Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial


Manusia sebagai makhluk sosial selalu bekerjasama dengan orang lain. Dalam bergaul, berbicara, bersalaman, bahkan bertentangan sekalipun kita memerlukan orang lain. Dalam bergaul dengan orang lain selalu ada timbal balik atau melibatkan dua belah pihak. Interaksi sosial sanggup terjadi dalam banyak sekali bentuk. Interaksi yang dilakukan secara berulang akan menghasilkan proses sosial. Proses sosial adalah sikap berulang yang dipergunakan oleh seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain (interaksi sosial). 

Horton (1983: 74) menyebutkan ada 5 (lima) kemungkinan bentuk proses sosial, yaitu kerja sama, persaingan/kompetisi, konflik/ pertentangan, akomodasi, asimilasi. dari setiap bentuk-bentuk sosial mempunyai fungsi-fungsi masing-masing dan tujuan dari bentuk-bentuk interaksi sosial serta contohnya biar lebih memudahkan kita sanggup mengerti seluruh bentuk-bentuk interaksi sosial.

nteraksi sosial merupakan ciri khas kehidupan bermasyarakat/sosial. Artinya kehidupan bermasyarakat/sosial akan kelihatan konkret dalam banyak sekali bentuk pergaulan seseorang dengan orang lain. Contoh: keramaian di pasar, buruh pabrik berdemontrasi, dan pelajar mencar ilmu di kelas.

Interaksi sosial terjadi apabila satu individu melaksanakan tindakan sehingga menjadikan reaksi bagi individu-individu lain. Interaksi sosial tidak hanya berupa tindakan yang berupa kolaborasi tetapi juga sanggup berupa persaingan dan pertikaian.

Untuk mengetahui klarifikasi dari banyak sekali bentuk-bentuk interaksi sosial mari kital lihat pembahasannya sebagai berikut

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

1. Kerja Sama (Cooperation). Kerja sama ialah perjuangan bersama antar-manusia untuk mencapai tujuan bersama. Dengan perkataan lain, kolaborasi ialah suatu bentuk interak sisosial individu individu atau kelompok-kelompok berusaha saling menolong untuk mencapai tujuan bersama atau mengoordinasikan kegiatan mereka guna mencapai tujuan bersama. Kerja sama merupakan proses sosialyang paling banyak terjadi di masyarakat. 

Masyarakat yang sangat kompetitif pun tidak akan sanggup berjalan, bila tidak ada kolaborasi di dalamnya. Kerja sama sanggup terjadi dengan sendirinya, tanpa disadari oleh pihak-pihak yang bekerja sama. 

Contoh, pengendara motor di jalan raya sering tidak menyadari bahwa dirinya tengah bekerja sama dengan pengendara sepeda motor lainnya dengan cara saling menjaga jarak yang aman serta saling tetap di jalur masing-masing. Di lain pihak, ada juga kolaborasi yang dilakukan secara sengaja dan diketahui oleh para pihak yang bekerja sama. Misalnya, kolaborasi yang dilakukan penduduk desa dalam membangun rumah ibadah. Setiap bentuk interaksi sosial sanggup kuat kepada pribadi dan masyarakat yang bersangkutan. Kerja sama cenderung memunculkan pribadi yang sensitif pada orang lain, memperhatikan orang lain, merasa aman, tenang, dan kalem serta tidak agresif. 

Masyarakat yang menjunjung tinggi kolaborasi dan menghindari kompetisi dan konflik cenderung tenang dan teratur, dengan sedikit tekanan emosi atau rasa tidak aman, serta relatif rendah tingkat perubahan sosialnya.

bentuk utama dari proses interaksi sosial sebab intinya interaksi sosial yang dilakukan oleh seseorang bertujuan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan bersama. 4 macam kerjasama : 1) Kerja sama impulsif (spontaneous cooperation) -> kerjasama yang timbul secara spontan. 2) Kerja sama pribadi (directed cooperation). 3) kerjasama sebab adanya perintah atasan/penguasa. 4) Kerja sama kontrak (contractual cooperation) 

kerjasama yang berlangsung atas dasar ketentuan tertentu yang disetujui dalam jangka waktu tertentu. Kerja sama tradisional (traditional cooperation)
kerjasama sebab sistem tradisi yang kondusif.


2. Persaingan/Kompetisi (Competition)

Persaingan ialah perjuangan untuk melaksanakan sesuatu secara lebih baik dibandingkan orang atau kelompok lain dalam mencapai tujuan.

proses adaptasi sosial dalam interaksi antarindividu dan antarkelompok untuk meredakan pertentangan.

Tujuan fasilitas :

mengurangi perbedaan pandangan, kontradiksi politik, atau permusuhan antarsuku atau antarnegara.
mencegah terjadinya ledakan konflik yang mengarah pada benturan fisik.
mengupayakan terjadinya fasilitas di antara masyarakat yang dipisahkan oleh sistem kelas atau kasta.
mengupayakan terjadinya proses pembauran atau asimilasi di antara kelompok kesukuan atau ras.


a. Terjadinya persaingan

Persaingan terjadi apabila pemenuhan kebutuhan dan cita-cita orang/kelompok tidak cocok dengan kebutuhan atau cita-cita orang/kelompok lain. Persaingan hanya akan muncul apabila:

Sesuatu diharapkan dan diinginkan oleh dua atau lebih pihak.
Tersedia dalam jumlah yang terbatas sehingga tak semua kebutuhan dan cita-cita sanggup dipenuhi.


Kedua syarat itu harus ada biar terjadi persaingan. Kita semua membutuhkan udara. Namun sebab udara tersedia tanpa batas, maka kita tidak pernah bersaing memperebutkannya. Demikian juga tidak semua orang mempunyai tanda tangan yang diperjual belikan di toko-toko, tetapi kelangkaan itu tidak menjadikan persaingan sebab tidak ada yang menginginkan tanda tangan kalau pemiliknya bukan artis atau tokoh yang diidolakan. Hal ini berbeda dengan jabatan yang tersedia di pemerintahan. Jumlah jabatan pada pemerintahan terbatas, sehingga menjadikan persaingan di antara para PNS yang menginginkannya.

b. Mengurangi atau menghilangkan persaingan


Persaingan sanggup dikurangi atau dihilangkan dengan memenuhi kelangkaan atau diferensiasi. Diferensiasi ialah proses membuat hal-hal yang berlainan sehingga mendorong orang atau kelompok untuk menginginkan hal yang berbeda daripada hal yang sama. Dokter dan pengacara tidak akan bersaing memperebutkan pekeraan yang sama. 

Dua rumah makan tidak perlu bersaing atas pelanggan yang sama bila masing-masing mempunyai sajian utama yang berbeda. Pihak-pihak yang bersaing tidak perlu rnempunyai kontak satu sama lain dan tidak perlu tahu bahwa mereka sedang bersaing. Contoh, persaingan antar-sesama orang yang memasukkan lamaran pekerjaan di satu kantor. Para pelamar tidak saling kenal satu sama lain dan juga tidak pernah kontak satu sama lain.


Di lain pihak, juga ada persaingan yang melibatkan kontak di antara para kompetitor, kesadaran bersaing dinyatakan secara terbuka dan secara sengaja. Contoh, persaingan antarpeserta turnamen bola basket SMU seKabupaten/Provinsi dan lain sejenisnya.

c. Akibat suatu persaingan

Pribadi yang dihasilkan dan persaingan ialah pribadi yang “tegaan”, rakus, tidak sensitif pada orang lain, cemas, dan ketakutan. Bagi yang biasa memenangkan persaingan, akan menjadi pribadi yang mandiri, berinisiatif, percaya diri, dan mempunyai ambisi. Bagi yang terbiasa gagal bersaing, cenderung menjadi pribadi yang selalu merasa tak berdaya, frustasi, apatis, dan menarik diri. Secara sosial, persaingan berfungsi sebagai sarana mengalokasikan hal-hal yang langka. Persaingan dalam kelompok akan mengancam solidaritas dan kesatuan kelompok. Namun, persaingan antarkelompok justru meningkatkan kesatuan dan kesetiaan dalam masing-masing kelompok yang bersaing. Persaingan juga sanggup mendorong penemuan dan perubahan sosial.


3.Konflik/Pertentangan (Conflict)


Konflik ialah proses di mana orang atau kelompok berusaha memperoleh sesuatu (imbalan tertentu) dengan cara melemahkan atau menghilangkan pesaing atau kompetitor lain, bukan hanya mencoba tampil lebih baik menyerupai dalam kompetisi. Konflik sanggup bersifat terbuka dan memakai kekerasan menyerupai perkelahian, pengeboman, dan pembakaran, dan sanggup juga terjadi secara tersembunyi dengan memakai jasa “dukun santet”, tipu daya, atau pihak ketiga.


a. Terjadinya konflik


Kompetisi tidak terjadi dikala sebuah toko meningkatkan pelayanannya dibanding toko-toko sekitarnya, namun konflik terjadi bila pemilik toko memperabukan toko lain, menyuap petugas biar menyegel toko lain, atau berbagi fitnab wacana toko lain. Perang harga, di mana salah satu pedagang menjual barang di bawah biaya produksi hingga pedagang lain yang modalnya terbatas


bangkrut, juga termasuk dalam kategori konflik. Konflik antarpribadi bersifat personal, sedang konflik antarkelompok bersifat impersonal. Artinya, dalam konflik antarkelompok, target konflik bukan masing-masing individu anggota kelompok melainkan kelompok sebagai keseluruhan.


b. Akibat konflik


Interaksi sosial yang diwarnai konflik terus-menerus sanggup berakibat positif dan negatif. Akibat negatif akan melahirkan kepribadian yang membenci musuh, kejam, “tegaan”, dan sulit memahami. Sementara jawaban positif contohnya bersedia berkorban demi kelompok dan meningkatkan kesatuan atau solidaritas kelompok.


c. Fungsi konflik


Secara sosial, konflik sanggup berfungsi:


• merumuskan dan menuntaskan persoalan;


• meningkatkan kesatuan, solidaritas, dan kehendak untuk berkorban bagi kelompok (bagi masing masing kelompok yang berkonflik);

• mempercepat perubahan sosial.

