme kenegaraan, bangsa yakni suatu komunitas yang memperlihatkan kontribus terhadap pemeliharaan dan kekuatan negara. Contoh nasionalisme kenegaraan yakni fasisme italia yang menganut slogan Mussolini: Tutto nello stato, niente al di fuori dello stato, nulla contro lo stato (semuanya di dalam negara, tidak ada satupun yang di luar negara, tidak ada satupun yang menentang negara).

 Tidaklah mengherankan kalau nasionalisme ini bertentangan dengan harapan kebebasan individual dan prinsip demokrasi liberal. 
 
Nasionalisme agama, yakni nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Seperti semangat nasionalisme di Irlandia yang bersumber dari agama Hindu. Namun demikian, bagi kebanyakan kelompok nasionalis. agama hanya merupakan simbol dan bukanlah motivasi utama.


Demikianlah Artikel mengenai Pengertian Nasionalisme dan Bentuk-Bentuknya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.


Pustaka :


Listyarti, Retno. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengan Atas dan MA kelas X. Jakarta : Esis.Hal : 26-29

Pengertian Umum Patriotisme Dan Bentuk-Bentuknya


patriotisme berasal dari kata " "patriot" dan "Isme" yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan (indonesia) atau heroism dan patrotism (inggris), yaitu suatu perilaku yang berani, pantang mengalah dan juga rela berkorban demi bangsa dan juga negara. Pengorbanan sanggup menyangkut pada pengobarnan harta benda maupun juga jiwa raga.

Pengertian Patriotisme berdasarkan Ensiklopedia Indonesia berasal dari bahasa Yunani yaitu patris yang berarti tanah air. Istilah patriotisme berarti rasa kecintaan dan kesetiaan seseorang pada tanah air dan bangsanya. Patriotisme juga sanggup diartikan sebagai rasa kekaguman pada susila kebiasaan bangsanya, pujian terhadap sejarah dan kebudayaannya serta perilaku dedikasi demi kesejahteraan bersama. 

Dalam patriotisme terkandung pengertian rasa kesatuan sebagai bangsa. Adapun berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, patriotisme yaitu perilaku dan semangat yang sangat menyayangi tanah air sehingga berani berkorban jikalau diharapkan oleh negara. Berdasarkan pengertian tersebut sanggup ditarik kesimpulan bahwa patriotisme yaitu suatu paham atau fatwa perihal kesetiaan dan semangat cinta pada tanah air.

Secara umum Makna pengertian patriotisme selalu berubah-ubah seiring dengan perkembangan zaman serta kebutuhan negara. Sebelum kemerdekaan, perilaku patriotisme lahir dari perasaan senasib, sepenanggungan, setia kawan, dan kebersamaan dalam usaha menegakkan kemerdekaan bangsa. Sikap patriotisme ditunjukkan dengan rela berkorban demi bangsa dan negara. Setelah Indonesia merdeka, perilaku patriotisme dirasakan sebagai suatu perilaku yang harus dimiliki bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap patriotisme diharuskan sebagai dasar atau landasan untuk bertindak dalam melakukan pembangunan.


1. Sikap Positif Terhadap Patrotisme Indonesia - Di masa usaha melawan penjajahan untuk mewujudkan kemerdekaan, rakyat Indonesia mengangkat senjata. Bagi yang tidak bisa ikut bertempur fisik, sebagai gantinya mereka menyumbangkan tenaga atau membantu dalam bentuk dukungan harta benda, hal tersebut yaitu perilaku patrotik yang didasari oleh cinta tanah air atau rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. Namun sekarang, rakyat tidak perlu berperang secara fisik, tetapi dengan menegakkan aturan dan kebenaran, memberantas kemiskinan, atau meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Setiap orang, baik sendiri maupun tolong-menolong harus mengisi dan mempertahankan kemerdekaan sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing.

2. Sikap Negatif Patrotisme - Sikap patrotisme juga mempunyai sisi negatif alasannya berkaitan bersahabat dengan militerisme. Militerisme identik dengan perang dan kekerasan. Sementara perang dan kekerasan selalu membutuhkan dana yang begitu besar sehingga dianggap bahwa perilaku patrotisme identik dengan kekuatan militer untuk menjaga perdamaian dengan menyebarkan keamanan dan pengamanan suatu negara.

3. Bentuk-Bentuk Patrotisme - Ervin Staub (1997) membagi patriotisme dalam dua bab yaitu blind dan constructive patriostism (patriotisme buta dan patriotisme konstruktif).

Patriotisme buta yaitu sebuah kerikatan kepada negara dengan ciri khas tidak mempertanyakan segala sesuatu, loyal dan tidak toleran terhadap kritik. Patriotisme buta menuntuk tidak adanya penilaian aktual dan tidak toleran terhadap kritik. Patrotisme buta merupakan awal dari munculnya totaliterisme atau chauvinisme. Patriotisme buta sanggup berakibat jelek bagi kelompok luar (outgroup), dan juga membahayakan kelompoknya sendiri (ingroup). 

Contohnya Nasi-Jerman atau Mussolini-Italia. Pembantaian orang-orang yang tak berdosa dan terbasalah menjadi legal atas nama patriotisme, dan tidak hanya itu bangsa lain ikut menjadi target atas dasar nasionalisme. 

Patriotisme konstruktif yaitu sebuah keterikatan pada bangsa dan negara dengan mendukung adanya kritik dan pertanyaan dari anggotanya terhadap aneka macam acara yang dilakukan/terjadi sehingga diperoleh suatu perubahan aktual untuk mencapai kesejahteraan bersama. Patriotisme konstruktif juga menuntut kesetiaan dan kecintaan anggota (rakyat) kelompoknya (bangsa), tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga patriotisme konstruktif terdapat dua faktor penting yaitu menyayangi dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian. Patriotisme konstruktif mempunyai perilaku kritik dan penilaian terhadap kelompok yang dicintai seseorang yang menghantarkan ke bentuk kesetiaannya terhadap kelompok (bangsa) ke jalur yang benar dan positif.


Ciri-ciri Patriotisme

Beberapa ciri patriotisme sebagai berikut :

Patriotisme yaitu solider secara bertanggung jawab atas seluruh bangsa. Artinya, patriotisme membuat seseorang bisa menyayangi bangsa dan negaranya tanpa menjadikannnya sebagai tujuan untuk dirinya sendiri. Patriotisme membuat suatu bentuk solidaritas untuk mencapai kesejahteraan seluruh warga bangsa dan negara. 

Patriotisme yaitu realistis. Artinya, patriotisme mau dan bisa melihat kekuatan bangsanya dan daya-daya yang sanggup merusak bangsanya dan bangsa lain. 

Patriotisme bermodalkan nilai-nilai dan budaya rohani bangsa, berjuang pada masa kini, untuk menuju harapan yang ditetapkan. 

Patriotisme yaitu rasa mempunyai identitas diri. Artinya, mau melihat, menerima, dan menyebarkan tabiat dan kepribadian bangsa sendiri. 

Patriotisme bersifat terbuka. Artinya, melihat bangsanya dalam konteks hidup dunia, mau terlibat di dalamnya dan bersedia berguru dari bangsa-bangsa lain demi kemajuan bangsa.

Demikianlah Artikel singkat mengenai Pengertian Umum Patriotisme dan Bentuk-Bentuknya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.


Referensi :

Listyarti, Retno. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Jakarta :Esis. Hal : 29-33