4. Akomodasi (Accommodation)

Akomodasi ialah proses mencapai persetujuan sementara di antara pihak-pihak yang sedang atau mempunyai potensi untuk berkonflik. Bentuk-bentuk dan fasilitas adalah:

a. Pengalihan target (Displacement)

Displacement ialah penyelesaian konflik dengan cara menggantikannya dengan konflik lain. Negara yang mengalami banyak pertikaian dalam negeri, sanggup melaksanakan perang dengan negara lain, biar rakyatnya memindahkan target konflik mereka ke luar negeri. Seorang suami yang terlibat konflik dengan istrinya di rumah, sanggup mengalihkan konfliknya dengan memarahi (menciptakan konflik dengan) pegawainya di kantor. Sebaliknya pegawai di kantor yang dirnarahi (konflik dengan) atasannya, sanggup memindahkan konflik ke istrinya di rumah. Displacement tidak memecahkan konflik lama, hanya memindahkan kemarahan seseorang ke dalam konflik gres sehingga konflik usang tak muncul lagi.


b. Subordinasi

Subordinasi ialah bentuk fasilitas di mana pihak yang lemah mendapatkan kehendak pihak yang kuat. Misalnya, tentara yang kalah perang menyerahkan diri sebagai tawanan pihak yang menang. Atau keputusan para buruh untuk menghentikan pemogokan dan kembali bekerja walaupun pihak perusahaan tidak bersedia memenuhi tuntutan mereka.


c. Kompromi

Kompromi ialah proses penyelesaian kasus di mana kedua belah pihak saling menawarkan konsesi (persetujuan tertentu atau saling memberi dan saling menerima) sehingga masing-masing pihak berada dalam kedudukan yang seimbang. Kompromi terjadi apabila kedua belah pihak sama kuatnya, sehingga tidak ada satu pihak pun yang sanggup memaksakan subordinasi. Kompromi diupayakan melalui mediasi, konsiliasi, dan arbitrase (perantara). Mediasi dan konsiliasi bermakna sama, yaitu upaya pihak ketiga untuk menolong para pihak (yang berkonflik) mencapai suatu persetujuan. Sedang dalam arbitrase, pihak penengah membuat keputusan yang disetujui oleh para pihak yang berkonflik.


d. Toleransi

Toleransi ialah bentuk fasilitas di mana para pihak oke untuk berinteraksi secara tenang tanpa penyelesaian duduk kasus atau perbedaan di antara mereka.

e. Prosedur penyelesaian konflik yang melembaga. Penyelesaian konflik juga sanggup dilakukan melalui mekanisme baku yang telah dilembagakan. Dalam masyarakat tradisional, terdapat cara-cara penylesaian konflik menyerupai “perkelahian satu lawan satu”, uji fisik (berjalan di atas bara api tanpa bantalan kaki), dan lain-lain. Cara-cara tersebut juga sanggup digunakan untuk memilih benar salahnya seseorang, dan lain sebagainya. Dalam masyarakat modern, sistem peradilan berfungsi sebagai wahana penyelesaian konflik secara melmbaga.

5. Asimilasi (Assimilation)


Asimilasi ialah proses peleburan beberapa kebudayaan menjadi satu, sehingga akar konflik yang bersumber pada perbedaan kebudayaan terhapus. Misalnya, keluarga pendatang yang sehabis beberapa generasi menyerap budaya penduduk ash, dan sekaligus memberi sedikit unsur budayanya kepada penduduk asli. Jika tidak adam perbedaan ras atau agama yang mencolok, biasanya para pendatang akan terasimilasi secara budaya dan diterima secara sosial.


Demikian artikel tentang Bentuk-bentuk Interaksi Sosial semoga bermanfaat bagi kita semua. sekian dan terima kasih.

(Sumber : sosiologi, Hal : 72-77, penerbit : phibeta. 2006.jakarta. Penulis : Saptono)

Pengertian Umum Perilaku Antisosial, Ciri-Ciri Dan Faktor YangMemengaruhi Perilaku Antisosial


sikap antisosial sering dipandang sebagai sikap dan sikap yang tidak mempertimbangkan evaluasi dan keberadaan orang lain ataupun masyarakat secara umum di sekitarnya. Suatu tindakan antisosial termasuk dalam tindakan sosial yang berorientasi pada keberadaan orang lain atau ditujukan kepada orang lain, meskipun tindakan-tindakan tersebut mempunyai makna subjektif bagi orang-orang yang melakukannya. Tindakan-tindakan antisosial ini sering kali mendatangkan kerugian bagi masyarakat luas lantaran intinya si pelaku tidak menyukai keteraturan sosial (social order) yang diinginkan oleh sebagian besar anggota masyarakat lainnya.

Pengertian Sikap Antisosial yaitu sikap dan sikap yang tidak mempertimbangkan evaluasi dan keberadaan orang lain ataupun masyarakat secara umum di sekitarnya. Seseorang yang antisosial memperlihatkan sikap tidak bertanggung jawab serta kurangnya penyesalan mengenai kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan. Orang yang kepribadian antisosial secara persisten melaksanakan pelanggaran-pelanggaran terhadap hak-hak orang lain dan sering melanggar norma.


Mereka mengabaikan norma dan konvensi sosial, impulsif, serta gagal dalam membina hubungan interpersonal dan pekerjaan. Suatu tindakan antisosial termasuk dalam tindakan sosial berorientasi di keberadaan orang lain atau mempunyai makna subjektif bagi orang-orang yang melakukannya. Tindakan-tindakan antisosial biasanya mendantangkan kerugian bagi masyarakat luas lantaran intinya si pelaku tidak menyukai keteraturan sosial (social order) yang diinginkan oleh sebagian besarr anggota masyarakat lainnya.

Ciri-Ciri Sikap Antisosial

Sikap antisosial sanggup dengan gampang diketahui dengan melihat ciri-ciri tanda dari sikap anti sosial antara lain sebagai berikut...

Terdapat ketidaksesuaian antara sikap seseorang dengan norma yang terdapat dalam masyarakat
Adanya seseorang atau sekelompok orang yang beruasah dalam melaksanakan perlawan terhadap orang yang berlaku di masyarakat.
Keadaan psikologi seseorang yang berlawanan dengan apa yang terjadi
Ketidakmampuan seseorang dalam menjalankan norma yang di masyarakat.

Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial

Sikap antisosial dikelompokkan dalam beberapa macam antara lain sebagai berikut.


1. Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial Berdasarkan Penyebabnya


a. Sikap antisosial yang muncul lantaran penyimpangan (devisiasi) individual


Penyimpangan individul bersumber dari faktor-faktor yang terdapat diri seseorang, menyerupai pembawaan, penyakit, kecelakaan yang dialami seseorang, atau lantaran terdapat efek sosial budaya yang sifatnya unik terhadap individu. Adapun bentuk-bentuk sikap antisosial antara lain sebagia berikut.

Pembandel, yaitu orang yang tidak mau tunduk pada peringatan orang-orang yang mempunyai kewenangan di lingkungan tersebut. 

Pelanggar, ialah orang-orang yang melanggar norma-norma umum atau masyarakat yang berlaku
Pembangkang, adalah orang yang tidak tunduk pada nasihat-nasihat orang yang terdapat dilingkungan tersebut. 

Penjahat, adalah orang-orang yang mengabaikan norma-norma umum atau masyarakat yang berbuat sekehendak hati yang mengakibatkan kerugian-kerugian harta atau jiwa yang terdapat dilingkungannya ataupun yang berada di luar lingkungannya sehingga para anggota masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan selalu berkemas-kemas untuk menghadapinya.


b. Sikap antisosial yang muncul lantaran penyimpangan situsional


Penyimpanan situasional yaitu fungsi efek kekuatan-kekuatan situasi yang berada di luar individu atau dalam situasi dikala individu merupakan penggalan yang tidak terpisahkan di dalamnya. Situasi sosial yaitu keadaan yang bekerjasama dengan tingkah laku seseorang dimana tekanan, pembatasan, dan rangsangan yang tiba dari orang atau kelompok di luar diri orang itu relatif lebih dinamis daripada faktor-faktor internal yang sanggup menimbulkan respons mengenai hal-hal tersebut. Penyimpangan situasional sanggup selalu kembali bila situasinya berulang. Mengenai insiden tersebut, menjadi penyimpangan kumulatif. Macam-macam bentuk sikap antisosial yaitu sebagai berikut...

Degradasi akhlak atau demoralisasi lantaran kata-kata keras dan radikal yang kelaur di lisan para pekerja yang di PHK secara sepihak oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
Tingkah laku garang pada golongan remaja
Tekanan batin yang dialami oleh perempuan-perempuan yang mengalami monopause
Penyimpangan seksual yang terjadi lantaran seseorang menunda-nunda perkawinan
Homoseksual yang terjadi untuk narapidana di forum permasyarakatan.


c. Sikap antisosial yang muncul lantaran penyimpangan biologis


Penyimpangan biologi yaitu faktor pembatas yang tidak memungkinkan terjadinya dalam memperlihatkan persepsi atau menimbulkan respons-respons tertentu. Gangguan terjadi bila individu tidak melaksanakan suatu peranan sosial tertentu yang sangat perlu. Pembatasan terhadap gangguan-gangguan ini sifatnya transbudaya (menyeluruh di seluruh dunia). Terdapat macam-macam bentuk diferensiasi yang sanggup menghasilkan penyimpangan biologis yaitu sebagai berikut...

Ciri-ciri ras, contohnya tinggi badan, roman muka, dan bentuk badan
Ciri-ciri lantaran gangguan fisik, contohnya kehilangan anggota tubuh dan gangguan sensorik
Ciri-ciri biologis yang aneh, cacat lantaran luka dan cacat yang terjadi lantaran bawaan lahir.
Tidak berfungsinya tubuh secara baik dan tidak bisa dikendalikan lagi, contohnya epilepsi dan tremor.


d. Sikap antisosial yang bersifat sosiokultural


Beberapa bentuk sikap dari antisosial dengan sifat sosiokultural yaitu sebagai berikut...
Primordialisme, adalah suatu sikap atau pandangan yang memperlihatkan sikap yang berpegang teguh kepada hal-hal yang semenjak semula menempel pada diri individu, contohnya suku bangsa, agama, ras, ataupun asal permintaan kedaerahan oleh seseorang dalam kelompoknya, kemudian meluar dan berkembang. Primordialisme muncul lantaran adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh individu dalam suatu kelompok dan cita-cita untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok. Selain dari itu, primordialisme berkaitan disebabkan dengan nilai-nilai mengenai keyakinan, contohnya keagamaan dan pandangan hidup. 

Etnosentrims atau fanatisme suku bangsa, ialah suatu sikap yang menilai kebudayaan masyarkat lain dengan memakai ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya sendiri. 

Sekularisme, yaitu sikap yang lebih mengedepankan hal-hal yang sifatnya nonagamawi, contohnya teknologi dan ilmu pengetahuan. Orang yang menyerupai ini cenderung mengedepankan kebenaran duniawi. 

Hedonisme, adalah suatu sikap insan yang didasarkan pada diri mengenai teladan kehidupan yang serbamewah, glamor, dan menemparkan kesenangan materiil di atas segalanya. Tindakan yang baik berdasarkan hedonisme yaitu tindakan yang menghasilkan kenikmatan. Orang yang mempunyai sifat menyerupai ini biasanya kurang peduli mengenai keadaan di sekitarnya lantaran yang diburu yaitu kesenangan pribadi. 

Fanatisme, ialah suatu sikap yang menyayangi atau menyukai mengenai suatu hal secara berlebihan. Mereka tidak memedulikan apapun yang dipandang lebih baik daripada hal yang disenangi tersebut. Fanatisme yang berlebihan sangat berbahaya lantaran sanggup berujung pada perpecahan atau konflik. Seperti fanatisme terhadap suatu ideologi atau arti idola. 

Diskriminasi, adalah sikap yang membeda-bedakan secara sengaja golongan-golongan yang berkaitan mengenai kepentingan-kepentingan tertentu. Dalam diskriminasi, golongan tertentu diperlakukan secara berbeda dengan golongan-golongan lain. Pembedaan itu sanggup didasarkan pada suku bangsa, agama, mayoritas, atau bahkan minoritas dalam masyarakat. Seperti, diskriminasi ras yang sebelumnya pernah terdapat di Afrika Selatan dimana seluruh warga ras kulit putih menduduki lapisan lebih tinggi dibandingkan ras kulit hitam.


2. Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial Berdasarkan Sifatnya

a. Tindakan antisosial yang dilakukan secara sengaja

Tindakan antisosial yang dilakukan secara sengaja yaitu tindakan yang dilakukan secara sadar oleh pelaku, akan tetapi tidak mempertimbangkan evaluasi orang lain terhadap tindakannya tersebut. Seperti vandalisme atau agresi corat-coret tembok rumah orang lain.

b. Tindakan antisosial lantaran tidak peduli

Tindakan antisosial lantaran tidak peduli yaitu tindakan lantaran ketidakpedulian si pelaku mengenai keberadaan masyarakat disekitarnya. Seperti membuang sampah di sebmarang tempat atau mengebut dikala berkendara di jalan raya.


Sebab Terjadinya Sikap Antisosial

Adanya norma atau nilai sosial yang tidak sesuai atau sejalan dengan cita-cita masyarakat.
Kurang siapnya teladan aliran masyarakat untuk mendapatkan perubahan dalam tatanan masyarakat.
Ketidakmampuan seseorang untuk memahami atau mendapatkan bentukperbedaan sosial dalam masyarakat.
Adanya ideologi tang dipaksakan untuk masuk dalam lingkungan masyarakat.
Pemimpin yang kurang sigap dan tanggao atas fenomena sosial dalam masyarakat.


Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Sikap Antisosial/Sebab Terjadinya Sikap Antisosial
Terdapat norma dan nilai sosial yang tidak sesuai atau sejalan mengenai cita-cita masyarakat sehingga sanggup terjadi kesenjangan budaya, baik teladan pikir masyarakat. 

Adanya ideologi yang dipaksakan untuk masuk ke dalam lingkungan masyarakat. Hal tersebut sanggup menimbulkan guncangan budaya bagi masyarakat yang belum siap untuk mendapatkan ideologi gres tersebut. 

Masyarakat kurang siap untuk mendapatkan perubahan dalam tatanan masyarkat. Hal tersebut sanggup terjadi lantaran terdapat perubahan sosial yang menuntuk seluruh komponen supaya berubah mengikuti tatanan yang baru. Dalam perubahan, terdapat komponen yang siap, namun ada juga yang sebaliknya yang justru bersikap antisosial lantaran setuju dengan perubahan yang terjadi. Seperti perusakan kemudahan umum. 

Ketidakmampuan seseorang untuk memahami atau mendapatkan mengenai bentuk-bentuk perbedaan sosial dalam masyarakat sehingga akan mengakibatkan kecemburuan sosial. Perbedaan-perbedaan dimaknai sebagai suatu permasalahan yang sanggup mengancam stabiltas masyarakat yang sudah tertata. 

Pemimpin yang kurang sigap dan tanggal mengenai fenomena sosial dalam masyarakat serta tidak bisa mengartikan cita-cita masyarakat secara keseluruhan.


Demikianlah artikel singkat mengenai Pengertian Sikap Antisosial, Ciri-Ciri, Bentuk dan Faktor Yang Memengaruhi anti sosial. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.

Pengertian Umum Norma, Macam-Macam Norma Sosial Serta Ciri Dan TeladanNorma Sosial


Kata norma berasal dari bahasa Belanda "norm" yang berarti pokok kaidah, patokan atau pedoman. Dalam Kamus Hukum Umum, kata norma atau norm diberikan pengertian sebagai kaidah yang menjadi petunjuk, pedoman bagi seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat, dan bertingkah laris dalam lingkungan masyarakatnya, contohnya norma kesopanan, norma agama, dan norma hukum. Namun, ada juga yang beropini bahwa istilah norma berasal dari bahasa latin, mos yang merupakan bentuk jamak dari mores, artinya yaitu kebiasaan, tata kelakuan, atau ada istiadat.

Secara umum, Pengertian norma yaitu pedoman sikap untuk melangsungkan kehidupan bahu-membahu dalam suatu kelompok masyarakat. Norma sanggup juga diartikan sebagai petunjuk atua patokan sikap yang dibenarkan dan pantas dilakukan dikala menjalani interaksi sosial dalam kelompok masyarakat tertentu. Perbedaan mendaasar mengenai nilai dengan norma sosial yaitu kalau norma sosial terdapat hukuman sosial(penghargaan maupun hukuman) untuk orang yang mematuhi atau melanggar norma.


Norma disebut juga dengan peraturan sosial yang sifatnya memaksa sehingga seluruh anggota masyarakat harus tunduk sesuai dengan norma-norma yang berlaku semenjak lama. Norma merupakan hasil ciptaan mausia sebagai makhluk sosial. Sejarah terbentuknya norma terjadi secara tidak sengaja, namun lama-kelamaan norma-norma tersebut disusun dan dibuat secara sadar. Norma yang berada dalam masyarakat berisi dan terkandung tata tertip, aturan, dan petunjuk standar sikap yang pantas atau wajar.


Pengertian Norma Sosial Menurut Pengertian Para Ahli


Pengertian norma banyak diutarakan oleh beberapa para mahir mengenai definisi pengertian norma. Macam-macam pengertian norma berdasarkan para mahir yaitu sebagai berikut...
John J. Macionis: Menurutnya norma yaitu aturan-aturan dan harapan-harapan masyarakat untuk memandu sikap anggota-anggotanya 

Robert Mz. Lawang: Pengertian norma berdasarkan Robert Mz. Lawang yaitu citra mengenai apa yang diinginkan baik dan pantas sehingga sejumlah angggapan yang baik dan perlu dihargai sebagaimana mestinya 

Hans Kelsen: Menurut Hans Kelsen, pengertian norma yaitu perintah yang tidak personal dan anonim
Soerjono Soekano: Pengertian norma berdasarkan soerjono soekanto yaitu suatu perangkat supaya hubungan antar masyarakat terjalin dengan baik. 

Isworo Hadi Wiyono: Pengertian norma berdasarkan Isworo Hadi Wiyono bahwa norma yaitu peraturan atau petunjuk hidup yang memberi ancar-ancar perbuatan mana yang boleh dijalankan dan perubatan mana yang harus dihindari. 

Antony Gidden: Menurut Antony Gidden bahwa pengertian norma yaitu prinsip atau aturan positif yang seharusnya diperhatikan oleh masyarakat.


Macam-macam Norma 

Norma Agama, yaitu bersifat mutlak dan tidak sanggup ditawar. Norma agama ditentukan oleh tiap-tiap agama dan kepercayaan. Pelanggaran terhadap norma agama dikatakan sebagai dosa dan hukumannya neraka. 

Norma Kesusilaan merupakan yang paling halus, dimana dibuat untuk menghargai harkat dan martabat seseorang. Norma ini bersumber dari perasaan manusia. 

Norma Kesopanan, yaitu peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan dengan cara seseorang bertingkah laris wajar. Norma ini bersumber dari perasaan manusia. 

Norma Kebiasaan ialah sekumpulan peraturan sosial yang berisi petunjuk atau peraturan yang dibuat secara sadar maupun tidak. Perilaku ini dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan. 

Norma Hukum yaitu aturan sosial dimana dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, pemerintah, sehingga hukuman pelanggaran ini tegas dan jelas.
Klasifikasi Norma Sosial atau Macam-Macam Norma Sosial


Norma diklasifikasikan atau dikelompokkan dalam beberapa macam yaitu berdasarkan daya ikatnya, berdasarkan aspek-aspeknya, dan berdasarkan sifat resminya. Macam-macam pembagian terstruktur mengenai norma sosial tersebut antara lain sebagai berikut :

1. Macam-Macam Norma Sosial Berdasarkan Aspek-Aspeknya


a. Norma Agama

Norma agama yaitu peraturan sosial bersifat mutlak lantaran berasal dari Tuhan. Norma agama berasal dari fatwa agama dan kepercayaan-kepercayaan yang lainnya.

Contoh-Contoh Norma Agama
Melakukan sembahyang kepada tuhan
Mengaji
Melaksankan sholat sempurna waktu
Melasanakan segala perintah agama
Menjauhi segalah larangan-larangan agama atau kepercayaan


b. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan yaitu peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak. Dari adanya norma kesusilaan, seseorang sanggup membedakan baik dan buruk. Pelanggaran norma kesusilaan berdampak atau berakibat dari hukuman yang sifatnya pengucilan secara fisik mapun secara batin

Contoh-Contoh Norma Kesusilaan
dilarang Pelacuran, perzinaan, korupsi
Menghormati orang lain terutama orang tua
Memiliki sikap jujur dan adil dalam masyarakat
Tidak menfitnah orang lain
Selalu menolong orang lain


c. Norma Kesopanan

Norma kesopanan yaitu peraturan sosial yang mengarah pada tingkah laris masuk akal dalam kehidupan bermasyarakat. Pelanggaran norma mendapatkan celaan, kritik, dan pengucilan.

Contoh-Contoh Norma Kesopanan
Tidak meludah disembarang tempat
Memberi atau mendapatkan masakan dengan tangan kanan
Jangan makan sambil berbicara
Bersikap dan bersifat rukun dengan siapa saja


d. Norma Kebiasaan

Norma kebiasaan yaitu sekumpulan peraturan sosial yang dibuat secara sadar atau tidak yang berisi mengenai petunjuk akan sikap secara terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran norma kebiasaan berupa hukuman celaan, kritik dan pengucilan

Contoh-Contoh Norma Kebiasaan
Membawa buah tangan ketika pulang dari suatu tempat
Mencuci tangan sebelum makan
Membaca doa sebelum melaksanakan sesuatu
Menggosok gigi sehabis makan
Mandi dengan teratur


e. Norma Hukum

Norma aturan yaitu aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, ibarat pemerintah yang bersifat tegas, memaksa untuk berperilaku sesuai dengan aturan tersebut. Pelanggaran norma aturan akan mendapatkan hukuman yag berupa denda atau eksekusi fisik.

Contoh-Contoh Norma Hukum
Kewajiban membayar pajak
Dilarang menerobos lampu merah
Menyeberang jalan dengan melaui jembatan penyeberangan
Dilarang mengganggu ketertiban umum
Tidak terlamat masuk sekolah
2. Macam-Macam Norma Sosial Berdasarkan Daya Ikatnya


a. Cara (usage)


Cara yaitu suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan oleh individu-individu dalam suatu masyarakat akan tetapi tidak dilakukan secara terus menerus. Norma mempunyai daya ikat yang lemah sehingga pelanggaranya tidak akan mendapatkan eksekusi atau hukuman yang berat, melainkan hanya sekeder celaan atau teguran dalam anggotam masyarakat lainnya.


Contoh Cara (Usage)

Cara makan yang masuk akal dan baik bagi beberapa orang yaitu tidak mengeluarkan bunyi dikala mengunyah makanan. Akan tetapi di daerah tertentu, bersendawa pada tamat makan merupakan tanda atau verbal rasa kenyang dan puas sehingga tidak melanggar norma.


b. Kebiasaan (Folkways)


Kebiasaan adlaah suatu bentuk perubatan yang dilakukan terus menerus dalam bentuk yang sama secara sadar dengan tujuan terang yaitu dianggap baik dan benar oleh masyarakat tertentu.


Contoh Kebiasaan (Foklways)

Memberi hadiah kepada orang-orang yang berperstasi dalam suatu kegiatan atau menggunakan baju manis di waktu pesat. atau lazimnya anak pria berambut pendek dan anak wanita berambut panjang.


c. Tata Kelakuan (mores)


Tata kelakuan yaitu sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup akan suatu kelompok insan secara sadar untuk melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Fungsi tata kelakuan yaitu untuk menciptakan seluruh anggota masyarakat menyesuaikan perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut


Contoh Tata Kelakuan (Mores)

Melarang membunung, mencuri, atau menikahi kerabat dekat.


d. Adat Istiadat


Adat istiadat yaitu kumpulan tata kelakuan denga kedudukan sangat tinggi yang bersifat kekela dan berinteraksi berpengaruh terhadap masyarakat yang memilikinya.


Contoh Adat Istiadat

Pelanggaran terhadap tata cara pembagian harta warisan
Pelanggaran terhadap pelaksanaan upacara-ucapara tradisional


e. Hukum


Hukum yaitu serangkaian aturan yang ditujukan bagi anggota masyarakat yang berisi ketentuan-ketentuan, perintah, kewajiban, ataupun larangan, dengan hukuman yang beragam.


Contoh Hukum

Mematuhi rambu-rambu kemudian lintas
Dilarang mencuri
3. Macam-Macam Norma Berdasarkan Sifat Resminya


a. Norma Tidak Resmi (Nonformal)

Norma tidak resmi adlaah patokan yang dirumuskan secara tidak terang dan pelaksanaannya tidak diwajibkan untuk masyarakat. Norma yang tumbuh dan berkemang dari kebiasaan bertindak secara seragam dan diterima oleh masyarakat. Walaupun tidak diwajibkan tetapi semua anggota sadar akan patokan tidak resmi harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar dibandingkan dengan patokan resmi

Contoh-Contoh Norma Tidak Resmi (Nonformal)
Aturan etika istiadat
Aturan dalam keluarga
Pantanga-pantanga dalam lingkungan masyarakat


b. Norma Resmi (Formal)


Norma resmi adlaah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan terang dan tegas oleh yang berwenang untuk semua masyarakat. Keseluruhan norma forma merupakan suatu tubuh aturan yang dimiliki masyarakat modern dan diperkenalkan dari pengumuman sosial.

Contoh-Contoh Norma Resmi (Formal)
UUD 1945
Perpu
Surat Keputusan
Keputusan Presiden
Perda


Fungsi Norma


Norma berfungsi sebagai suatu pedoman orientasi kehidupan warga masyarakat dalam proses sosialisasi yaitu suatu proses seseorang individu dalam masyarakat berguru aneka macam hal yang dibutuhkan dalam hidupnya. Norma yang telah dipelajari setiap warga masyarakat dalam proses sosialiasasi memilih bagaimana tingkah laris dari individu pendukung nilai tersebut. Sebagai contoh, di Negara kita di Indonesia, kita selalu hormat dan "tabe" kepada orang yang lebih renta khususnya kepada orangtua kita dan guru kita. Artinya, nilai tentang kesopanan tertanam dalam warga Indonesia. Apabila ada anak yang melanggar norma tersebut, atau tidak menganut nilai nilai kesopanan yang diharapkan, maka akan mendapatkan pengucilan sosial.


Fungsi norma sosial oleh para sosiologi dikatakan bahwa berperan dalam pembentukan instruksi kode. Kode instruksi tersebut merupakan aturan-aturan yang mempunyai hukuman atau eksekusi bagi yang melanggar. Menurut Hassan Shadily (1993) terdapat 3 instruksi sosial yaitu instruksi etik (ethical code), instruksi moral (moral code) dan terakhir instruksi agama (religion code).


Selain diatas, masih ada beberapa fungsi norma sosial yaitu:

Sebagai pedoman atau patokan sikap dan perbuatan dalam masyarakat
Sebagai wujud positif dari nilai nilai yang dikandung oleh masyarakat
Sebagai standar atau skala ukur aneka macam jenis tingkah laris yang ada dalam suatu masyarakat


Selain itu, ditambahkan oleh Hanneman Samuel dalam bukunya Nilai dan Norma (2004) bahwa salah satu fungsi norma sosial yaitu kelengkapan kehidupan bersama dalam masyarakat. Dan Joseph Fletcher (Situation Ethics, 1966) menyampaikan bahwa fungsi norma norma yaitu menandakan jalan yang terbaik (give the best way). Ditambahkannya bahwa ada norma norma yang hanya mempunyai fungsi tersebut dan adapun yang mempunyai fungsi yang lebih banyak lagi.


Dalam buku persiapan ujian nasioanal dijelaskan bahwa fungsi norma sosial adalah

Memberikan batasan yang berupa perintah ataupun larangan dalam bertindak dan berperilaku
Memaksa individu untuk mengikuti keadaan dan menyesuaikan diri dengan norma norma yang ada dalam masyarakat dan menyerap nilai nilai yang diharapkan
Menjaga kebersamaan dan solidaritas antara anggota masyarakat
Menjaga ketertiban dan keteraturan dalam Masyarakat
Menjaga kelestarian lingkungan sekitar


Fungsi dan Peranan Norma Sosial


Norma mempunyai beberapa fungsi dan peranannya dalam kehidupan masyarakat antara lain sebagai berikut..

Sebagai pedoman hidup untuk seluruh masyarkat di wilayah tertentu
Memberikan stabilitas dan keteraturan dalam kehidupan warga masyarkat
Menciptakan kondisi dengan susanan yang tertip dalam masyarakat
Wujud positif terhadap nilai-nilai di masyarakat
Mengikat seluruh warga masyarkat, lantaran disertai dengan hukuman dan aturan tegas bagi yang melanggar
Merupakan standar atau skala dari seluruh kategori tingkah laris suatu masyarkat

Ciri-Ciri Norma Sosial

Norma sosial mempunyai beberapa ciri-ciri antara lain sebagai berikut :

Norma sosial pada umumnya tidak tertulis: Dalam masyarakat, norma sosial tidak tertulis yang hanya diingat dan diserap serta mempraktekkannya dalam interkasi antara anggota kelompok masyarakat
Hasil kesepatakan bersama: Sebagai peraturan sosial yang difungsikan untuk megnarahkan sikap seluruh anggota masyarakat. Norma sosial dibuat dan disepakati bersama seluruh warga masyarakat
Mengalami perubahan: Sebagai aturan yang lahir dari proses interkasi sosial di masyarakat, norma mengalami perubahan sesuai atas keinginan dan kebutuhan dari anggota masyarakat itu sendiri.
Ditaati bersama: Norma sosial merupakan seperangkat aturan sosial untuk mengarahkan dan menertipkan sikap anggota masyarakat untuk dari keinginan bersama. Oleh lantaran itu, norma didukung dan ditaati bersama.
Pelanggar norma mendapatkan saksi: Norma sosial bersifat memaksa individu supaya berperilaku untuk sesuai dengan kehendak bersama. Sehingga pelanggaran diberikansanksi dengan tindakan atau daya ikat norma.


Demikianlah Artikel sederhana mengenai Pengertian Norma, Macam-Macam Norma serta Ciri-Ciri dan Contoh-Contohnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.





Pustaka:

Idianto Muin. 2013. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X. Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Erlangga. Hal: 108-114
Hendra Akhdhiat, 2011. Psikologi Hukum. Yang Menerbitkan CV Pustaka Setia : Bandung.
Sosiologi 1: Suatu kajian Kehidupan Masyarakat (2007) untuk Sekolah Menengan Atas kelas X oleh Taufiq Rahman dkk., Penerbit Yudhistira.
Pengambilan keputusan etis dan faktor di dalamnya oleh Malcolm brownlee (2006) oleh Penerbit Gunung Mulia di Jakarta
Etika & aturan oleh E.Sumaryono (2002) oleh Penerbit Kanisius di Jakarta
Rahardjo, Budi, dkk. 2011. Buku Ajar Sosiologi Kelas X Semester Ganjil. Solo: CV. Trijaya Utama.
Sudarmi, Sri. 2009. Sosiologi 1 Kelas X SMA/ MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Pengertian Kepemimpinan Secara Umum Adalah


Secara umum pengertian kepemimpinan ialah suatu kekuatan yang menggerakkan usaha atau kegiatan yang menuju sukses. Kepemimpinan sanggup juga diartikan sebagai proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Umumnya kepemimpinan merupakan proses mensugesti acara kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan. Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin. Pengertian pemimpin ialah suatu kiprah atau ketua dalam sistem di suatu organisasi atua kelompok. Sedangkan kepemiminan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk memengaruhi orang-orang untuk bekerja mencapai tujuan dan sasaran.

Pentingnya arti kepemimpinan terlihat dari banyak para mahir yang menawarkan pendapatnya dalam mendefinisikan pengertian kepemimpinan. beberapa Pengertian kepemimpinan diantaranya ialah sebagai berikut...

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli Indonesia

Wahjosumidjo (1987:11): Pengertian kepemimpinan berdasarkan Wahjosumidjo ialah suatu yang menempel pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti: kepribadian (personality), kemampuan (ability), dan kesanggupan (capability), kepemimpinan sebagai rangkaian kegiatan (activity) pemimpin yang tidak sanggup dipisahkan dengan kedudukan (posisi) serta gaya atau sikap pemimpin itu sendiri.


Kepemimpinan ialah proses antarhubungan atau interaksi antara pemimpin, pengikut dan situasi.

Sutarto (1998b:25): Menurut Sutarto, pengertian kepemimpinan ialah rangkaian kegiatan penataan berupa kemampuan mensugesti sikap orang lain ialah situasi tertentu supaya bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

S.P.Siagian: Pengertian kepemimpinan berdasarkan S.P.Siagian ialah kemampuan dan keterampilan seseorang untuk menduduki jabatan sebagai pimpinan dalam suatu pekerjaan untuk mensugesti sikap orang lain, terutama bawahannya supaya berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui sikap positif ini menawarkan sumbangna aktual dalam pencapaian tujuan organisasi.

Moejiono (2002): Pengertian kepemimpinan dimana berdasarkan moejiono bahwa kepemimpinan ialah sebagai akhir penagaruh satu arah, alasannya pemimpin mungkin mempunyai kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya.


Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli Luar Negeri

George R. Terry (1972:458): Pengertian Kepemimpinan berdasarkan George R. Terry ialah acara mensugesti orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi.
Stoner: Menurut Stoner, pengertian kepemimpinan ialah suatu proses mengenai pengarahan dan usaha untuk mensugesti kegiatan yang berafiliasi dengan anggota kelompok.

Jacobs dan Jacques (1990:281): Pengertian kepemimpinan berdasarkan Jacobs dan Jacques ialah sebuah proses memberi arti terhadap usaha kolektif, dan menimbulkan kesediaan untuk melaksanakan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran.

Hemhiel dan Coons (1957:7): Menurut Hemhiel dan Coons, bahwa pengertian kepemimpinan ialah sikap dari seseorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang akan dicapai bersama (shared goal).
Ralph M. Stogdill: Pengertian kepemimpinan berdasarkan Ralph M. Stogdill ialah suatu proses mensugesti kegiatan-kegiatan sekelompok orang yang terorganisasi dalam usaha mereka memutuskan dan mencapai tujuan.

Rauch dan Behling (1984:46): Pengertian kepemimpinan berdasarkan Rauch dan Behling ialah proses mensugesti aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasikan ke arah pencapaian tujuan.
Wexley dan Yuki (1977): Pengertian kepemimpinan berdasarkan Wexley dan Yuki ialah mensugesti orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laris mereka.

Sejarah Kepemimpinan

Awalnya, kepemimpinan dipercaya oleh masyarakat dahulu bahwa kepemimpinan merupakan suatu bapak yang tidak semua orang sanggup mempunyai talenta kepemimpinan alasannya kepemimpinan merupakan kemampuan yang dibawa semenjak lahir. Sehingga banyak orang yang beropini bahwa teori dan ilmu kepemimpinan tidak di butuhkan.

Kepemimpinan sanggup sukses dijalankan tanpa didasari oleh teori, tanpa pembinaan dan pendidikan sebelumnya. Kepemimpinan ialah jenis pemimpin yang tidak ilmiah yang dilakukan berdasarkan talenta menguasai seni memimpin.

Dalam perkembangannya, kepemimpinan secara ilmiah bermunculan dan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan manajemen ilmiah (scientific managemen), yang dipelopori oleh ilmuwan Frederick W. Taylor kala ke-20 dan perkembangannya memunculkan satu ilmu kepemimpinan yang tidak didasari dari talenta dan pengalaman saja, tetapi mempersiapkan secara berencana dan melatih yang dilakukan dengan perencanaan, percobaan, penelitian, analisis, suprevisi dan penggemblengan secara sistematis untuk membangikan sifat-sifat pemimpin yang unggul, supaya mereka berhasil dalam setiap tugasnya.

Berkembangnya ilmu kepemimpinan, kepemimpinan berdasarkan talenta alam tidak lagi menjadi acuan, namun kepemimpinan melalui pembinaan dan pendidikan menjadi kemampuan untuk memengaruhi menggerakkan suatu karya bersama.

Fungsi Kepemimpinan

Fungsi Kepemimpinan Secara Umum mempunyai beberapa fungsi antara lain sebagai berikut...
Memprakarsai struktur organisasi
Menjaga koordinasi dan integrasi di dalam organisasi supaya sanggup berjalan dengan efektif.
Merumuskan tujuan institusional atau organisasional dan memilih sarana serta cara-cara yang efisien dalam mencapai tujuan tersebut.

Mengatasi kontradiksi serta konflik-konflik yang muncul dan mengadakan penilaian serta penilaian ulang.
Mengadakan revisi, perubahan, penemuan pengembangna dan penyempurnaan dalam organisais.

Pada hakikatnya, fungsi kepemimpinan terdiri dari dua aspek yaitu sebagai berikut...

Fungsi Administrasi, yaitu mengadakan formulasi kecerdikan manajemen dan menyediakan fasilitasnya.
Fungsi Sebagai Top Manajemen, ialah mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controlong, dsb.

Fungsi Kepemimpinan Menurut Hadari Nawawi - Menurut Hadari Hawawi bahwa fungsi kepemimpinan yaitu sebagai berikut...

Fungsi Instruktif, ialah pemimpin sebagai komunikator yang memilih apa (isi perintah), bagiamana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan diman (tempat mengerjakan perintah) supaya keputusan sanggup diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan suatu perintah.

Fungsi Konsultatif, ialah pemimpin memakai fungsi konsultatif sebagai bentuk dari komunikasi dua arah untuk usaha memutuskan keputusan yang membutuhkan pertimbangna dan konsultasi dengan orang yang dipimpinnya.

Fungsi Partisipasi, ialah pemimpin sanggup mengaktifkan anggotanya dalam pengambilan keptuusan maupun dalam melaksanakannya.

Fungsi Delegasi, adalah pemimpin menawarkan pelimpahan wewenang yang menciptakan atau hingga dengan memutuskan keputusan. Fungsi delegasi merupakan kepercayaan seorang pemimpin kepada seorang yang diberikan pelimpahan wewenang untuk bertanggung jawab.
Fungsi Pengendalian, ialah pemimpin sanggup membimbing, mengarahkan, koordinasi dan pengawasan terhadapa acara anggotanya.

Demikianlah gosip mengenai Pengertian Kepemimpinan secara umum serta Sejarah Kepemimpinan. Semoga teman sanggup mendapatkan dan bermanfaat bagi kita semua baik. Sekian dan terima kasih.


Referensi

Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: PT Imtima.

Nogi, Hessel. 2007. Manajemen Publik. Jakarta: PT Grasindo.

Umar, Husein. 2000. Business An Introduction. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Rahardjo Adisasmita, 2011. Pengelolaan Pendapatan dan Anggaran Daerah. Yang Menerbitkan Graha Ilmu : Yogyakarta.

Pengertian Perubahan Sosial Secara Umum Adalah


Secara Umum Pengertian Perubahan Sosial ialah perubahan yang terjadi pada masyarakat mengenai nilai-nilai sosial, norma, dan banyak sekali pola dalam kehidupan manusia. Hakikatnya, setiap masyarakat diseluruh dunia akan mengalami perubahan-perubahan yang diketahui kalau membandingkan suatu masyarakat di masa tertentu dengan masyarkat di masa lampau. Sehingga sanggup dikatakan bahwa masyarakat intinya terus menerus mengalami perubahan. 

Akan tetapi masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak selalu sama alasannya terdapat suatu masyarakat dengan perubahan yang lebih cepat dibandingkan dengan masyarakat lainnya.

Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

Definisi dan pengertian mengenai perubahan sosial banyak dikemukakan oleh para ahli. Pengertian perubahan sosial berdasarkan para hebat adlaah sebagai berikut..

Gllin: Pengertian perubahan sosial berdasarkan Gillin ialah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima alasannya adanya perubhan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun dengan difusi atau penemuan-penemuan gres dalam masyarakat. 

Mac Iver: Menurut Mac Iver, pengertian perubahan sosial ialah perubahan-perubahan yang terjadi dalam relasi sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) relasi sosial.
Emile Durkheim: Pengertian perubahan sosial berdasarkan Emile Durkheim bahwa perubahan sosial sanggup terjadi sebagai hasil faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyaakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. 

William F. Ogburn: Pengertian perubahan sosial berdasarkan William F. Ogburn bahwa arti perubahan sosial ialah perubahan yang meliputi unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya imbas besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. 

Raja: Menurut Raja, pengertian perubahan sosial ialah segala perubahan pada forum kemasyarakat di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi suatu sistem sosial.
Kingsley Davis: Pengertian perubahan sosial berdasarkan Kingsley Darvis ialah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
Selo Soemardjan: Pengertian perubahan sosial meurut Selo Soemardjan ialah segala perubahan pada banyak sekali forum masyarakat dalam suatu lingkungan masyarakat yang memengaruhi sistem sosial, termasuk di dalamnya nilai sosial, sikap, pola sikap antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Samuel Koenig: Pengertian perubahan sosial berdasarkan Samuel Koenig ialah modifikasi dari pola kehidupan masyarakat.
Karl Marx: Pengertian perubahan sosial berdasarkan Karl Marx ialah perubahan-perubahan yang terjadi alasannya perkemangan teknologi atua kekuatan produktif dan relasi antara kelas-kelas sosial yang berubah.

Teori-Teori Perubahan Sosial

Perubahan sanggup terjadi alasannya terdapat modifikasi terhadap beberapa pola kehidupan dari berbafgai kondisi. Kondisi penyebab terjadi perubahan sosial sanggup diketahui dengan teori-teori terjadi perubahan sosial. Teori-teori perubahan sosial ialah sebagai berikut...

1. Teori Evolusi (Evolutionary Theory),

Teori evolusi menjelaskan perubahan sosial mempunyai arah tetap dan dialami setiap masyarakat. Arah tetap yang dimaksud ialah perubahan sosial akan terjadi bertahap, mulai dari awal sampai akhir. Saat telah tercapainya perubahan terakhir maka tidak terjadi perubahan lagi.

Teori Evolusi intinya berpijak dari teori Evolusi Darwin dan dipengaruhi dari pedoman Herbert Spencer. Sedangkan dalam teori evolusi dalam perubahan sosial terdapat dua tokoh yang paling kuat yaitu Emile Drkheim, dan Ferdinand Tonnies.

Menurut Emile Durkheim, adanya perubahan alasannya suatu evolusi mempengaruhi perorganisasian masyarakat, terutama dalam menjalin relasi kerja. Sedangkan berdasarkan Ferdinan Tonnies, bahwa masyarakat berubah dari yang sebelum masyarakat sederhana yang mempunyai hubunga akrab dan komperatif menjadi masyarakat besar yang menjalin relasi secara terspesialisasi dan impersonal.

Kelemahan teori ini , tidak sanggup menjelaskan pertanyaan "Mengapa Masyarakat Berubah" ?. , dimana teori ini hanya menjelaskan perubahan yang terjadi.

2. Teori Konflik (Conflict Theory)

Teori Konflik menjelaskan bahwa perubahan sosial sanggup berbentuk konflik. Konflik berasal dari kontradiksi kelas antara kelompok penguasa dengan kelompok yang masyarakat tertindas sehingga melahirkan perubahan sosial yang mengubah sistem sosial tersebut.

Dalam Teori Konflik, tokoh yang kuat ialah Karl Marx dan Ralf Dahrendort. Menurut Karl Marx, konflik sosial merupakan sumber yang paling penting dan paling kuat terhadap semua perubahan sosial terjadi. Menurut Ralf Dahrendorf, setiap perubahan sosial merupakan hasil konflik dalam kelas masyarakat.

3. Teori Fungsionalis

Dalam Teori Fungsionalis menjelaskan perubahan sosial merupakan suatu yang konstan dan tidak memerlukan penjelasan. Oleh alasannya itu perubahan sosial sanggup saja mengacaukan suatu keseimbangan dalam masyarakat. jadi teori fungsional hanya mendapatkan perubahan yang menguntungkan/bermanfaat untuk masyarakat, sedangkan bagi perubahan yang tidak bermanfaat tidak akan dipakai atau dibuang.


Teori Fungsionals, tokoh yang kuat ialah William Ogburn. Menurutnya, biarpun unsur-unsur masyarakat saling berkaitan satu sama lain, namun kecepatan dalam perubahan setiap unsur tidaklah sama. Ada unsur yang berubah dengna cepat, ada juga yang perubahannya lambat.


4. Teori Siklis/Siklus

Dalam teori siklus, perubahan sosial terjadi secara betahap dengan perubahan yang tidak akan berhenti walau pada tahapan terakhir yang sempurna, tetapi perubahan tersebut akan kembali keawal untuk peralihan ke tahap selanjutnya. Sehingga tergambar sebuah siklus.

Dalam teori siklus, tokoh yang kuat ialah Oswald Spenger dan Arnold Toynbee. Menurut pendapat Oswald bahwa setiap masyarakat berkembang dengan 4 tahap, misalnya ialah pertumbuhan insan dari masa kanak-kanak, masa remaja, masa cukup umur ke masa tua. Sedangkan berdasarkan pendapat Arnold Toynbee, perubahan sosial baik itu kemajuan ataupun kemunduran sanggup dijelaskan dalam konsep-konsep kemasyarakatan yang berafiliasi satu dengan yang lainnya, yaitu tantangan dan tanggapan.

Ciri-Ciri Perubahan Sosial

Tidak semua gejala-gejala sosial mengakibatkan perubahan sanggup dikatakan dengan perubahan sosial, namun tanda-tanda yang mengakibatkan perubahan sosial mempunyai ciri-ciri/karakteristik tertentu. Ciri-ciri perubahan sosial ialah sebagai berikut...

Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang alasannya mengalami perubahan baik dengan lambat maupun dengan cepat.
Perubahan yang terjadi pada forum kemasyarakatan tertentu akan diikuti oleh perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya
Perubahan sosial yang cepat, mengakibatkan disorganisasi yang sifatnya sementara sebagai proses pembiasaan diri.
Tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spritual alasannya kedua hal tersebut saling berinteraksi dengan kuat.

Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial

Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi dalam terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut..

1. Faktor Internal, adalah faktor yang berasal dari dalam lingkungan masyarakat tersebut. Macam-macam faktor internal dalam perubahan sosial adlaah sebagai berukut..
Pertumbuhan penduduk
Penemuan baru
Invensi (kombiansi gres terhadap suatu pengetahuan yang telah ada)
Sistem ideologi (keyakinan mengenai nilai-nilai tertentu)

2. Faktor Eksternal, adalah faktor yang berasal lingkungan luar masyarakat tersebut.
Lingkungan fisik (contohnya musibah atau peristiwa alam)
Peperangan
Pengaruh kebudayaan lain

Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial


Terdapat banyak sekali bentuk-bentuk perubahan sosial antaralain sebagai berikut..

1. Bentuk Perubahan Sosial yang terjadi Secara Lambat dan Perubahan Sosial Secara Cepat
Perubahan sosial secara lambat/perubahan evolusi ialah memerlukan waktu yang usang tanpa dengan perencanaan. dam bergantung kepada orang-orang yang berkuasa di masa tertentu.
Perubahan sosial cepat/perubahan revolusi, ialah memerlukan waktu yang cepat yang mengubah dasar-dasar kehidupan masyarakat dalam waktu singkat.

2. Bentuk Perubahan Sosial yang Besar dan Perubahan Sosial Kecil
Bentuk perubahan sosial kuat besar ialah perubahan dengan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Contohnya perubahan sistem pemerintahan.
Bentuk perubahan sosial kuat kecil ialah perubahan yang tidak berarti penting bagi struktur sosial dalam memengaruh kehidupan masyarakat. Contohnya perubahan model pakaian yang tidak melanggar nilai dan norma.

3. Bentuk Perubahan Sosial yang Direncanakan dan Perubahan Sosial yang tidak direncanakan
Bentuk perubahan sosial yang direncakanan ialah perubahan sosial yang melaksanakan persiapan yang matang dan perencanaan. Contoh perubahan sosial yang direncanakan ialah aktivitas keluarga berencana (KB)
Bentuk perubahan sosial yang tidak direncanakan ialah perubahan sosial yang tidak memerlukan persiapan dan perencanaan. Contoh perubahan sosial yang tidak direncanakan ialah keluarga tiba-tia terpaksa pindah ke lingkungan baru.

4. Bentuk Perubahan Sosial yang Dikehendaki dan Perubahan Sosial yang tidak Dikehendaki
Bentuk perubahan sosial yang dikehendaki ialah perubahan sosial yang disetujui oleh masyarakat tersebut. Contoh perubahan sosial yang dikehendaki ialah perencanaan hukum yang disetujui dalam rapat.
Bentuk perubahan sosial yang tidak dikehendaki ialah kebalikan dari perubahan yang dikehendaki.

Dampak Perubahan Sosial

Perubahan sosial dalam masyarakat mempunyai dampak/akibat baik itu dampak faktual maupun dampak negatif dalam kehidpan masyarakat antara lain sebagai berikut..

1. Dampak Positif Perubahan Sosial

Dampak faktual dalam perubahan sosial memperlihatkan bahwa memperlihatkan imbas dalam kemajuan kehidupan masyarakat. Macam-macam dampak faktual perubahan sosial ialah sebagai berikut..

a. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,

Perkembangan iptek sanggup mengubah nilai-nilai usang menjadi nilai-nilai gres untuk mendorong banyak sekali penemuan dalam fasilitas kehidupan masyarakat menuju perubahan sosial ke arah modernisasi.

b. Tercipta Lapangan Kerja Baru,

Mendorong industrialisasi dan perkembangan perusahaan mutinasional yang berkembang secara global dan pembukaan udstri kecil, tentu saja memperlihatkan banyak lapangan kerja sehingga sanggup menyerap tenaga kerja secara maksimal.

c. Tercipta Tenaga Kerja Profesional,

Untuk mendukung persaingan industri maka diharapkan tenaga kerja yang terampil, cakap, hebat dan profesional

d. Nilai dan Norma Baru terbentuk

Karena perubahan akan terjadi terus menerus sehingga memerlukan nilai-nilai dan norma dalam menjaga arus perubahan berdasarkan nilai dan norma tanpa menghalangi terjadi perubahan sosial.

e. Efektivitas dan Efisiensi Kerja Meningkat

Efektivitas dan efisiensi kerja selalu berkaitan dengan penggunaan alat produksi yang tepat dalam menghasilkan produk lebih cepat, lebih banyak dan tepat sasaran.

2. Dampak Negatif Perubahan Sosial

Dampak negatif dalam perubahan sosial memperlihatkan kerugian yang dialami oleh masyarakat, baik itu kerugian material maupun non material. Macam-macam dampak negatif dalam perubahan sosial ialah sebagai berikut...

a. Terjadinya Disintegrasi Sosial,

Disintegrasi terjadi alasannya adanya evolusi, kesenjangan sosial, perbedaan kepentingan yang mendorong perpecahan dalam masyarakat.

b. Terjadinya Pergolakan Daerah, pergolakan di tempat sanggup terjadi alasannya akhir dari:
Perbedaan agama, ras suku bangsa, dan politik
Tidak memperhatikan tatanan hidup
Mengabaikan nilai dan norma
Kesenjangan ekonomi

c. Kenakalan Remaja
Muncul akhir imbas perubahan sosial nilai-nilai kebebasan budaya barat yang diadopsi tanpa menyesuaikan kondisi kebudayaan sendiri.

d. Terjadi Kerusakan Lingkungan

e. Eksistensi Adat Istiadat Berkurang
Nilai adab istiadat semakin ditinggalkan oleh masyarakat alasannya dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zmana, dan digantikan dengan nilai kebudayaan modern.

f. Lembaga Sosial tidak Berfungsi Secara Optimal
Menyalah gunakan kedudukan dan wewenang

g. Munculnya Paham Duniawi
Konsumenisme, paham/ideologi yang menjadikan seseorang mengonumsi/memakai barang-barang secara berlebihan.
Sirkulasi, paham yang memisahkan urusan dunia dengan urusan agama.
Hedonisme, merupakan paham yang menganggap hidup bertujuan untuk mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan menghindari perasangka-perasangka yang menyakitkan.

Demikianlah isu mengenai Pengertian Perubahan Sosial secara umu beserta, Teori, Bentuk, Dampak, & Faktor Penyebabnya. Semoga teman sanggup mendapatkan dan bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.

Referensi:

Soewinto, dkk. Sosiologi Kelas X Semester Ganjil. Solo : Trijaya Utama.
Ng. Philipus dan Nurul Aini, 2004. Sosiologi dan Politik. Penerbit PT Raja Grafindo Persada
Nurmayanti Hasanah, Neni. 2008. Persiapan UN Sosiologi SMA/MA. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Bagja, waluya. 2007. Sosiologi menyelami fenomena sosial di masyarakat untuk Kelas XII. Bandung : PT Setia Purna Inves.
Umasih, dkk. 2007. Geografi dan Sosiologi. Jakarta : Ganesa Exact.
Soerjono Soekanto, 2003. Judul Buku : Sosiologi Suatu Pengantar. Penerbit PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Saraswati, Mila; Wadaningsih, Ida. 2008. Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kelas IX. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Abdulsyani, 1992, Sosiologi Skematika Teori dan Terapan, Jakarta, Bumi Aksara. Hlm. 10-36
Soemardjan Selo dan Soeleman Soemardi, 1974, Setangkai Bunga Sosiologi, Jakarta, Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Hlm. 23

Pengertian Masyarakat Madani Secara Umum Adalah


Secara Umum Pengertian Masyarakat Madani (Civil Society) yaitu merupakan masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya. Masyarakat madani merupakan tiang utama dalam kehidupan politik berdemokratis. Wajib bagi setiap masyarakat madani yang tidak hanya melindungi warga negara dalam berhadapan dengan negara, namun masyarakat madani juga sanggup merumuskan dan menyuarakan aspirasi masyarakat.

Pengertian Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

Selain pengertian masyarakat madani diatas, banyak ilmuwan yang mendefinisikan pengertian masyarakat madani (civil society). Macam-macam pengertian masyarakat madani berdasarkan para hebat yaitu sebagai berikut.

Thomas Paine: Menurut Thomas Paine bahwa arti masyarakat madani yaitu suatu ruang daerah warga sanggup membuatkan kepribadiannya dan memberi peluang bagi pemuasan kepentingan secara bebas dan tanpa paksaan.

Nucholish Madjid: Pengertian masyarakat madani berdasarkan Nurcholis Madjid yang mendefinisikan masyarakat madani sebagai masyarakat yang merujuk pada masyarakat islam yang perna dibanguna Nabi Muhammad Saw. di negeri Madinah.
Gellner: Menurutnya, pengertian masyarakat madani yaitu sekelompok institusi/lembaga dan asosiasi yang cukup berpengaruh untuk mencegah tirani politik, baik oleh negara maupun komunal/komunitas.

Muhammad A.S. Hikam: Pengertian masyarakat madani berdasarkan Muhammad. A.S. Hikam yaitu wilayah-wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan antara lain kesukarelaan, keswasembadaan dan keswadayaan, kemandirian tinggi terhadap negara, dan keterikatan dengan norma serta nilai-nilai aturan yang diikuti warganya.

Dawan Rahardjo: Menurutnya, pengertian masyarakat madani yaitu proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama.

M. Hasyim: Pengertian masyarakat madani berdasarkan M. Hasyim yaitu masyarakat yang selalu memelihara sikap yang beradab, sopan santun berbudaya tinggi, baik dalam menghadapi sesama insan atau alam lainnya.

W.J.S Poerwadarminto: Menurut W.J.S Poerwadarminto, kata masyarakat berarti suatu pegaulan hidup manusia, sehimpunan orang yang hidup bersama dalam suatu daerah dengan ikatan dan aturan tertentu.Sedangkan kata madani berasal dari bahasa Arab yaitu madinah, artinya kota. Makara secara etimologis, masyarakat madani berarti masyarakat kota. Meskipun demikian, istilah kota tidak merujuk semata-mata kepada letak geografis, tetapi justru kepada huruf atau sifat-sifat tertentu yang cocok untuk penduduk kota. Dari sini masyarakat madani tidak asal masyarakat perkotaan, tetapi mempunyai sifat yang cocok dengan orang kota, yaitu berperadaban.

Rumusan PBB: Pengertian masyarakat madani berdasarkan PBB, yaitu masyarakat yang demokratis dan menghargai human dignity atau hak-hak tanggung jawab manusia.

Unsur-Unsur Masyarakat Madani

Masyarakat Madani tidak muncul dengan sendirinya. Ia menghajatkan unsur-unsur sosial sebagai prasyarat terwujudnya tatanan masyarakat madani. Beberapa unsur pokok masyarakat madani yaitu sebagai berikut.

Adanya wilayah publik yang luas, yaitu ruang publik yang bebas sebagai sarana mengemukakan pendapat warga masyarakat.

Demokrasi, ialah prasyarat mutlak keberadaan civil society yang murni (genuine).
Toleransi, ialah sikap saling menghargai dan meghormati adanya perbedaan pendapat
Pluralisme, ialah tidak hanya sebagai batas sikap dan mendapatkan kenyataan sosial yang bermacam-macam tapi disertai dengan sikap ikhlas mendapatkan perbedaan dan rahmat yang kuasa yang bernilai positig bagi kehidupan masyarakat.
Keadilan sosial, yaitu keseimbangna dan pembagian yang proporsional atas hak dan kewajiban setiap warga Negara yang mengenai seluruh aspek kehidupan; ekonomi, pilitik, pengetahuan dan kesempatan.

Ciri-Ciri Masyarakat Madani/Karakteristik Masyarakat Madani

Masyarakat madani mempunyai bermacam-macam karakteristik/ciri-ciri baik itu secara umum maupun pendapat para ahli. Ciri-ciri masyarakat madani yaitu sebagai berikut...

Ciri-Ciri/Karakteristik Umum Masyarakat Madani

Diakui semangat pluralisme. Artinya plularis menjadi sebuah keniscayaan yang tidak sanggup dielakkan, sehingga plularitas telah menjadi suatu kaidah yang abadi.
Sikap toleran antara sesama agama dan umat agama lain. Sikap toleran merupakan sikap suka mendengar, dan menghargai pendapat dan juga pendirian orang lain.
Tegaknya prinsip demokrasi. Demokrasi tidak sekedar kebebasan dan persaingan, demokrasi juga pilihan untuk gotong royong membangun, dan memperjuangkan masyarakat untuk semakin sejaktera.

Ciri-Ciri/Karakteristik Masyarakat Madani Menurut Bahmuller (1997)

Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok langsung ke dalam masyarakat dengan kontak sosial dan aliansi sosial.
Menyebarkan kekuasaan sehingga kepentingan-kepetingan yang mendominasi dalam masyarakat sanggup dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.
Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara alasannya yaitu keanggotaan organisasi-organisasi volunter bisa menunjukkan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.
Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan iktikad (trust) sehingga individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri (individualis).
Adanya kebebasan masyarakat melalui acara lembaga-lembaga sosial dengan banyak sekali perspektif.

Syarat Masyarakat Madani

Terdapat tujuh syarat masyarakat madani antara lain sebagai berikut..

Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan juga kelompok yang berada di dalam masyarakat.
Berkembangnya human capital (modal manusia) dan social capital (modal sosial) yang aman untuk terbentuknya kemampuan melakukan tugas-tugas kehidupan an terjalinnya iktikad dan korelasi sosial antar kelompok.
Tidak adanya diskriminasi dalam setiap bidang pembangunan atau terbukanya terusan banyak sekali pelayanan sosial
Adanya Hak, kemampuan, dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadaya untuk terlibat dalam setiap forum, sehingga isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik sanggup dikembangkan.
Adanya persatuan antarkelompok di masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antarbudaya dan kepercayaan.
Terselenggaranya sistem pemerintahan yang lembaga-lembaga ekonomi hukum, sosial berjalansecara produktif dan berkeadilan sosial
Adanya jaminan, kepastian, dan iktikad dari setiap jaringan-jaringan kemasyarakatan sehingga terjalinnya korelasi dan komunikasi antara masyarakat secara teratur, terbuka dan terperacaya.

Demikianlah klarifikasi singkat mengenai Pengertian Masyarakat Madani secara umum, serta Ciri, Syarat, Unsur masyarakat madami. Semoga sahabat sekalian sanggup mendapatkan manfaat bagi kita semua baik itu pengertian masyarakat madani, ciri-ciri masyarakat madani, syarat-syarat masyarakat madani, unsur-unsur masyarakat madani, dan lain sebagainya. sekian dan terima kasih

Referensi:

A. Ubaedillah dan Abdul Rozak, 2008. Judul : Pendidikan Kewarganegaraan Edisi Ketiga (Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani). Penerbit Prenada Media Group : Jakarta.

Azyumardi Azra, Menuju Masyarakat Madani. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), hlm 9-11

Pengertian Tugas Sosial Secara Umum Adalah


Kali ini yang akan saya bagikan yaitu artikel seputar pengertian tugas sosial beserta jenis-jenis atau macam-macam tugas sosial. secara umum pengertian tugas sosial adalah merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan status sosialnya. Apabila seorang individu telah melaksanakan kewajiban dan meminta hak-haknya sesuai dengan status sosial yang disandangnya, beliau telah menjalankan suatu tugas yang benar/tepat. Peran berasal dari pola pergaulan hidup. Oleh karna itu, tugas menentukan apa yang diberikan oleh masyarakat di sekitarnya. Peran diangap sangat penting alasannya yaitu mengatur sikap seseorang yang berada di dalam masyarakat, menurut norma berlaku di dalam masyarakat.

Peran sosial (social role) merupakan seperangkat impian dan sikap atas status sosial. Menurut Soerjono Soekanto (1981), tugas sosial merupakan tingkah laris individu yang mementaskan suatu kedudukan tertentu. Dalam peranan yang bekerjasama dengan pekerjaannya, seseorang diperlukan menjalankan kewajiban-kewajibannya yang bekerjasama dengan peranan yang dipegangnya. Melalui berguru berperan, norma-norma kebudayaan dipelajari. Seseorang dikatakan berperanan jikalau ia telah melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan status sosialnya dalam masyarakat. Tidak ada tugas tanpa status sosial atau sebaliknya. Peran sosial bersifat dinamis (berubah-ubah) sedangkan status sosial bersifat statis (tetap).

Dalam masyarakat, terdapat banyak individu dengan tugas yang beraneka ragam. Beragamnya tugas sosial tersebut membawa akhir dinamis berupa konflik, ketegangan, kegagalan, dan kesenjangan. berikut penjelasannya.

Cakupan Peran Sosial

Menurut Levinson, bahwa peranan itu meliputi tiga hal, yaitu:

Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau daerah seseorang dalam masyarakat. Contoh : Sebagai seorang pemimpin harus sanggup menjadi panutan dan suri teladan para anggotanya, alasannya yaitu dalam diri pemimpin tersebut tersandang aturan/norma-norma yang sesuai dengan posisinya.

Peranan merupakan konsep ihwal apa yang sanggup dilakukan oleh individu dalam masyarakat. Contoh : seorang ulama, guru dan sebagainya, harus bijaksana, baik hati, sabar, membimbing dan menjadi panutan bagi para muridnya.

Peranan juga sanggup dikatakan sebagai sikap individu yang penting bagi truktur sosial masyarakat. Contoh : Suami, isteri, karyawan, pegawai negeri, dsb, merupakan peranperan dalam masyarakat yang membentuk struktur/susunan masyarakat.

Beban Peran Sosial

1) Persiapan tugas yang kurang memadai. Persiapan tugas melalui proses sosialisasi dan pendidikan yang menyediakan suatu peralihan dari tugas yang satu ke tugas yang lain, tetapi apabila dalam proses ini mengalami diskontinuitas maka akan mengakibatkan persiapan yang kurang pada seorang individu dalam berperan.

2) Kesulitan dalam peralihan peran. Dalam sebagian besar masyarakat terdapat peralihan tugas yang dibuat dan sulit untuk dihindari. Untuk mendapatkan suatu tugas baru, seseorang sering harus melepaskan tugas yang lama. Padahal dalam proses ini sering terjadi kegagalan alasannya yaitu belum tentu orang tersebut bisa beralih tugas dengan cepat dan benar.

3) Konflik Peranan. Konflik peranan timbul apabila seseorang harus menentukan peranan dari dua atau lebih status yang dimilikinya. Pada umumnya konflik peranan timbul ketika seseorang dalam keadaan tertekan, merasa dirinya tidak sesuai atau kurang bisa melaksakan peranan yang diberikan masyarakat kepadanya. Akibatnya, ia tidak melaksanakan peranannya dengan ideal/sempurna. Contoh: Ibu Tati sebagai seorang ibu dan guru SD. Ketika puterinya sakit, ia harus menentukan untuk masuk mengajar atau mengantarkan anaknya ke dokter. Saat ia memutuskan membawa anaknya ke dokter, dalam dirinya terjadi konflik alasannya yaitu pada dikala yang sama beliau harus berperanan sebagai guru mengajar di kelas. Antara status dan peranan tidak sanggup dipisahkan. Tidak ada peranan tanpa kedudukan. Kedudukan tidak berfungsi tanpa peranan, Contoh: Dalam rumah tangga, tidak ada peranan Ayah jikalau seorang suami tidak mempunyai anak. Seseorang tidak bisa menunjukkan surat Tilang (bukti pelanggaran) kalau beliau bukan polisi. Seseorang sanggup memainkan beberapa peranan sekaligus pada dikala yang sama, menyerupai seorang perempuan sanggup mempunyai peranan sebagai isteri, ibu, karyawan kantor sekaligus.

Konflik tugas terjadi apabila seseorang dengan kedudukan tertentu harus melaksanakan tugas yang sesungguhnya tidak beliau harapkan. Hal ini terjadi alasannya yaitu seseorang mempunyai banyak status sosial.

Contoh lain : Seorang polisi yang baik harus menangkap pelaku kejahatan yang bergotong-royong keponakannya sendiri. Padahal, sebagai seorang paman, beliau wajib melindungi keponakannya sendiri. Seorang pelajar mengalami konflik tugas antara memberi sontekan kepada sobat dan menjadi pelajar yang jujur

4) Ketegangan Peran. Ketegangan terjadi apabila seseorang mengalami kesulitan untuk melaksanakan tugas sosial yang dimiliki alasannya yaitu adanya ketidaksesuaian antara kewajiban yang harus beliau jalankan dan tujuan tugas sosial itu sendiri.

Contoh : Seorang pemimpin kantor yang harus menerapkan disiplin waktu secara ketat kepada karyawannya yang sebagian besar yaitu kerabatnya sendiri.

5) Kegagalan berperan. Dalam masyarakat yang stabil dan terpadu, proposisi tugas yang ditentukan masyarakat tinggi, kebanyakan tugas akan terisi alasannya yaitu orang-orang telah dipersiapkan semenjak awal masa kanak-kanak. Sebaliknya, dalam masyarakat yang perubahannya cepat dan kurang terpadu, sejumlah kegagalan berperan tidak sanggup dihindarkan. Beberapa orang gagal berperan sebagai orang dewasa, banyak orang gagal dalam beberapa tugas yang diperjuangkan, ada juga orang yang gagal berperan dalam ijab kabul dan sebagainya.

Menurut Mead, untuk setiap tugas yang dimainkan individu, terdapat gambaran yang sejalan dengan kedirian. Kaprikornus gambaran diri inidvidu secara keseluruhan yaitu penggabungan dari banyak sekali kedirian seorang individu didalam majemuk peranannya.


Kegagalan tugas terjadi apabila seseorang tidak sanggup menjalankan beberapa tugas sekaligus alasannya yaitu terdapat tuntutan yang saling bertentangan.

Contoh : Seorang ibu rumah tangga yang suaminya telah meninggal dunia. Dia berperan sebagai pemimpinan bagi anak-anaknya, pencari nafkah keluarga, pengasuh, sekaligus sebagai pendidik bagi putra-putrinya. Peran yang banyak dan berat tersebut sanggup saja gagal dijalankannya.


6) Kesenjangan Peran (Role Distance). Kesenjangan tugas terjadi apabila seseorang harus menjalankan tugas yang tidak menjadi prioritas hidupnya sehingga merasa tertekan atau merasa tidak cocok menjalankan tugas tersebut.


Contoh : Seorang remaja putri yang terpaksa menikah dan menyandang tugas sebagai istri dan ibu rumah tangga

Fungsi Peran Sosial

Peranan mempunyai beberapa fungsi bagi individu maupun orang lain. Fungsi tersebut antara lain:

Peranan yang dimainkan seseorang sanggup mempertahankan kelangsungan struktur masyarakat, menyerupai tugas sebagai ayah atau ibu.
Peranan yang dimainkan seseorang sanggup pula dipakai untuk membantu mereka yang tidak bisa dalam masyarakat. Tindakan individu tersebut memerlukan pengorbanan, menyerupai tugas dokter, perawat, pekerja sosial, dsb.
Peranan yang dimainkan seseorang juga merupakan sarana aktualisasi diri, menyerupai seorang lelaki sebagai suami/bapak, seorang perempuan sebagai isteri/ ibu, seorang seniman dengan karyanya, dsb

Hubungan Antara Status dan Peran Sosial

Seseorang sanggup mempunyai lebih dari satu status. Sehingga terkadang mereka harus melaksanakan lebih dari satu tugas juga. status utama merupakan status yang membayangi status kita yang lain. Sebagai pola yaitu stephen Hawking yang menyandang cacat berat alasannya yaitu penyakit Lau Gehring. Bagi banyak orang status utamanya ialah penyandang cacat. Namun alasannya yaitu Hawking ialah salah seorang fisikawan terbesar yang pernah hidup, prestasinya yang luar biasa telah menunjukkan status utama lain, yaitu sebagai spesialis fisika kelas dunia yang seperingkat dengan einstein.

Perbedaan antara tugas dan status yaitu bahwa anda sanggup menduduki suatu status , tetapi anda memainkan suatu tugas (Linton : 1936) sebagai pola menjadi anak pria atau perempuan yaitu status anda, tetapi impian anda untuk mendapatkan pangan dan daerah tinggal dari orang bau tanah anda maupun impian meraka bahwa anda akan menghormati mereka merupakan cuilan dari tugas anda.

Meskipun status-status kita biasanya saling terkait dengan baik, ada orang-orang yang mengalami pertentangan atau ketidaksepadanan pada status-status mereka. Ini dikenal sebagai ketidakselarasan (atau ketidakcocokan) status (status in consistency). Seorang mahasiswa perguruan tinggi tinggi yang berusia 14 tahun merupakan suatu contoh. Contoh lainnya yaitu seorang perempuan telah menikah berusia 40 tahun yang berkencan dengan seorang mahasiswa perguruan tinggi tinggi tahun kedua yang berusia 19 tahun (James:2006).

Demikianlah artikel sederhana tentang Pengertian Peran Sosial secara umun beserta klarifikasi lainnya menyerupai Jenis-Jenisnya dll. semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat sekalian, sekian dan terimakasih.

Pengertian Umum Interaksi Sosial Beserta Bentuk, Ciri, Dan FaktorInteraksi Sosial


Sebelum membahas Ciri-ciri, bentuk dan Faktor interaksi sosial saya akan jelasakan dahulu pengertian interaksi sosial. SecaraUmum Pengertian Interaksi Sosial yaitu kekerabatan timbal balik antara dua orang atau lebih yang berperan saling memengaruhi antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial merupakan proses setiap orang menjalin kontak dan berkomunikasi dan saling memengaruhi dalam pikiran mauun dengan tindakan. Interaksi sosial sebagai pondasi dengan sebuah tindakan yang didasarkan ada norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan dalam masyarakat. Berlangsungnya interaksi sosial dengan baik kalau aturan-aturan dan nilai-nilai dilakukan dengan baik. Jika tidak adanya kesadaran dari masing-masing, maka proses sosial pun tidak akan berjalan dengan yang diharapkan.

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

Gilin: Pengertian interaksi sosial berdasarkan gillin bahwa interaksi sosial yaitu hubungan-hubungan sosial yangdinamis yang menyangkut kekerabatan antarindividu dan kelompok atau antarkelompok.
Macionis: Menurut Macionis bahwa pengertian interaksi sosial yaitu proses bertindak dan membalas tindakan yang dilakukan seseorang dalam kekerabatan dengan orang lain.

Soerjono Soekanto: Pengertian interaksi sosial berdasarkan Soerjono Soekanto bahwa interaksi sosial yaitu proses sosial mengenai cara-cara berafiliasi yang sanggup dilihat kalau individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta memilih sistem dan kekerabatan sosial.

Broom dan Selznic: Menurut Broom dan Selznic, bahwa pengertian interaksi sosial yaitu proses bertindak yang dilandasi oleh kesadaran adanya orang lain dan proses menyesuaikan respon (tindak balasan) sesuai dengan tindakan orang lain.

Kimball Young dan Raymond W. Mack: Pengertian interaksi sosial berdasarkan Kimball Young dan Raymond W. Mack yaitu kekerabatan sosial yang dinamis dan menyangkut kekerabatan antarindividu, antara individu dengan kelompok maupun antara kelompok dengan kelompok lainnya.
Homans: Menurut Homans, pengertian interaksi sosial yaitu suatu kejadian ketika suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang terhadap individulain diberi ganjaran atau eksekusi dengan memakai suatu tindakan oleh yang menjadi pasangannya.


Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk interaksi sosial dibedakan menjadi dua kelompok yaitu bentuk interaksi sosial asosiatif, dan bentuk interaksi sosial disosiatif yaitu sebagai berikut...

1. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Kerja Sama (Cooperation), yaitu suatu usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Akomodasi (Accomodation), yaitu proses pembiasaan sosial dalam interaksi antarindividu dan antarkelompok untuk meredakan pertentangan.
Asimilasi (Assimilation), yaitu proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga setiap pihak sanggup mencicipi kebudayaan tunggal sebagai milik bersama.
Akulturasi (Acculturation), yaitu proses yang timbul dari suatu kebudayaan untuk mendapatkan unsur budaya gila tanpa mengakibatkan kebribadian budaya sendiri hilang.

2. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Persaingan (Competition), yaitu suatu usaha dari banyak sekali pihak yang lomba-lomba untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
Kontraversi, yaitu suatu bentuk proses sosial yang menawarkan ketidaksenangan atau ketidakpuasan terhadap pihak lain baik secara sembunyi atau terang-terangan.
Pertentangan/Konflik Sosial, yaitu proses sosial antarperorangan atau kelompok masyarakat tertentu akhir adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat fundamental sehingga menjadikan adanya semacam jurang pemisah antara mereka.

Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Ciri-ciri interaksi sosial yaitu sebagai berikut..
Jumlah pemeran lebih dari satu orang
Terjadi komunikasi antara pelaku melaku kontak sosial
Memiliki maksud atau tujuan yang jelas
Berdasarkan pola suatu sistem sosial tertentu.

Contoh-Contoh Interaksi Sosial


1. Contoh Interaksi Sosial Indivdu dengan Individu

Seorang abang mengajari adeknya berguru matematika
Indah berguru bermain yang diajar oleh satriawan
Seorang dokter dengan pasiennya
Seorang siswa bertanya kepada gurunya

2. Contoh Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok

Presiden dengan rakyatnya
Guru dengan siswanya
Komandan dengan anggotanya
Khotbah jumat dimesjid
Gubernur Ahok dengan warga kampung pulo

3. Contoh Interaksi Sosial Kelompok dengan Kelompok

PMR dan Pramuka bekerja sama dalam pemberian bantuan
Polisi dengan Tentara Nasional Indonesia saling bekerja sama memberantas preman
Kelompok A dan Kelomok B saling berdebat atau mendiskusikan sesuatu
Osis dengan pramuka saling membantu dalam menyukseskan kegiatan tanam 10000 bibit

Syarat-Syarat Interaksi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, bahwa interaksi sosial mustahil terjadi tanpa dengan dua syarat antara lain sebagai berikut...

Kontak Sosial, yaitu kekerabatan antara satu pihak dengan pihak lain dimana kontak sosial merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan saling bereaksi satu dengan yang lain meski tidak bersentuhan fisik.

Komunikasi, yaitu adanya kegiatan yang saling menafsirkan sikap yang mencakup pembicaraan, gerakan fisik,atau sikap dan perasaan-perasaan.

Faktor-Faktor Interaksi Sosial

Berlangsungnya interaksi sosial didasarkan dari beberapa faktor antara lain sebagai berikut...
Sugesti, yaitu pemberian imbas pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikut pandangan/pengaruh tanpa dengan berpikir panjang.Contoh sugesti yaitu obat impor yang harganya mahal namun alasannya yaitu produk impor dan dianggap manjur dalam menyembuhkan penyakit. Pernyataan tersebut merupakan sugesti dari harga obat yang mahal dan perhiasan produk luar negeri.

Imitasi, yaitu tindakan atau usaha yang dilakukan untuk menjiplak tindakan orang lain. Imitasi biasanya tidak sanggup disadari dilakukan. Contoh imitasi yaitu seorang anak sering menjiplak kebiasaan-kebiasaan orang tuanya contohnya cara berbicara, berpakaian, dan makan. Namun imitasi dipengaruhi oleh lingkungannya khususnya lingkungan sekolah.
Identifikasi, yaitu kecenderungan atau keingingan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Akibat dari identifikasi yaitu terjadinya imbas yang lebih dalam dari sugesti dan imitasi alasannya yaitu identifikasi dilakukan secara sadar.

Simpati, yaitu seseorang yang merasa tertarik pada orang lain. Perasaan simpati sanggup disampaikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau forum formal pada saat-saat khusus. Contoh dari simpati yaitu ketika seorang tertimpa musibah. Perasaan simpati biasanya menjadikan perasaan yang sayang.
Motivasi, yaitu dorongan yang diberikan kepada seseorang individu kepada individu lainnya. Tujuan motivasi yaitu biar orang yang diberi motivasi atau dorongan untuk menuruti dan bersemangat.


Demikianlah artikel sederhana mengenai Pengertian umum Interaksi Sosial beserta Bentuk, Ciri, Syarat dan Faktor interaksi sosial. Semoga teman sekalain sanggup mendapatkan manfaat dari pengertian interaksi sosial, bentuk-bentuk interaksi sosial, ciri-ciri interaksi sosial, contoh-contoh interaksi sosial, syarat-syarat interaksi sosial, dan faktor-faktor interaksi sosial. Sekian dan terima kasih.